|||
"Istirahatlah, rebahkan tubuhmu ayo mommy bantu"
"Dadaku sesak mommy, nini ingin duduk sebentar saja"
Inilah aku dengan seluruh dari yang tersisa, hanya aku, calon anakku serta ibuku. Aku hanya mampu menertawakan diriku sendiri, aku seperti manusia hina yang dibenci, sahabatku mungkin sebentar lagi akan pergi, sudah lama dia membuat hubungan kami seperti teman biasa bahkan hanya partner dalam pekerjaan, Jisoo perlahan menjauh dariku. Ya, ini semua salahku tetap salahkan aku, aku menyadari itu.
"Perutmu sudah tidak sakit lagi ?"
"Hanya sedikit mom"
"Wajahmu pucat nini, ayo berbaringlah nak"
"Nini baik-baik saja, aku ingin duduk"
Seharusnya aku mendengar nasihat ibuku, seharusnya aku tak mengedepankan egoku. Lihatlah dalam waktu terpurukku hanya mommy yang setia berada disampingku seburuk apapun keputusan hidup yang aku ambil, aku akan tetap kembali pada mommy, dia yang akan selalu membuka lebar kedua tangannya untukku.
"Bagaimana jika kita pergi kerumah sakit untuk memeriksa kondisimu dan calon cucu mommy didalam sana ?"
"Mom, aku dan calon cucumu baik-baik saja"
"Mommy tetap saja khawatir nini. Hey cucuku, kau dan ibumu hebat juga kuat, cepatlah lahir grandma tidak sabar ingin mendengar suara nyaringmu atau bagaimana jika mommy hubungi Joy saja agar dia datang kerumah ?"
Aku mungkin tertawa melihat ibuku yang setiap hari berbicara dengan cucunya namun tawa itu menyimpan banyak kesedihan, arti tawaku ternyata hanya untuk menertawakan diriku sendiri.
Miris aku melihat diriku sendiri dihadapan cermin, aku yang bodoh, egois dan tak mampu bersabar untuk hati yang kupaksa pergi.
Mommy aku yakin kau merasakan apa yang aku rasakan. Kita hanya sedang bersembunyi dari duka dan ras perih. Kita menyembunyikan luka dibalik tawa, aku dan ibuku hanya sedang memanipulasi diri, seolah baik-baik saja nyatanya tidak.
"Joy butuh istirahat dan pasiennya bukan hanya aku. Ahh ssshhhh----"
"Lihatlah, kondisimu tidak baik-baik saja kita kerumah sakit sekarang saja nini, mommy benar-benar khawatir !"
Kembali salahkan aku yang tak mampu menjaga kondisi tubuhku pun dengan kandunganku. Maaf karena mommy kau mengalami masa yang tidak dapat dikatakan baik-baik saja, maaf karena mommy membuatmu tidak nyaman berada didalan sana. Maaf karena keegoisan mommy hingga berdampak pada tumbuh kembangmu. Tuhan, tolong jaga anakku, berikan seluruh rasa sakit padaku tapi sehatkan dia didalam sana, jangan titipkan sedikitpun kekurangan jangan simpan satupun penyakit yang akan mengganggu tumbuh kembangnya. Aku, cukup aku saja Tuhan, jangan libatkan anakku dalam takdir yang sudah kau gariskan, biar aku yang memeluk seluruh balasan atas perbuatanku.
"Mommy aku masih bisa menahannya, ini hanya kram kecil"
"Kau yakin ?"
"Aku baik-baik saja mom"
"Jika merasakan sakit yang berlebih katakan pada mommy, jangan menyembunyikannya. Tidak terasa usia kandunganmu sudah 8 bulan nini. Sebentar lagi kau akan melahirkan, bersabarlah, kau akan menjadi ibu hebat"
Semoga aku bisa menjadi ibu hebat meski aku pernah menjadi pasangan buruk bagi seseorang. Pepatah benar membuktikan jika Tuhan memasangkan yang baik dengan yang baik begitupun sebaliknya. Aku buruk, terlalu buruk hingga aku memilih pasangan terburukku, maafkan aku.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Commitment
RomansKisah cinta sepasang kekasih dengan perbedaan prinsip akan sebuah pernikahan. Salah satu tak akan pernah siap dengan sebuah komitment karena tak pernah melihat kebaikan dalam sebuah pernikahan, ia kehilangan kepercayaan pada sebuah pernikahan. Prins...
