Lennard gila.
Dua kata yang mendeskripsikan kondisi anak laki-laki berdarah Jerman itu. Memang, dari luar kelihatannya Lennard terlihat biasa saja, malah normal. Tapi di dalam hatinya beberapa kali berteriak kencang saat melihat gadis cantik yang tengah bermain ayunan sendiri di taman belakang keluarga Rasendriya. Jika dia mengikuti kata hatinya, Lennard mungkin sudah salto puluhan kali di hadapan banyak orang.
Gadis cantik yang beberapa menit yang lalu dia ajak berkenalan. Gadis cantik yang sukses membuatnya tertarik dalam sekejap. Mahira. Ya, gadis yang di bilang adalah sepupunya Letnan Satu Ramawijaya adalah satu-satunya gadis yang sukses dia ajak berkenalan karena inisiatifnya dirinya sendiri. Bukan karena si gadis duluan yang mengajaknya kenalan.
Pak Rasendriya saja bahkan cukup kaget saat melihat putranya mengajak seorang gadis langsung berkenalan. Padahal selama tujuh belas tahun dia melihat Lennard tumbuh dewasa, putranya itu agak kurang mau bergaul dengan para gadis. Katanya sangat merepotkan, apalagi jika ada yang dramatis.
"Kau tertarik pada gadis itu, eh?" Lennard melirik ke samping kirinya saat seorang anak laki-laki seumurannya secara tiba-tiba berdiri di sampingnya sambil memegang sebuah gelas. Lennard menatap anak laki-laki itu jengkel, atau lebih tepatnya terjurus ke arah kebencian.
"Aku baru tahu ayahku mengizinkan anak dari penjilat murahan ini bergabung ke pesta ulang tahunnya," Lennard tersenyum mengejek yang langsung di hadiahi pelototan mematikan dari anak itu.
"Jaga bicaramu! Jika kau bukan anak Pak Rasendriya aku akan menghajarmu, Lennard," Lennard terkekeh mendengar ancaman itu, dia mengangkat alisnya, menatap anak laki-laki itu dengan penghinaan.
"Kau ingin menghajarku? Bisa saja, tapi resikonya adalah kau dan ibumu yang penjilat murahan itu akan di tendang oleh ayahku, boom!" Ucap Lennard terkekeh sambil menyentil kasar kening pemuda di hadapannya itu. Si pemuda langsung menepis kasar tangan Lennard. Tatapannya menyiratkan bahwa dia sebenarnya sangat ingin memakan hidup-hidup anak berdarah setengah Jerman itu.
"Mungkin sekarang kau masih bisa leluasa menghinaku, tapi saat ibuku menjadi Nyonya Rasendriya, maka apa yang menjadi milikmu juga akan menjadi milikku!" Di sisi lain, Lennard ingin menampar wajah anak laki-laki tersebut, tapi di sisi lainnya dia benar-benar ingin menertawakan apa yang dia katakan.
"Dengarkan aku baik-baik, Harjasa. Sekalipun ibumu yang penjilat itu rela berpindah agama untuk menjadi istri ayahku, dia tak akan bisa mendapatkannya. Pelayan tetaplah pelayan, jangan bermimpi untuk menjadi Nyonya apalagi merenggut apa yang aku miliki. Level ibumu bahkan jauh di bawah ibuku. Tidak ada garis Rasendriya yang menikah dengan penjilat, bangunlah dari tidurmu itu. Kau bukan di negeri dongen yang di bangun Disney," anak laki-laki yang bernama Harjasa itu sepertinya sudah memiliki tanduk di keningnya jika dia bisa bertransformasi menjadi iblis saat mendengar apa yang Lennard katakan.
"Bersyukurlah dengan apa yang kau punya sekarang, jangan serakah. Kau beruntung ayahku rela menyekolahkanmu di sekolah yang setara denganku di Jakarta, bahkan sudah menganggap ibumu itu sebagai keluarga. Ingat siapa yang membawamu ke sini? Mendiang ibuku, Nyonya Nancy Rasendriya. Dia yang mengangkat derajat ibumu, tapi sekarang dia malah ingin merenggut posisi ibuku? Menjijikan. apa kalangan bawah seperti kamu tidak punya etika?" Harjasa melotot di kalimat terakhir Lennard yang benar-benar terangan menghinanya. Menghinanya sangat menusuk pula.
"Kau bahkan tidak bisa mengendalikan mulutmu, kasihan sekali Pak Rasendriya punya anak yang menghina orang-orang kecil," bukannya tumbang, Lennard malah mengangkat dagunya semakin tinggi, mendekatkan dirinya pada Harjasa dan memberinya tatapan menantang.
"Aku tidak menganggap semua kalangan bawah tidak punya etika, apa kau bodoh hingga tidak mengerti apa yang aku katakan. Kalimatku hanya tertuju padamu, dasar tolol!" Pelan tapi menusuk, dua kalimat yang bisa membuat siapapun marah atau bahkan sakit hati jika di bilang seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Elizabeth's Past (Discontinued)
Fantasy[TYPO BERTEBARAN] Dalam perjalanan pulang setelah mengunjungi makam kekasihnya yang gugur akibat peristiwa berdarah pada tahun 1965 lalu, Elizabeth mengalami sebuah kecelakaan hebat. Mobil yang dia kendarai tertabrak sebuah truk bermuatan besar hing...
