20. Caught in the Act

1.1K 120 5
                                        

CW : KISSING

___

Gadis dengan mata biru itu hanya menatap lurus ke sebuah pohon rindang yang tidak jauh dari tempat dia duduk. Tangannya bersidekap. Meskipun tatapannya datar, tapi air matanya terus mengalir tanpa henti. Menangis. Penyebab utama dia menangis karena kesal bukan main. Apalagi, dia belum puas menghajar orang yang membuatnya kesal seperti itu.

"Elizabeth," sebuah elusan lembut mendarat ke kepala gadis itu. Membuat Elizabeth mengadah ke arah orang yang mengelus kepalanya. Siapa lagi kalau bukan Pierre. Sedari tadi pria itu berdiri di belakangnya, membiarkan Elizabeth tenang dan tidak mengamuk seperti tadi. Di rasa sudah tenang, Pierre langsung mendekati gadis kesayangannya itu.

Pierre merengkuh tubuh Elizabeth yang lebih pendek darinya itu. Memberikan kecupan yang agak lama di kening gadis itu. Elizabeth selalu nyaman jika Pierre memperlakukannya seperti ini. Demi apapun, Pak Nas saja kewalahan menghadapinya, tapi Pierre dengan mudah menenangkan gadis ini meskipun pada awalnya sempat memberontak di gendongannya.

"Sudah jangan fikirkan orang itu, anggap dia hanya angin lalu," bisik Pierre lembut sambil terus mengusap rambut halus kekasihnya itu.

"Angin lalu? Dia adalah bagian orang-orang yang telah merenggut kamu dari aku, Mas,"  lirih Elizabeth di dalam hatinya. Dia tidak bisa menganggap pihak kiri adalah angin lalu, karena pihak itu adalah pihak paling brengsek di dalam hidupnya. Apalagi jika bertemu pemimpin tertingginya, itu sama saja seperti merobek luka lama yang tidak akan pernah sembuh.

"Mereka itu keparat, Mas Pierre. Mereka itu tukang fitnah, tidak pernah bertingkah baik. Aku benar-benar benci kaum itu. Aku sangat berharap mereka di singkirkan oleh para petinggi angkatan darat," ucap Elizabeth, suaranya berat karena efek menangis tadi, tangannya memeluk erat lengan Pierre yang tengah merengkuhnya.

"Mereka itu sampah dan musuh idiot angkatan darat, mereka ingin membuat angkatan darat tunduk, memfitnah mereka dan bahkan membunuh mereka," Elizabeth tidak sadar mengatakan hal itu, membuat Pierre agak syok saat mendengar apa yang Elizabeth katakan. Pria tampan itu melepaskan Elizabeth dari pelukannya, membuat gadis itu menatap ke arahnya.

"Membunuh mereka? Apa yang kamu katakan?" Tanya Pierre mengedipkan matanya, tatapannya syok. Elizabeth terdiam, dia bingung sekaligus panik karena apa yang di katakan oleh dirinya sendiri. Tapi, gadis itu berusaha untuk tetap tenang, dia menangkup wajah Pierre. "Suatu saat kau akan paham dengan apa yang aku katakan. Yang terpenting, jangan pernah pasrah atau bahkan menyerahkan dirimu pada mereka. Lawan meskipun itu harus menghancurkan seisi rumah om Nas," ucap Elizabeth dengan senyum merekah di wajahnya, senyum itu dia tunjukkan untuk menenangkan hati Pierre sekaligus memberikan pria itu petunjuk karena peristiwa mengenaskan yang akan terjadi di tahun itu.

Pierre memiliki daya ingat yang kuat, Elizabeth yakin Pierre akan mengingat apa yang dia katakan. Jika peristiwa mengenaskan itu terjadi, Elizabeth harus membuat Pierre melawan, tidak pasrah ataupun menyerahkan diri.

"Mas Pierre, jika suatu hal buruk terjadi. Izzie mohon, dengarkan apa yang Izzie katakan, jangan bantah Izzie," lanjut Elizabeth lalu memeluk Pierre erat. Pierre bengong, kepalanya langsung di penuhi teka-teki dengan apa yang Elizabeth katakan. Gadis itu seperti memberi petunjuk, tapi petunjuk apa? Bahkan gadis itu menyuruhnya untuk menuruti setiap kata yang dia ucapkan.

Pierre yakin, Elizabeth menyembunyikan sesuatu hal yang besar. Gadis ini bicara seolah-olah tahu segalanya tentang pihak kiri dan ketidaksukaan angkatan darat terhadap pihak palu arit itu.

Di saat dua insan itu sedang berpelukan, seorang perwira yang sedang membawa segelas jus jeruk terdiam tidak jauh dari mereka. Pria itu sedari tadi mendengar apa yang Elizabeth katakan. Dia tidak salah dengar. Dia mendengar dengan jelas apa yang Elizabeth katakan, gadis itu memberi sebuah petunjuk besar kepada pria yang di cintainya itu.

Elizabeth's Past (Discontinued)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang