Februari 1965
Elizabeth menyeka peluh dari dahinya. Cuaca di Jakarta benar-benar cukup panas hari ini. Dia dan Hamdan bahkan sempat mampir ke tukang es kelapa saking panasnya cuaca hari ini.
Alis Elizabeth mengkerut saat sebuah mobil yang tidak dia kenali terparkir di depan rumah pamannya. "Om Nas lagi kedatangan tamu kah?" Tanya Elizabeth menatap Hamdan heran. Bukannya menjawab, Hamdan malah memberikan Elizabeth cengiran yang meledek. "Pak Nas mau tambah ajudan. Mobil itu pasti punya ajudan barunya," jawab Hamdan yang langsung membuat Elizabeth membulatkan matanya. Seharusnya Pierre menjadi ajudan pamannya di sekitar April 1965, tapi kenapa malah jadi Februari?
"Ganteng pula loh non. Dari korps Marinir, masih muda, cerdas, prestasi gemilang. Yang saya dengar dari Kapten Misbach, dia waktu itu di kasih dua pilihan, mau jadi ajudannya Pak Nas atau Mayjen Soeharto, tapi dia milih Pak Nas," mendengar kata 'Marinir' berarti ajudan Pak Nas yang satu ini berasal dari angkatan laut. Berarti bukan Pierre. Elizabeth mengingat dengan jelas, pamannya itu hanya punya satu ajudan dari marinir, yaitu Kapten Misbach. Tidak pernah ada ajudan lain dari marinir selain Kapten Misbach. Tapi kenapa tiba-tiba, Pak Nas punya ajudan dari marinir lagi?
"Apa di kehidupan ini semuanya akan berubah?" Tanya Elizabeth di dalam hatinya. Mulai dari dirinya bertemu Pierre di garis waktu yang lebih cepat, hubungan asmara yang terjalin lebih cepat, hingga pamannya ini mempunyai seorang ajudan muda dari Korps Marinir. "Om Hamdan bilang ajudan Om Nas ini masih muda, itu berarti..." Elizabeth langsung terarah soal keselamatan Pierre. Elizabeth menyungging senyum tipis, di hatinya dia sudah berteriak girang. Dia berfikiran, Pierre tidak akan menjadi ajudan omnya itu, jadi dia tidak perlu menjadi korban keganasan PKI. Omnya sudah punya ajudan muda, tidak mungkin menambah personil ajudan lagi. Itu akan terlalu banyak.
Padahal....
___
"Saya harap kalian berdua betah menjadi ajudan saya," ucap Pak Nas terkekeh menatap dua anak muda di depannya itu. Hari ini, dia resmi menambah dua ajudan setelah kematian salah satu ajudannya yang gugur karena misi perdamaian di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1963.
"Suatu kehormatan bagi saya bisa bekerja dengan anda, Jenderal," ucap salah satu perwira tampan tersebut dengan senyum yang merekah di wajahnya. "Saya juga senang kamu memilih saya untuk menjadi atasan kamu, Rama," ucap Pak Nas sambil menepuk-nepuk bahu Rama.
Sedangkan pria di sebelah Rama sesekali menengok ke arah pintu masuk, seolah-olah menunggu kedatangan seseorang. Dia terlihat tidak sabaran menunggu orang itu. "Yer," Pak Nas memanggilnya. Ternyata pria di sebelah Rama itu adalah Pierre.
Pierre dan Rama di tarik dari Korps masing-masing untuk di tugaskan menjadi ajudan seorang Jenderal. Rama, di beri pilihan untuk menjadi ajudan Pak Nas atau Mayjen Soeharto. Hingga akhirnya, dia mengambil keputusan untuk menjadi ajudan Pak Nas. Sedangkan Pierre, dia menuruti keinginan maminya untuk menjadi ajudan Pak Nas, karena beliau tidak ingin putranya selalu bertugas dalam bahaya. Pierre awalnya tidak mau, tapi karena bujukan kakaknya, Mitzi, akhirnya dia mau menjadi ajudan Pak Nas. Namun Pierre menandatangani kontrak itu hanya satu tahun. Setahun setelah menjadi ajudan Pak Nas, dia akan kembali bertugas ke lapangan. Lagipula, setahun untuk sangat dekat dengan Elizabeth tidak begitu buruk, Yer.
"Meskipun kamu hanya ingin setahun menjadi ajudan saya, saya harap kamu nyaman dan betah di sini hingga masa kontrak kamu selesai. Saya juga harap kamu sama Rama akur," ucap Pak Nas dengan senyum tipisnya. Pierre langsung mengangguk mantap apa yang di katakan Pak Nas.
"Assalamualaikum," suara lembut seorang gadis memasuki indra pendengaran tiga anggota ABRI tersebut. Anak tertua Pak Nas sudah pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Elizabeth's Past (Discontinued)
Fantasy[TYPO BERTEBARAN] Dalam perjalanan pulang setelah mengunjungi makam kekasihnya yang gugur akibat peristiwa berdarah pada tahun 1965 lalu, Elizabeth mengalami sebuah kecelakaan hebat. Mobil yang dia kendarai tertabrak sebuah truk bermuatan besar hing...
