[TYPO BERTEBARAN]
Dalam perjalanan pulang setelah mengunjungi makam kekasihnya yang gugur akibat peristiwa berdarah pada tahun 1965 lalu, Elizabeth mengalami sebuah kecelakaan hebat. Mobil yang dia kendarai tertabrak sebuah truk bermuatan besar hing...
Seorang perempuan mengerjapkan matanya berulang kali setelah kesadaran masuk ke dalam dirinya. Perempuan itu meringis, merasakan kepalanya agak pening. Dia mengedarkan pandangannya ke tempat di mana dia terbangun. Perempuan itu adalah Elizabeth yang beberapa saat lalu mengalami kecelakaan hebat.
"HA?!" Elizabeth syok bukan main saat menyadari sekelilingnya seperti ruangan yang sangat dia kenali. Tapi seharusnya ruangan itu sudah berubah total dan bahkan tidak bisa di tempati lagi, tapi kenapa malah kembali seperti puluhan tahun yang lalu. Ruangan yang di maksud itu adalah kamar Elizabeth di rumah Jenderal Nasution saat dirinya masih muda dulu.
Merasa ada yang tidak beres, Elizabeth langsung menyentuh wajahnya. Dia merasakan wajahnya halus, tidak seperti wanita tua yang pastinya memiliki kerutan dan tidak kencang lagi. Apalagi, Elizabeth tidak pernah melakukan operasi untuk membuat wajahnya kencang di usia tua. Beruntungnya, dia terlihat awet muda meskipun sudah berusia senja dan memiliki banyak kerutan.
Elizabeth tentu kaget saat merasakan wajahnya sangat halus di permukaan telapak tangannya. Dia buru-buru pergi ke arah cermin untuk melihat bagaimana kondisi wajahnya.
Elizabeth melotot saat melihat wajahnya. Bukan wajahnya di usia tua, tapi wajahnya di saat usianya sekitar dua puluh tahunan. Nafasnya seperti tercekat beberapa saat, dia bahkan sampai terjatuh karena syok melihat wajahnya sendiri. Oh bagaimana tidak syok, wajah tuanya berubah kembali muda. Tidak hanya wajah, fisiknya tentu saja berubah ke usia dua puluh tahun.
Elizabeth juga melihat ke pakaian yang dia kenakan. Elizabeth memakai atasan berwarna cream yang di balut rompi merah. Bawahannya, dia memakai rok plaid. Pakaian khas tahun 60-an.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Elizabeth ingat pakaian ini, pakaian jenis seperti ini cukup sering dia pakai selama masa kuliahnya. Di masa kuliahnya, Elizabeth benar-benar seperti gadis-gadis Eropa atau Amerika. Dia lebih sering memakai pakaian yang sedang trendy di Amerika atau Eropa di zaman itu. Termasuk yang sekarang dia kenakan ini. Maklum, selama tiga belas tahun dia tinggal di kawasan Eropa yang terkenal karena modenya.
Hal itu terkadang membuat dirinya di ejek beberapa teman kuliahnya karena pakaian yang dia pakai pada saat itu 'agak aneh' di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan ada yang meragukan nasionalisme Elizabeth perihal pakaian yang dia kenakan. Bahkan ada yang terang-terangan mengatakan dia mempermalukan nama pamannya. Terkadang, Elizabeth terlibat adu mulut dengan orang yang mengejeknya itu, tapi atas nasihat pamannya, Elizabeth lebih sering bersikap tidak perduli dengan ejekan itu. Om Nas-nya itu mengatakan 'Biarkan ejekan itu terus mereka lontarkan, toh ejekan mereka itu tidak benar. Meskipun kamu campuran, bukan berarti kamu tidak cinta dengan Indonesia kan?'.
Elizabeth melihat ke arah kalender. Dia membulatkan matanya saat melihat tahun kalender itu. 1964. Tahun di mana dia masih kuliah. Berarti usianya masih dua puluh tahun, ralat, kembali ke usia dua puluh tahun.
"Seharusnya aku berada di jurang! Ada apa ini sebenarnya?!" Tanya Elizabeth pada dirinya sendiri. Perlahan dia bangun dari posisi jatuhnya. Dia berjalan menuju pintu keluar kamarnya untuk mengecek keadaan.