Helloooo everyone....
Gracianna is back!!!!!
Adakah yang masih excited nunggu cerita ini up? kalau masih, kalian hebatt!!
Mohon maaf dan mohon bersabar untuk ketidakpastian up Gracianna ya guyss..
HAPPY READING🤍
🎀🎀🎀
Minuman yang di pesan oleh Bryan untuk Grace baru saja diantarkan, dan Grace langsung meminumnya karena ia merasa tenggorokannya kering.
"Gue mau nyusulin Pras dulu deh, ya?" ucap Matteo setelah menghabiskan beberapa sloki vodka-nya.
"Gue join, deh." sahut Alaric.
Mereka berdua memutuskan untuk menyusul Pras yang sudah turun ke lantai dansa sejak tadi.
"Lo nggak minum, Bry?" tanya Zidan setelah Alaric dan Matteo meninggalkan mereka berempat —Zidan, Zoya, Grace, dan Bryan.
"Minum dikit. Gue nyetir, jadi nggak bisa minum banyak-banyak." papar Bryan.
Meskipun toleransi Bryan terhadap alkohol cukup tinggi, namun ia tak mau mengambil resiko karena ia harus mengendarai mobil dan membawa Grace dengan selamat.
Zoya yang ingin berkenalan dengan Grace lebih dekat pun segera berpindah tempat duduk di samping Grace.
"Gue duduk di sini, ya?" ujar Zoya setelah ia menduduki bangku yang di duduki oleh Alaric tadi.
"Oh, ya. Asal lo tau, Grace. Lo itu selalu jadi topik obrolan cewe-cewe di kelas gue karena lo deket sama Bryan tau nggak." ujar Zoya membuka topik.
"Udah biasa gue jadi obrolan cewe-cewe yang naksir sama Bryan. Mereka selalu iri sama gue karena gue sama Bryan itu kaya tutup sama botol." sahut Grace.
"Lo juga banyak yang naksir tau, Grace. Harusnya lo bisa notice sih, ya." imbuh Zidan.
"Cuma karena lo nempel mulu sama Bryan, jadinya mereka sadar diri." lanjutnya.
"Gue tau kok. Emang Bryan aja yang terlalu posesif. Dari dulu dia memang suka seenaknya sama gue." sambung Grace melirik ke arah Bryan.
"Gue cowo, Grace. Gue bisa liat mana yang cuma penasaran sama lo, mana yang tulus sama lo. Selama ini juga cowo-cowo yang pengen ngedeketin lo karena mereka penasaran doang." sanggah Bryan.
"Alibi lo jelek banget, Bry. Bilang aja kalo lo cemburu." cibir Zidan.
"Kalo mau cemburu minimal jadian!" sarkas Zoya.
Grace yang saat ini menjadi topik pembicaraan pun hanya mesem, karena ia merasa canggung ketika orang membahas hubungannya dengan Bryan.
"Gue liat liat Pras naksir deh sama Grace." tukas Zoya.
"Nggak usah ngaco." sentak Bryan.
"Lah, emang kenyataan begitu." sanggah Zoya.
"Tapi kalo kata gue mendingan lo nggak usah berurusan sama Pras deh." ujar Zidan kepada Grace.
"Gue juga nggak berminat buat berurusan sama tu cowo." Grace tampak bergidik ketika ia membayangkan ekspresi Pras ketika melihat ke arahnya.
"Gue juga nggak bakal biarin lo bersinggungan sama Pras, Grace." gumam Bryan.
Bukan rahasia umum jika Pras memiliki sifat yang hampir sama dengan Matteo, yaitu sama-sama suka meniduri gadis yang sudah menjadi target mereka.
Namun Metteo lebih baik jika dibandingkan dengan Pras. Karena Matteo tidak mau melakukan free sex terhadap wanita yang masih virgin.
Matteo hanya akan meniduri gadis yang memang sudah pernah ditiduri. Namun Matteo juga tidak sembarang memilih perempuan yang akan ia tiduri. Setidaknya dia akan melakukan tes kesehatan untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.
