Salma : kamu sibuk ya sayang??
Rony : maaf ya lama , kamu mau aku bawain apa sekarang??
Salma : gk usah , kesini aja aku kangen kamu .
Rony : oke...
Begitulah percakapan singkat antara Rony dan Salma di sambungan telepon mereka . Rony hari itu tak kembali ke cafe , sampai cafe tutup dan Salma juga Paul kembali ke rumah . Sebagai gantinya kini Rony mendatangi rumah Salma untuk menemui kekasihnya .
Meski masih campuraduk perasaan nya Rony berusaha menutupi kegelisahan nya . Sampai pada akhirnya tetap saja wajah gelisah itu tak bisa ia sembunyikan di depan Salma . Sesampainya di rumah Salma , Rony turun dari mobil nya dan mengetuk pintu rumah itu .
Salma : Hay.... Masuk....
Rony : peluk dulu sebentar Sal...
Melihat Rony , Salma pun merasa aneh karna dari raut wajah nya Rony seperti tengah memiliki masalah yg di pendam . Tak ingin Rony menunggu Salma pun masuk ke dalam dekapan Rony , ia memeluk Rony dan Rony membalas pelukan itu dengan erat .
Saat Rony memeluk nya , Salma merasa ada yg aneh dengan pelukan itu . Salma seperti merasakan Rony tengah dalam masalah . Salma melepas pelukan itu , ia menatap Rony memegang wajah Rony dengan kedua tangan nya .
Salma : Ron??? Kenapa?? Ada masalah ya sama kerjaan kamu??
Rony : kenapa??? Aku gpp sayang... Cuma cape aja . Emang salah ya kalo aku pengen di peluk kamu??
Salma : engga dong... Uda yu masuk .
Salma menarik pelan tangan Rony masuk ke dalam rumah . Tanpa disadari ternyata papa Dikta mengikuti kemana Rony pergi , ia melihat jelas Rony mendatangi rumah Paul dan Salma hingga melihat Rony yg memeluk Salma di depan rumah itu .
"Ini gk bisa di biarkan..." Gumam papa Dikta . Ia pun pergi setelah melihat Rony yg masuk ke dalam rumah itu .
Paul : Hay Ron... Tadi cafe lancar... Pengunjung juga banyak .
Rony : bagus deh semoga seterusnya ya
Paul : amin...
Melihat wajah Rony yg tak seceria biasanya membuat Paul dan Salma saling menatap seolah saling melempar pertanyaan .
Paul : Lo kenapa Ron??
Rony : gpp.. gue lagi cape aja .
Paul : Lo bisa cerita sama gue kalo Lo mau .
Rony : thanks ya
Paul : buat???
Rony : Lo Uda bolehin gue buat mengisi hari-harinya Salma .
Salma : Ron.. kamu kenapa sih??? Ko aneh gitu???
Rony : gpp sayang... Aku cuma ngerasa sayangggg banget sama kamu . Jangan tinggalin aku ya Sal... Powl... Lo juga jangan tinggalin gue .
Salma : kamu ngomong kesan nya kaya mau perpisahan aja . Uda ahh... Males...
Rony : maaf... Aku cuma.. takut Sal... Aku lagi takut banget kehilangan kamu .
Salma : tapi aku gk akan kemana-mana Ron... Aku disini.. aku bakal tetep sama kamu .
Ucap Salma , Rony pun tersenyum kecil tapi wajah sedih dan rasa bersalah masih jelas terlihat di wajah itu .
Berbeda dengan Nabila , malam itu Nabila bersama mama dan papah nya tengah makan malam di sebuah restoran mewah di jakarta . Keluarga kecil itu terlihat bahagia , apalagi jika Paul ada juga disana tentunya hal itu akan semakin membuat Nabila bahagia . Namun apa daya kedua orang tua nya tetap tak merestui hubungan mereka .
Saat Nabila dan kedua orangtuanya sedang makan , tak lama datang seorang bapak-bapak dan bersalaman dengan kedua orang tua Nabila , Nabila pun berdiri dan ikut menyalami orang tua tersebut .
Beny : Hay pak Dikta... Apakabar pak... Ayo silahkan duduk
Dikta : saya baik pak beny , bagaimana kalian menyukai makanan nya??
Beny : tentu... Terimakasih pak kami sudah di undang makan malam disini .
Dikta : sama-sama , saya juga sering sekali ke restoran kamu , dan selalu di jamu dengan baik . Maka dari itu saya juga mau berbuat hal yang sama .
Beny : bapak berlebihan
