22. She Looks Like Pierre (2)

1K 126 4
                                        

Elizabeth melongo mendengar penuturan dari mulut Mahira kenapa Rama dan Pierre menarik-nariknya seperti tambang tadi. Awalnya Elizabeth bertanya dengan Rama, tapi Pierre terus memotong apa yang ingin Rama jawab, alhasil mereka kembali adu mulut. Dan itu berujung mereka kembali di geplak oleh Elizabeth agar diam.

Pierre dan Rama tidak berguna untuk menjawab karena mereka pasti adu mulut, Elizabeth tentu langsung bertanya pada Mahira penyebab perkelahian Rama dan Pierre tadi. Elizabeth beberapa kali menginjak kaki dua perwira hebat itu karena mereka ingin 'bergabung' dengan kalimat-kalimat yang dilontarkan Mahira. Atau lebih tepatnya, memotong ucapan.

Jantung Elizabeth berdegup kencang saat Mahira mengatakan kalau Pierre mirip dengan mendiang papinya. Alasan ini juga dia gunakan pada Pierre saat Elizabeth menceritakan masa lalunya yang kelam, lebih tepatnya 'mengarang' masa lalunya. Elizabeth sama seperti Pierre, menaruh rasa penasaran dan curiga pada Mahira. Hanya saja, Elizabeth terus menyangkal kalau Mahira bukan orang dari masa depan (padahal dirinya sendiri berasal dari masa depan), sedangkan Pierre bersikeras kalau Mahira adalah beneran putrinya dari masa depan. Pria itu sepertinya semakin mempercayai teori perjalanan waktu. Teori diluar nalar manusia. Tanpa mengetahui bahwa sebenarnya kekasihnya juga datang dari masa depan dengan tujuan mengubah takdir.

"Mas, mirip dengan papinya bukan berarti Mahira itu benar anak kamu dari masa depan. Perjalanan waktu itu ndak ada. Kamu pagi-pagi melantur saja," Elizabeth menghela nafas kasar dan menggelengkan kepalanya. Pierre masih tidak terima akan hal itu, dia sangat yakin kalau Mahira memang benar putrinya.

"Ikatan batin itu tidak pernah melantur, Elizabeth. Saya yang merasakan ikatan batin kuat itu, apa kamu tidak merasakannya?" Tanya Pierre lirih, tidak peduli dia dicap tidak waras atau sinting. Ikatan batin tidak bisa membohongi siapapun.

Elizabeth terdiam saat Pierre menanyakan soal ikatan batin yang dia rasakan pada Mahira kuat atau tidak. Jika Elizabeth boleh jujur, dia juga merasakan ikatan batin yang kuat dengan Mahira. Pertama kali melihat Mahira, Elizabeth langsung memiliki rasa sayang kepada gadis muda tersebut. Tapi seperti yang dikatakan tadi, Elizabeth menyangkal.

"Kamu tahu, saat melihat gelang safir yang dia pakai, saya mengalami sakit kepala dan mendengar suara-suara aneh di kepala saya. Lalu saya juga melihat banyak sekali rentetan skenario buram yang berputar terus menerus di kepala saya," Elizabeth langsung kembali menengok ke arah Mahira saat Pierre mengatakan soal gelang yang dipakai oleh gadis tersebut. Elizabeth mengangkat tangan Mahira yang memakai gelang safir tersebut.

Pierre benar, Mahira memakai gelang safir yang sangat indah dan kelihatan mahal. Elizabeth memperhatikan dengan seksama gelang itu. Dan belum satu menit, dia malah merasakan deja vu, seperti sangat familiar dengan gelang itu tapi dia lupa dimana dia melihat gelang itu. Bahkan dia merasa, dia pernah memegang gelang itu secara langsung.

"Aku seperti familiar dengan gelang ini. Tapi dimana aku melihatnya?" Tanya Elizabeth pada dirinya sendiri. Dia juga heran kenapa tiba-tiba dia malah familiar dengan gelang itu, seingatnya selama terlempar ke masa ini, dia tidak pernah melihat gelang seperti itu. Dan di kehidupan sebelumnya, dia juga tidak pernah melihat gelang seperti itu. Mahira mendongak ke arah gadis blasteran Perancis itu saat tangannya di pegang agak lama, dan Elizabeth malah melamun memperhatikan gelang itu.

"Kenapa kamu diam, Elizabeth? Kamu merasakan hal yang sama seperti saya?" Tanya Pierre memecah lamunan Elizabeth yang memegang tangan Mahira begitu lama. Elizabeth menggeleng, dia melepas tangan Mahira dan menghela nafas menatap Pierre.

"Mungkin kamu memang kurang enak badan, Mas. Jadi pusing dan berhalusinasi tadi," Pierre mengusap wajahnya kasar, dia tidak terima gadisnya itu mengatakan bahwa dirinya berhalusinasi dan sakit.

Elizabeth's Past (Discontinued)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang