|||
Nini hingga detik ini aku tak ingin mempercayai jika kau telah pergi, aku ingin bertemu denganmu bahkan ditempat terakhirmu sekalipun. Nini, mommy berjanji akan membawaku padamu tapi aku ingin bertemu denganmu dalam keadaan sehat, aku ingin melihat wajahmu bukan pusara ataupun batu nisanmu.
Nini aku semakin tak sanggup menghadapi hidup, jika bukan karena Ruby mungkin akupun sudah mati. Mengapa kau meninggalkanku seperti ini, tidak masalah jika kau menjalani kehidupan bersama orang lain, setidaknya kau masih bernafas dan berada didunia yang sama denganku namun jika kau pergi meninggalkanku untuk selamanya, bagaimana caraku melihatmu nini.
"Ayo cepat Lisa, anak-anak sudah lapar, mengapa kau lambat sekali"
"Mom, bisakah kami pulang, aku ingin istirahat"
"Kau hanya ingin menenggelamkan wajahmu pada bantal dan menangis keras untuk semua yang terjadi serta penyesalanmu, mommy tahu itu. Bersabarlah, mommy janji akan membawamu ketempat terakhir Jennie namun detik ini tolong atur suasana hati untuk cucukku, makan sebentar saja setelah itu mommy akan mengijinkan kalian pulang"
Mommy benar, aku memiliki Ruby dan aku harus pandai mengolah emosi, aku tidak bisa mengedepankan egoku hanya memikirkan diriku sendiri, sekarang Ruby hanya memiliki aku, mama nya.
Nini, disini ada Ruby, seharusnya kau melihat bagaimana cantiknya versi kecil dari kita. Apa kau bisa melihatnya diatas sana ? Dia memiliki matamu, hidungmu, seluruh ekspresi marahmu, seluruh caramu saat merajuk, dia perfeksionis sepertimu nini.
"Hapus air matamu berhenti menangis Lisa, kita sudah sampai"
Bagaimana caraku menghentikannya, aku tak bisa menahannya, aku ingin pulang dan menjatuhkan tubuhku sejatuh-jatuhnya diatas ranjang, aku ingin melihat niniku meski dalam mimpi.
Nini, tetaplah bersamaku tolong kuatkan aku.
Kami sampai disebuah restaurant Jepang yang cukup ramai dan aku tak melihat kursi kosong satupun. Aku tak henti mengikuti langkah mommy masuk kedalam restaurant. Apa yang mommy harapkan, apakah dia akan meminta orang lain untuk menyelesaikan makanan mereka dengan cepat. Kami berdiri tak begitu jauh dibelakang sebuah meja dengan satu orang disana.
"Mom restaurant penuh dan kita tidak bisa makan disini, kami sebaiknya pulang"
"Apa kau tidak dapat bersabar dokter Lisa"
"Mommy !"
Lihatlah anak laki-laki itu melepaskan genggaman tangannya dari Ruby dan berlari seketika dengan suara lantangnya. Gray, ya itu namanya meski aku sesungguhnya tak ingin terlibat dengan siapapun yang menjadi bagian penting dari dirimu nini, aku hanya menghargaimu, itu saja. Anak itu memeluk seorang wanita yang duduk sendiri membelakangi kami tepat disebuah meja didepan mata kami.
Tunggu sebentar, Mommy ?!
Siapa wanita yang dia sebut mommy ? Tidak mungkin itu Jennie, mommy baru saja mengatakan dengan jelas jika Jennie sudah pergi lalu siapa wanita yang Gray panggil mommy ?
Aku menatap mommy yang hanya tersenyum tanpa rasa bersalah, dia bahkan memainkan kedua alisnya. Apa maksud semua ini mom, kau sengaja melakukan ini padaku dan aku semakin yakin jika itu adalah dia saat suaranya mulai terdengar begitu antusias membalas sapaan Gray padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Commitment
عاطفيةKisah cinta sepasang kekasih dengan perbedaan prinsip akan sebuah pernikahan. Salah satu tak akan pernah siap dengan sebuah komitment karena tak pernah melihat kebaikan dalam sebuah pernikahan, ia kehilangan kepercayaan pada sebuah pernikahan. Prins...
