"Pierre sialan! Bisa-bisanya kue kering yang aku bawa malah di bawa kabur sama dia!" Rama menggerutu kesal sembari melangkah memasuki supermarket terdekat di hotel tempat dia dan rombongan Pak Nas menginap.
Yeah seperti biasa, dia dan Pierre kembali terlibat perkelahian. Kali ini masalah kue kering. Rama memang membawa kue kering rasa coklat kesukaannya. Tapi hanya sebungkus. Dia memakan itu tepat di hadapan Pierre. Pierre memintanya, tapi tidak di beri oleh Rama. Dan entah kenapa kejahilan Pierre malah meningkat. Dia membawa kabur kue kering itu sekencang mungkin keluar dari bagian kamar yang di pesan Pak Nas untuk para ajudan.
Rama yang tidak mungkin berteriak-teriak di kamar hotel terpaksa mengalah dan membiarkan Pierre menjalani aksi jahilnya itu. Rama memutuskan untuk membeli kue kering itu ke supermarket, karena kue kering kesukaannya itu hanya dijual di supermarket, tidak di warung-warung.
Rama menyusuri rak-rak camilan untuk mencari kue kering tersebut. Senyumnya merekah saat dia menemukan kue kering kesukaannya itu kurang dari lima menit. Langsung saja Rama langsung mengambil kue kering tersebut.
Saat sedang sibuk mengambil camilan kesukaannya itu dalam jumlah yang banyak, secara tiba-tiba seorang pria berjaket hitam, mungkin usianya hampir sama seperti Pierre, menabraknya sekuat mungkin. Pria itu membawa banyak belanjaan.
"Oh I'm sorry, I'm sorry!" Ucap pria itu sambil memungut belanjaannya yang terjatuh. Rama reflek juga turut membantu pria itu mengambil belanjaannya yang terjatuh.
"Saya benar-benar minta maaf, I'm in-"
Pria itu menghentikan ucapannya saat melihat dengan jelas siapa orang yang di tabrak tadi. Bersamaan dengan itu, Rama juga mendongak ke arah pria tersebut. Tatapan mereka bertemu.
Mata biru cerah namun memiliki tatapan yang menusuk, rambut hitam pekat, hidung mancung, tinggi rata-rata sekitar 180 sentimeter. Usianya kira-kira lebih tua dari Rama. Ciri fisik Eropa yang sangat kental.
Jantung Rama hampir lepas dari tempatnya saat melihat wajah pria itu. Tubuhnya juga membeku, syok. Tidak percaya bahwa dia malah bertemu di sebuah supermarket.
"Rama?!" Rama menelan ludahnya, dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Dia mengenal pria ini, sangat mengenalnya.
"M-mas Edward..." Ucap Rama dengan bibir yang bergetar. Entah kenapa dia juga terlihat sangat takut dengan Edward, karena perubahan instan pria itu, yang awalnya terdengar ramah langsung menimbulkan kesan horor dan menyeramkan.
Pria bernama Edward itu menyeringai dan langsung kembali ke posisi berdiri, begitupun Rama. Rama mengepalkan tangannya kuat. "Ternyata benar, kau memang berbuat gila. Bukankah sudah aku bilang jangan merubah apa yang semesta ini telah gariskan?! Kau tetap nekat seperti ini! Kau tahu, kau berujung pergi ke semesta yang berbeda dan ini akan memperkeruh segalanya!" Edward membentak Rama, di pastikan dirinya tahu bagaimana seluk-beluk Rama dan sebuah semesta yang dia katakan tadi. Semesta yang penuh misteri dan hanya di ketahui oleh orang-orang yang terpilih.
"Kau akan merusak tatanan hidup di semesta ini!" Edward mengguncang bahu Rama penuh emosi, tapi Rama langsung mendorongnya kuat. Dia tidak terima.
"Aku hanya ingin menyelamatkan dirinya dan kebahagiaannya! Jika aku pergi ke semesta yang berbeda ini maka akan lebih baik, aku bisa menghentikan kudeta sialan itu karena dari alurnya saja sudah berbeda!" Edward kembali mencengkram Rama, bahu prajurit laut itu dia remas begitu saja. Nafasnya memburu dan tatapan matanya menggelap.
"Dengan mengorbankan Mahira? Kau ingin menyelamatkan cintamu dan mengorbankan Mahira?! Hanya karena dia bukan putrimu, bukan berarti kau bisa menjadikannya tumbal, Ramawijaya!" Rama semakin tersulut emosi saat Edward mengatakan bahwa dia ingin menumbalkan Mahira. Kini gantian, Rama mencengkram kuat kemeja yang dipakai oleh Edward.
KAMU SEDANG MEMBACA
Elizabeth's Past (Discontinued)
Fantasy[TYPO BERTEBARAN] Dalam perjalanan pulang setelah mengunjungi makam kekasihnya yang gugur akibat peristiwa berdarah pada tahun 1965 lalu, Elizabeth mengalami sebuah kecelakaan hebat. Mobil yang dia kendarai tertabrak sebuah truk bermuatan besar hing...
