27. The Commitment - This Ruby and This Jane

1.8K 193 62
                                        

|||

Lisa, apakah kini aku melewati batasku ?

Mengapa hanya diam, ayo bicara katakan apapun. Bisakah tanya aku, bagaimana kabarmu Jennie ? Apa kesibukanmu sekarang ? Bahkan sepertinya jauh dari kalimat 'Aku merindukanmu nini'.

Ketika kehidupan memberiku seratus alasan untuk menangis. Tapi aku pun bisa menunjukkan bahwa aku masih memiliki satu alasan untuk bahagia, yaitu dengan hadirnya dirimu.

"Apa kau merasa nyaman ? Jika tidak maka aku bisa pindah"

"Aku nyaman sangat nyaman, tetap disini makanlah Lisa. Kau hanya memainkan sendokmu sedari tadi"

"Aku sebenarnya tidak begitu lapar"

"Aku tahu tapi anakmu lapar kau tak bisa mengabaikannya. Jika bisa, jangan sampai waktu makannya terlewat, dia masih kecil"

Ternyata benar semua bisa berakhir, orang berubah namun kau tahu apa Lisa ? Hidup kan terus berjalan meski sunyi dan sepi. Lisa, hatiku benar-benar sakit, setiap jam, setiap hari, setiap menit, setiap detik dan hanya ketika aku bersamamu rasa sakit itu hilang.

Kau segala sumber kebahagiaanku namun bodohnya aku manusia yang tidak bisa bersabar dengan satu wanita yang hanya ragu dengan sebuah komitmen pernikahan. Seharusnya aku menunggumu, seharusnya aku tak memutuskan segala sesuatunya dengan emosi, kini aku menyesalinya, menyesal akan hubungan kita yang kuhenti paksa, menyesal karena kehidupan setelah kau pergi begitu menyedihkan.

Aku percaya diri mengatakan jika aku ingin mewujudkan impianku namun aku justru menghancurkannya.

"Aku tidak bermaksud mengabaikannya"

"Aku tahu tidak mungkin kau melakukan itu"

Hanya kau bermaksud mengabaikanku. Lisa, ternyata aku bukan lagi seseorang yang menjadi sumber nafsu makanmu berapi, aku bukan lagi orang istimewa itu.

Lisa, kekasihku satu dan selamanya kini tetap bertahan dengan pandangan pada sekitar lalu kembali menatap makanannya. Dia tahu aku dihadapannya namun dia menghindarinya. Aku tahu sebenarnya kau yang sudah tak memiliki rasa kenyamanan berada disekitarku namun jika saja kau tahu, detik ini aku tak henti berterima kasih pada Tuhan karena sudah menghadirkanmu disini, dihadapanku dekat denganku Lisa.

Meski dingin menyelimuti jiwaku namun itu lebih baik dibandingkan aku kekeringan dalam gurun sendirian.

"Lisa, bolehkah aku bertanya ?"

"Tanyakan saja"

"Kau sudah menikah ?"

Aku tak ingin percaya bahkan aku tak menduga namun kau luar biasa, aku bahagia untukmu untuk kehidupan barumu bersama siapapun orang beruntung itu yang mampu menerimamu apa adanya bukan sepertiku yang terlalu menuntut padamu.

"Itu bukan urusanmu, jika kau hanya ingin memastikan anak itu maka jawabannya adalah Ruby anak kandungku"

Aku tahu aku yakin karena dia memiliki senyum cerahmu. Namun mengapa harus menamainya Ruby, lisa ? Kau membuatku semakin merasa bersalah karena kau membawa sebagian diriku bersamamu sedangkan aku tidak melakukan itu. Apa itu berarti kau ingin terus mengingatku dalam hidupmu ? Jangan lakukan itu bila menyakitimu tapi lakukan itu jika membahagiakan untukmu.

"Maaf aku tak bermaksud menyinggungmu namun aku  senang kau mendapatkan apa yang kau inginkan. Anakmu sungguh cantik dan lucu seperti ibunya"

"Terima kasih"

Meski aku menunggu jawaban lain darimu yaitu siapa orang yang beruntung itu namun baiklah, penjelasanmu sudah lebih dari cukup. Aku dan Ruby sempat berbincang meski tidak lama sebelum mommy entah dengan sengaja atau tidak membawa anakku dan Ruby kembali pergi menuju supermarket dan membiarkanku berdua bersama Lisa disini, aku yakin jika mommy sengaja melakukan ini pada kami.

The CommitmentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang