15. The Commitment - Kiss isn't make up !

1.6K 167 90
                                        

|||

"Mommy yang mana yang lebih cocok, gaun ini atau yang pertama tadi ? Jika yang saat ini kucoba berwarna broken white sementara yang pertama tadi benar-benar putih"

"Mommy ?"

"Aunty ?"

"Mom ?"

"Y-ya ?"

"Mommy aku bertanya gaun mana yang lebih cantik ?"

"Gaun ? Ah ya, keduanya cantik jennie, mommy serahkan pada kalian berdua. Seharusnya kau tanya calon suamimu"

"I prefer broken white jennie, you're so gorgeous"

"Begitukah ?"

"Ya, tapi terserah kau saja"

"Baiklah jika itu pilihanmu maka kami sudah memutuskan untuk memilih gaun serta tuxedo broken white ini anna"

"Fine jika itu pilihan kalian, aku akan mempersiapkan semua yang terbaik, kau bisa berganti pakaian jennie dan aku akan langsung kembali ke kantor"

"Baiklah fitting telah selesai, aku akan mengganti pakaianku terlebih dahulu, terima kasih sebelumnya anna"

Sang ibu kembali terdiam melanjutkan lamunan yang selalu sama yaitu tentang seseorang disana. Seorang wanita yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri, seorang wanita yang akan menjadi paling tersakiti jika ia mengetahui sebuah kenyataan tentang pernikahan anaknya.

Sang ibu berulang kali memberikan pengertian pada jennie terkait kebohongan yang akan sangat menyakiti lisa namun jennie tak memiliki pilihan lain, ia tak ingin lisa mengetahui tentang rencana pernikahannya. Sekali saja jennie berbohong maka akan menodai jutaan kebenaran serta menyakiti satu hati sangat dalam.

Tanpa sadar, jennie sedang memberikan seseorang harapan palsu karena pada akhirnya itu akan teramat menyakitkan.

Fai sadar jika calon ibu mertuanya tidak sama sekali memberikan fokus sejak mereka melakukan fitting gaun pengantin dikediaman aunty kim. Fai memahami jika calon ibu mertuanya masih meragu, fai sadar jika ia belum sepenuhnya mendapatkan restu.

Sejauh ini, persetujuan aunty kim untuk anak semata wayangnya hanya karena rasa kasih sayang bukan atas dasar keyakinan hati pada calon menantunya namun sang ibu pasrah atas seluruh keputusan yang telah jennie buat.

"Aunty, apa kau baik-baik saja ?"

"Ya"

"Tapi maaf aunty, aku mungkin lancang memperhatikanmu sedari tadi. Tatapanmu kosong sekali, aku paham jika aunty belum sepenuhnya merestui pernikahanku dan jennie. Aunty, semua belum terlambat jika aunty masih meragu padaku maka kami akan membatalkannya hingga kau yakin bisa menerimaku sebagai menantumu, suami jennie anakmu"

"Bagaimana proses perceraianamu sejauh ini ?"

"Hari ini keputusan final dan kami secara hukum akan sah bercerai. Mantan istriku sudah mengurus semuanya"

Tak ingin membuang waktu, inipun yang selalu ada dalam benak aunty kim, yaitu perceraian. Hingga detik ini ia masih belum menerima bukti surat perceraian fai dan mantan istrinya.

Aunty kim hanya menganggukan kepalanya pasrah, ia masih tak percaya jika sang anak mampu memutuskan hal begitu cepat. Pernikahan memang bukan mengenai waktu dan usia namun ia tak ingin jika semua ini hanya pelampiasan jennie atas kekecewaannya pada lisa, ia tak ingin melihat kehidupan sang anak hancur seperti dirinya.

"Aunty, aku tak bermaksud untuk kurang ajar tapi aunty belum menjawab pertanyaanku mengenai restu"

"Apa yang membuat jennie bahagia maka aku sebagai ibu yang melahirkannya hanya akan mendukungnya, semoga pernikahan kalian diberkahi dan selalu berada dalam kebahagiaan tapi sekali saja kau membuatnya terluka maka aku yang akan membawa jennie kembali, aku yang akan menceraikam kalian. Aunty masih menunggu surat sah yang dikeluarkan negara atas perceraianmu bersama mantan istrimu, jika sampai satu hari sebelum hari pernikahan kau tak membawa surat itu atau kau memalsukannya hanya demi menikahi anakku maka kau terima akibatnya, tidak akan ada pernikahan diantara kalian"

The CommitmentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang