|||
"Seseorang sepertinya sedang berbahagia ?"
"Itu aku joy, wajahku berseri bukan ?"
"Sangat berseri sejak tiga hari lalu namun wajahmu sungguh masam sejak 1 minggu sebelumnya. Biar kutebak, kiss and make up huh ? Jadwal kalian pasti rutin setiap malam ?"
"Aku selalu menyukai sesi bercinta setelah pertengkaran hebat, rasanya seperti ah--- sudahlah, kau tentu berpengalaman bersama suamimu"
"Tentu saja, kita berpengalaman bahkan bersertifikat"
"Berhenti membahas keabsahan, sekarang kau memuji pernikahan kalian tapi beberapa bulan lalu kau menangis karena suamimu selalu mengutamakan ayah dan ibunya, payah. Hubunganku dan jennie lebih baik dibandingkan pernikahan kalian. Kau terkejut karena suamimu berubah setelah menikah, kau tak melihat sikap itu sebelumnya, bagaimana bisa seperti itu joy. Sudah kuperingatkan jangan terlalu cepat memutuskan menikah"
"Kau benar, aku sepertinya terlalu cepat memutuskan menikah tanpa mengetahui lebih dalam sifat sesungguhnya suamiku"
Proses berpacaran untuk sebagian pasangan adalah sebuah tipu daya, tidak sedikit mereka hanya ingin memperdaya kekasihnya agar mereka diterima pun dipercaya. Mereka menunjukkan seluruh kebaikan sikap diawal namun berubah saat setelah menikah,
Menurut lisa itu bukanlah cinta melainkan nafsu. Lain halnya dengan apa yang ia dan jennie miliki, lisa mempercayai dan tulus memberikan seluruh perasaannya dari hati.
"Tapi lisa"
"Hm ?"
"Jangan jadikan pengalaman buruk orang lain menjadi ketakutan akan sebuah pernikahan. Kehidupan kalian berbeda, bangun dengan cinta serta kejujuran, kalian memiliki itu aku bisa melihatnya. Jennie mungkin memberimu kesempatan namun bukan berarti dia tak akan mempertanyakannya lagi, kalian memang saling mencintai dan merindukan maka jennie memutuskan untuk kembali bersama namun aku yakin logikanya masih bertahan dengan komitmen sebuah pernikahan. Berhati-hatilah dalam berbicara pun bersikap, dia mungkin saja sedang menahannya dan jangan sampai itu menjadi bom waktu dikemudian hari dan saat itu terjadi berdoalah agar kau selamat dari jennie"
Bom waktu ?
Jalinan kasih sudah kembali dan lisa berjanji tak akan pernah menyinggung pernikahan, tak perlu ada pembahasan apapun. Sejak keduanya kembali bersama beberapa hari lalu, tak ada pembahasan mengenai pernikahan, lisa menahan semuanya begitupun dengan jennie, lisa yakin mereka akan baik-baik saja setelah ini.
Jalan damai adalah jalan cinta. Cinta adalah kekuatan terbesar di bumi, itu menaklukkan segala sesuatu termasuk jennie. Namun lisa melupakan satu hal bahwa bom waktu mungkin saja terjadi.
Hubungan yang sedang dijalani saat ini mungkin terlihat baik-baik saja dan tak terlihat masalah. Meski begitu, waspada tetaplah harus dijaga untuk kebaikan dan kepentingan sebuah hubungan kedepannya.
Lisa tak henti menggerakkan satu kakinya, ia duduk cemas menatap sebuah frame memuat foto dirinya dan jennie, isi kepalanya berkelana jauh menyadari ucapan teman sejawatnya selama ini mengenai bom waktu. Lisa perlahan membenarkan dan kembali berpikir buruk jika jennie mungkin saja belum sepenuhnya melupakan akar permasalahan yang selalu mereka perdebatkan.
"Berhenti melamun dan hentikan pikiranmu itu, inilah kebiasaan burukmu lisa, kau selalu memikirkan hal negatif terlebih dahulu. Dengar, kau akan selalu berada dalam kebaikan bersama jennie, lupakan seluruh ucapanku, aku memiliki informasi penting untukmu"
"Informasi ?"
"Multidisipliner project"
"What ? No joy jangan katakan jika---"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Commitment
RomansKisah cinta sepasang kekasih dengan perbedaan prinsip akan sebuah pernikahan. Salah satu tak akan pernah siap dengan sebuah komitment karena tak pernah melihat kebaikan dalam sebuah pernikahan, ia kehilangan kepercayaan pada sebuah pernikahan. Prins...
