"SESEORANG TOLONG! DIA TERTEMBAK!" Teriakan menggelegar Elizabeth langsung terdengar di lobi utama RSPAD. Suster yang sedang berjaga di sana langsung mengenali siapa Elizabeth, keponakan Panglima saat ini.
Dibelakang Elizabeth, ada Pierre yang tengah menggendong Mahira yang wajahnya benar-benar sudah sangat pucat, tubuhnya sangat dingin seperti habis di angkat dari kolam es. Beberapa perawat laki-laki datang dengan brankar, mereka langsung tahu apa yang seharusnya mereka kerjakan.
Pierre langsung menaruh Mahira di brankar, dan dengan gerakan cepat, para perawat laki-laki itu langsung membawa gadis itu ke bagian Unit Gawat Darurat, darah gadis itu masih merembes keluar, dan bajunya kini benar-benar dipenuhi darah.
Elizabeth berlari disamping kiri Mahira, memegang lengan gadis itu, air mata masih terus mengalir deras dari pelupuk mata wanita muda tersebut, kepanikan dan kekhawatiran benar-benar menguasai dirinya. "Mahira, kamu harus baik-baik saja, sayang," ucap Elizabeth terisak, menatap gadis kecil yang bahkan tak bisa meresponnya. Dia sesak sekali dan sangat tidak terima. Ini menyakitkan, sangat menyakitkan.
Di sisi kanan Mahira, tentunya ada Pierre. Sama seperti Elizabeth, pria muda itu menangis dan merasakan sesak yang luar biasa di dadanya. Dia menggenggam erat tangan kecil gadis tersebut.
"Kalian tunggu di sini, saya akan berusaha sebaik mungkin!" Seorang dokter menghentikan Elizabeth dan Pierre saat dua insan itu hendak masuk ke ruang Unit Gawat Darurat. Alhasil, pegangan tangan Pierre tentu terlepas dari Mahira.
Pierre atau siapapun yang ada di situ tak ada yang menyadari suatu hal. Mahira sempat sadarkan diri begitu sampai di depan ruang UGD. Dan begitu pegangan tangannya terlepas, dia menggumamkan suatu kata, dan tetap tak ada yang sadar karena semua orang di sana hanya fokus untuk menanganinya.
"Papi,"
Ya, satu kata itu yang tadi Mahira gumamkan tanpa di dengar oleh siapapun. Dia mengatakan itu tepat saat Pierre melepaskan genggaman tangannya.
Pintu UGD tertutup rapat dengan lampu merah yang menyala, tanda ada penanganan besar yang sedang terjadi.
Elizabeth menutup wajahnya, dia mendudukkan dirinya di bangku terdekat sambil terisak. Kejadian beberapa waktu yang lalu benar-benar mengguncangnya, dia melihat dengan mata kepalanya sendiri seorang gadis tertembak, tubuh sekecil itu kini harus berjuang melawan peluru panas yang berada di tubuhnya.
Hal ini juga mengingatkannya soal Ade. Salah satu trauma terbesar Elizabeth, dia melihat Ade berada di gendongan Bu Nas dengan tubuh yang bersimbah darah, gadis itu tak menangis, tapi Elizabeth tahu, tubuhnya pasti sangat sakit.
"Mas, aku ke toilet dulu," Pierre hanya mengangguk saat Elizabeth izin untuk pergi ke toilet. Dengan langkah cepat, Elizabeth berjalan menuju toilet RSPAD.
Begitu sampai di toilet, Elizabeth langsung mendekat ke arah sebuah cermin dan wastafel di sana. Pantulan dirinya dengan baju yang dipenuhi darah terpampang jelas. Elizabeth memejamkan matanya lalu menghela nafas panjang. Dia harus tetap tenang, tak ada gunanya jika terus menerus panik.
Elizabeth membuka kran air di wastafel tersebut lalu mulai mencuci tangannya yang terkena darah kotor, tak lupa dia juga mencuci wajahnya agar menimbulkan efek segar.
Saat dia mendongak ke arah cermin dan kembali membuka matanya, Elizabeth dikejutkan dengan sebuah sosok yang secara tiba-tiba berdiri di belakangnya dengan tatapan datar. Sosok itu, sosok yang pernah hadir di mimpinya. Versi dirinya yang lebih dewasa, dengan wajah datar dan kini hanya memakai baju serba putih.
Elizabeth gemetar hebat melihat sosok yang sangat mirip dengannya itu. Di tambah lagi, penampilannya jauh lebih menyeramkan dibandingkan saat pertama kali datang ke mimpi Elizabeth. Mengenakan gaun putih, ini ibarat sosok tak kasat mata yang arwahnya masih tidak tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Elizabeth's Past (Discontinued)
Fantasia[TYPO BERTEBARAN] Dalam perjalanan pulang setelah mengunjungi makam kekasihnya yang gugur akibat peristiwa berdarah pada tahun 1965 lalu, Elizabeth mengalami sebuah kecelakaan hebat. Mobil yang dia kendarai tertabrak sebuah truk bermuatan besar hing...
