|||
"Oh Tuhan jadi kau hamil nini ?"
"Yes, i'm pregnant mom"
"Kemarilah, mommy ingin memeluk anak mommy dan calon cucu mommy didalam sana. Bayiku sudah dewasa dan dia akan memiliki seorang anak, mommy bahagia dengan kehamilanmu ini nini"
Bukankah ini mengejutkan namun mengapa respon suamiku begitu lambat. Dia termenung tak percaya menatapku dalam dekapan mommy yang berayun penuh kebahagiaan.
Aku tahu kau pasti masih terkejut bukan Fai ?
"Terima kasih Tuhan sudah mewujudkan impian anakku satu persatu. Mulai sekarang kau tak boleh stress dan tidak boleh terlalu berat dalam bekerja, kau harus menjaga calon cucu mommy didalam sana. Mommy berdoa untuk kesehatan keduanya, yaitu kau dan cucu mommy, sekali lagi selamat sayang"
"Terima kasih, doa mommy begitu berharga untukku. Anakku akan memiliki grandma super cool didunia ini"
Mengapa dia hanya diam mematung dengan hasil USG ditangannya ? Tak ada gurat senyum pun tawa bahagia diwajahnya, Fai menatap cemas mengedarkan pandangan kesegala arah, apa yang terjadi padanya ?
Aku menepati janjiku untuk memberikan mereka kejutan yang berharga. Fai baru saja kembali dari luar kota dan aku memasak masakan istimewa untuk kami bertiga. Mommy sempat mempertanyakan apa yang akan aku rayakan namun aku tetap merahasiakannya sampai Fai pulang kerumah ibuku. Aku meminta mereka duduk lalu meletakkan semua bukti kehamilan diatas meja, hasil tespack, hasil USG dan sebuah surat yang dikeluarkan rumah sakit bahwa aku dinyatakan positif hamil dan rencanaku berhasil.
Ini pertama kalinya selama aku menikah, mommy begitu bahagia mungkin merasakan apa yang aku rasakan. Meski bahagia mommy untuk kehamilanku bukan untuk pernikahanku namun setidaknya itu mampu merubah perasaan mommy meski perlahan. Aku percaya kehadiran seorang anak mampu merubah situasi dan menghangatkan suasana.
"Fai ?"
"Yes Jennie ?"
"Istrimu hamil kau tidak memeluknya, bercermin dan lohat ekspresi wajahmu itu, kau tidak bahagia ? Respon seperti apa itu Fai ?"
"I'm sorry aku masih tak percaya, aku terkejut aku bahagia mom"
Mungkin dia masih mencerna semua maka biarkan saja karena pada akhirnya diapun akan datang dan memelukku, siapa yang tidak bahagia dengan kehadiran seorang anak setelah menikah, bukankah itu salah satu yang dinanti setiap pasangan ?
"Kemarilah Jennie, benar apa yang diucapkan mommy, kau harus lebih banyak istirahat "
See, dia datang padaku mulai melebarkan senyum dan membawaku kedalam pelukannya bahkan Fai mengecup dahiku meski rasanya sedikit berbeda, aku melihat kegugupan dalam sorot mata serta perasaan yang dia bawa. Rasa yang disampaikan dalam pelukan mommy berbeda dengan rasa yang disampaikan pelukan Fai atau mungkin ini hanya perasaan saja, mood seorang ibu hamil yang mampu berubah seketika, perasaan ibu hamil akan lebih sensitif dan lebih mudah tersinggung, baiklah ini hal wajar Jennie.
"Jadi ini alasan kau memasak banyak makanan nini ? Seharusnya kau mengatakan terlebih dahulu. Mommy akan membantu dan tak akan membiarkanmu terlalu lelah memasak"
"Karena ini kejutan untuk Fai dan ibuku, kebahagiaan harus dirayakan. Fai, aku sudah memasak makanan kesukaanmu"
"Y-ya terima kasih, seharusnya kau tak perlu merepotkan diri Jennie. Kau harus menjaga kandunganmu"
"Baiklah kita rayakan kabar baik dihari bahagia ini dengan makan malam istimewa bersama. Ayo Jennie, Fai habiskan semua hidangan, Jennie membuatnya begitu istimewa karena ingin menyambut dan memberikan kejutan ini untuk kita semua"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Commitment
RomanceKisah cinta sepasang kekasih dengan perbedaan prinsip akan sebuah pernikahan. Salah satu tak akan pernah siap dengan sebuah komitment karena tak pernah melihat kebaikan dalam sebuah pernikahan, ia kehilangan kepercayaan pada sebuah pernikahan. Prins...