Lain halnya dengan Pras yang memang sudah menjadi hyper sejak ia menduduki bangku sekolah menengah atas. Bahkan kabarnya ia pernah membawa siswa SMA ke ranjangnya baru-baru ini.
He looks like the damn bastard, right?
Hanya dengan membayangkannya saja bisa membuat Grace dan Zoya bergidik ngeri.
Saat sedang asyik berbincang, Grace merasa bahwa tubuhnya terasa sedikit panas. Ia pun berpamitan untuk pergi ke toilet.
"Mau gue temenin? Gue juga pengen ke toilet." ujar Zoya menawarkan diri.
"Lebih aman kalo kalian pergi berdua." sambung Zidan.
"Apa perlu gue temenin?" tanya Bryan.
"Nggak usah ngaco! Gue pergi sama Zoya aja." tukas Grace.
Mereka berdua pun pergi ke toilet dan segera menuntaskan kegiatan mereka.
Saat sedang buang air kecil, Grace semakin merasa bahwa tubuhnya terasa sangat panas. Padahal ia sudah mengenakan pakaian terbuka. Dan juga, ia merasa bahwa area sensitifnya sedikit nyeri.
Grace bukan gadis lugu yang tidak tahu apapun mengenai reaksi tubuhnya saat ini.
Ia jelas tahu bahwa ini merupakan reaksi obat perangsang yang sengaja dimasukkan ke dalam minumannya.
Tapi siapa yang dengan teganya memasukkan obat perangsang ke dalam minumannya? Siapapun orangnya ia yakin bukan Bryan yang menaruh obat itu. Ia juga sangat memercayai Bryan tidak akan melakukan hal seperti itu.
Dari luar pintu biliknya diketuk seseorang.
"Grace, belum selesai? Lo nggak kenapa-kenapa 'kan?" tanya Zoya yang ternyata mengetuk pintu biliknya.
"G-gue aman, Zoy. Bentar lagi, ya." Grace segera menyelesaikan kegiatannya dan keluar dari biliknya.
Setelah selesai, mereka berdua keluar dari toilet dan kembali bergabung bersama Bryan dan Zidan.
Bryan memerhatikan ekspresi wajah Grace yang tampak gelisah. Meskipun tempat ini kurang pencahayaan, Bryan tahu bahwa kening Grace berkeringat.
"Grace? Lo sakit?" tanya Bryan seraya menyentuh bahu Grace.
"Ah, kayanya gue nggak enak badan deh. Boleh nggak kalo gue pulang sekarang?" bisik Grace pada Bryan.
Bryan tampak mengernyitkan dahinya pertanda ia bingung dengan perubahan Grace dan langsung berpamitan pada Zidan dan Zoya.
"Dan, Zoy. Sorry banget gue harus balik duluan. Tolong sampein ke anak-anak kalo gue balik duluan. Kalian have fun ya." pamit Bryan pada Zoya dan Zidan.
"Santai aja, Bry. Thanks ya udah dateng ke party kecil-kecilan gue." ujar Zidan.
"Ati ati lo nyetirnya. Bawa anak orang tuh." sahut Zoya.
"Aman aman aja." ujar Bryan sebelum membawa Grace keluar dari tempat itu.
Sedangkan di lain sudut tempat tersebut seseorang menampilkan seringainya pada kedua sosok yang baru keluar tersebut.
"Wish you luck." gumam orang tersebut.
🎀🎀🎀
To be continued....
Mohon tandai typo dalam bentuk apapun.
Terimakasih banyak untuk para readers yang udah mampir.
See u on the next chapter🤍
KAMU SEDANG MEMBACA
GRACIANNA
RomanceGracianna Eleanor Kyle, adalah seorang gadis bar-bar anti menye menye. Selama hidupnya ia tidak pernah memiliki ketergantungan terhadap seorang pria. Bahkan ia belum pernah memiliki kekasih. Namun ia memiliki seorang sahabat yang sedari kecil sudah...
