16. Bad Rumors

1K 124 11
                                        

Elizabeth tidak mengerti apa yang dia perbuat hingga setiap dirinya lewat di beberapa titik kampus, para mahasiswa maupun mahasiswi berbisik-bisik tidak jelas. Membuatnya risih berat karena dirinya seperti habis keluar dari penjara akibat tindakan kriminal.

Itu sudah berlangsung sejak dirinya menginjakkan kaki di kampus di pagi hari. Semua mata tertuju padanya. Dia memang terkenal karena merupakan keponakan Jenderal Nasution, tapi tidak biasanya para mahasiswa di sini malah menancapkan perhatian mereka ke Elizabeth. Malah dengan bisik-bisik tidak jelas.

Elizabeth awalnya tidak ingin menggubris akan hal itu, dirinya yang tidak punya teman khusus alias sahabat di masa kuliah saja tidak menganggu hidupnya. Namun, lama kelamaan Elizabeth tentu akan tidak nyaman dengan tatapan dan bisikan aneh entah dari junior, kakak tingkat atau teman satu tingkatnya.
Dia sedang menunggu Pierre untuk menjemputnya. Pierre menyuruhnya menunggu di taman kampus saja, karena dirinya tidak ingin gadis kesayangannya itu kepanasan di dekat gerbang kampus. Elizabeth berusaha tetap tenang meskipun jauh di lubuk hatinya, dia sebenarnya ingin menonjok para mulut mahasiswa yang terus berbisik tidak jelas saat melihat dirinya.

"Kurasa yang kamu katakan benar,"

"Oh tentu saja benar. Gunakan saja logika kamu, tidak ada paman sedermawan atau sebaik itu pada keponakannya,"

Elizabeth menengok ke belakang saat mendengar suara gadis yang sangat dia kenali. Ranti. Ya, Ranti Lituhayu. Gadis yang membuatnya menangis di malam tahun baru beberapa waktu yang lalu akibat mulut jahatnya soal mendiang orang tuanya. Elizabeth beberapa kali melihat Ranti di Universitas Nasional, karena gadis itu ternyata benar, dirinya mengemban pendidikan sarjana di Universitas Nasional. Elizabeth tentu tidak mau bertegur sapa dengan Ranti meskipun beberapa kali melihat gadis itu berkeliaran di kampus. Elizabeth sudah terlanjur membenci setengah mampus gadis itu, apalagi dengan kelakuannya yang gatal dan tidak punya etika terhadap orang yang sudah meninggal.

"Di di urus oleh omnya itu sejak usia remaja, aku tidak yakin jika om-nya itu tulus menganggapnya sebagai anaknya sendiri. Pasti ada apa-apanya, yang dari aku dengar juga dia sebelum kuliah sekolah di sekolah taraf Internasional dan lanjut pendidikan SMA ke Eropa. Mana mau seorang OM mau membiayai keponakannya sampai setinggi itu, bahkan dia kuliah tinggi. Seharusnya itu untuk anaknya saja. Apalagi omnya itu Jenderal bintang empat, beristri dua juga tidak masalah. Logikanya, seharusnya pendidikannya mungkin hanya sampai SMA saja, itupun SMA abal-abal pasti. Hal itu yang membuat aku semakin yakin kalau dia itu nusuk tantenya dari belakang, alias jadi istri omnya sendiri, apalagi hubungan ibunya dan omnya itu cuma sebatas sepupu,"

Elizabeth melotot kaget saat mendengar hal-hal bodoh yang di katakan oleh Ranti. Teman-teman Ranti bahkan mengelus dada mendengar apa yang di katakan oleh Ranti, seolah-olah mereka benar-benar percaya apa yang di katakan oleh Ranti.

Elizabeth langsung mengerti kenapa banyak yang bisik-bisik saat melihatnya sejak tadi pagi. Ternyata sumber masalahnya di nyalakan oleh gadis Semarang itu. Ranti membuat rumor bahwa hubungan Elizabeth dan Pak Nas itu seperti hubungan yang jauh di atas antara keponakan-paman, lebih terjurus ke cinta terlarang. Elizabeth tidak habis fikir ada orang yang punya fikiran sekotor itu soal hubungan dirinya dengan pamannya itu. Bahkan menyebarkan fitnah. Mengatakan bahwa dirinya menusuk tantenya sendiri saja itu sudah masuk golongan fitnah yang sialan, apalagi mengatakan bahwa dia dan pamannya menjalin cinta terlarang karena pamannya membiayai dan mengurusnya setara seperti Ade dan Yanti, anak kandung omnya.

"Ya Allah, jahat banget ya kalau begitu. Kasihan sekali tantenya, di khianatin begitu. Ngga tau berterima kasih,"

"Wajahnya saja tenang dan penuh wibawa, tapi malah ngga jauh beda sama wanita asusila," 

"Selain sama omnya, mungkin dia udah berapa kali main gila sama para perwira muda. Kalian pasti tahu kan dia itu terkenal di kalangan perwira-perwira muda ABRI. Dia gunain fisik londonya itu buat merayu ke tempat tidur mungkin ya, haha," ucap Ranti di iringi tawa menggelegar, menganggap hal itu lucu untuk semakin menjatuhkan Elizabeth. "Kasihan sekali istri atau pacar itu perwira-perwira yang jadi ajudan omnya, di makan pasti sama 'anak kesayangan' Jenderal," lanjutnya dengan wajah sedih yang di buat-buat. Elizabeth mengepalkan tangannya, matanya langsung menyalang marah, urat-urat di lehernya bermunculan, rahangnya mengeras melihat tingkah Ranti yang sangat tolol itu.

Elizabeth's Past (Discontinued)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang