|||
"Lihatlah dia seperti orang gila alice, sudah cukup lama sejak kami kembali dari Korea dia tak henti tersenyun pun tertawa sendiri. Dokter kandungan ini tidak ingin berbagi kebahagiaannya, hingga detik ini aku tak tahu apa yang terjadi padanya tapi bisa kupastikan ini berhubungan dengan kekasih hatinya"
Pertama kalinya selama kegiatanku disini aku merasakan diriku kembali terbang tinggi ke angkasa. Jennie pelakunya Alice, Rosie, mantan kekasihku namun kini dengan percaya diri mengatakan jika dia akan kembali menjadi kekasihku, tunggu saja hingga waktunya tiba.
"Kalian tahu perasaanku sungguh luar biasa, aku tak bisa mendeskripsikannya"
Aku seperti menemukan separuh jiwaku kembali. Kebahagiaanku bukan sekedar apa yang kami lewati dihari pertama bertemu namun lebih dari itu.
Aku tak memungkiri jika detik itu adalah waktu terbaik. Itu bukan pertama kali namun aku tak habis kata serta perasaan bahagia. Aku bisa merasakan dia masih mencintaiku, bahasa tubuhnya berbicara padaku, tak pernah berubah sejak dulu.
"Kau membuat kami penasaran dokter lisa"
"Pada intinya aku bahagia dan aku akan membawanya kembali padaku. Dia memberiku waktu empat belas hari untuk memutuskan kehidupan seperti apa yang akan kami jalani, aku harus benar-benar meneguhkan hati, memperbaharui seluruh prinsipku mengenai pernikahan. Aku tidak memungkiri banyak pelajaran yang aku dapat selama berada disini namun hatiku belum sepenuhnya yakin maka dalam sisa waktuku ini aku akan mengisi celah ragu dalam diriku, dia sedang memberiku kesempatan untuk kesekian kalinya, aku tidak akan mengecewakannya"
Empat belas hari, entah mengapa empat belas hari atau mungkin saja jennie sedang menguji keseriusanku dalam waktu empat belas hari ?
"Jadi kau berbincang banyak dengan mantan kekasihmu ? Dia memberimu kesempatan kedua ? Lisa, kau harus memanfaatkan semuanya"
Aku akan rosie aku berjanji dan dia percaya padaku jika aku bisa memutus seluruh pikiran buruk mengenai pernikahan. Saat itu kami berbincang banyak hal, aku sudah berjanji padanya jika aku akan kembali bahkan sebelum empat belas hariku habis, aku akan mengusahakannya dan itu berarti tepat 5 bulan aku berada disini. Dari sisa waktu yang ku miliki aku akan memintanya menikah denganku, tunggu aku nini bersabar. Kau ingin ketulusan serta kejujuran dari hati saat aku memintamu menjadi pendamping hidupku maka aku akan berusaha sekeras mungkin. Meski hingga hari ini bimbang masih menyelimutiku namun semoga saja dari sisa waktu ini semua akan berubah, aku ingin Tuhan memberiku pengalaman berharga yang mampu mengubah seluruh sudut pandangku mengenai pernikahan.
"Baiklah dokter lisa kita simpan terlebih dahulu kisah cintamu itu karena sekarang kau harus kembali bekerja. Pasien konsultasi selanjutnya yaitu seorang wanita dengan riwayat kesehatan tidak baik-baik saja, dihadapanmu adalah rekam medis serta seluruh hasil tes lab kondisi rahim dan sel telurnya"
"Enami ?"
"Ya, kanker ovarium stadium 3. Berikan kalimat terbaikmu untuk menyampaikan kabar buruk ini padanya, haruskah aku mempersilahkannya masuk sekarang dokter lisa ?"
"Seperti dugaanku yaitu pengangkatan rahim. Alice bisakah kita lakukan pemeriksaan ulang, jika perlu kita pergi ke rumah sakit besar di kota, mungkin saja diagnosaku salah"
"Rekam medis itu sudah murni, lab pusat yang mengirimkan berkasnya dokter lisa, vonis ini sudah final"
"Wanita itu terlalu baik untuk diberikan penyakit sekeras ini. Baiklah, bawa enami dan suaminya masuk Alice"
|||
What did i do ?
Ternyata nyanyian hatiku masih hanya untuknya. Bersamanya, hidup berwarna seindah pelangi. Cinta kami melaju seperti angin, tak perlu kata-kata bahkan hanya dengan satu pandangan dan hatiku terbang, hanya dengan satu sentuhan aku terselamatkan dari rindu yang mendalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Commitment
RomanceKisah cinta sepasang kekasih dengan perbedaan prinsip akan sebuah pernikahan. Salah satu tak akan pernah siap dengan sebuah komitment karena tak pernah melihat kebaikan dalam sebuah pernikahan, ia kehilangan kepercayaan pada sebuah pernikahan. Prins...
