Gracianna Eleanor Kyle, adalah seorang gadis bar-bar anti menye menye. Selama hidupnya ia tidak pernah memiliki ketergantungan terhadap seorang pria. Bahkan ia belum pernah memiliki kekasih.
Namun ia memiliki seorang sahabat yang sedari kecil sudah...
Bryan benar-benar tidak memberikan strapless bra milik Grace. Ia malah membawanya ke laundry room dan menaruhnya di mesin cuci. Bryan memang sangat menyebalkan.
Dan saat ini tanpa rasa bersalah, Bryan malah sudah duduk anteng di meja pantry sembari memakan apel yang ia ambil dari kulkas.
Bryan terkekeh melihat Grace datang bersungut-sungut dengan mata memicing ke arahnya. Sungguh sangat menggemaskan.
"Kenapa sih? Nggak usah marah-marah gitu ah. Masih pagi juga." timpal Bryan dengan nada yang kelewat santai.
"Santai aja lagi. Gue juga udah liat, gue rasain juga." imbuh Bryan dengan kurang ajarnya mengerlingkan sebelah matanya.
"Fuck you, Bastard!" sentak Grace kemudian meninggalkan Bryan yang saat ini sudah tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Grace.
Bisa ia lihat tadi pipi gadis itu memerah. Bryan juga tau kalau Grace malu. Karena kejadian semalam adalah hal yang pertama kali Grace lakukan.
Grace tidak memperdulikan Bryan yang berada di belakangnya. Ia segera menuju lemari pendingin dan mengambil beberapa makanan.
Ia memutuskan untuk membuat sandwich. Ia malas kalau memasak makanan berat untuk sarapan. Jadilah ia hanya membuat sandwich dan membuat es kopi susu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bryan memperhatikan punggung mungil itu tengah berkutat dengan bahan-bahan masakannya. Grace benar-benar bisa membuatnya gila. Teringat kejadian semalam yang membuatnya kecanduan, ia merasa benar-benar menyukai semua hal yang ada pada Grace.
"Lo nanti tidur di rumah gue aja kalo papa sama mama belum pulang." ujar Bryan.
"Gue mau di rumah aja. Lagian gue udah gede kali. Jadi nggak perlu nginep di rumah lo lagi kaya pas gue kecil." Grace memang sudah jarang menginap di rumah Bryan saat ini.
Jika ia masih kecil pasti ia akan menginap di rumah Bryan. Tapi sekarang situasinya sudah berbeda. Grace tumbuh menjadi gadis pemberani dan mandiri. Ia juga tak mau merepotkan orang lain.
"Yaudah kalo gitu gue aja yang nemenin lo di sini" ucap Bryan dengan santai.
"Emang dasarnya lo mau modus." cibir Grace.
"Lo juga nggak nolak." sanggah Bryan senyum miringnya.
Grace diam tak membantah. Karena ia juga menikmati permainan Bryan. Ia sulit menolak sentuhan Bryan yang teramat lembut di kulitnya. Sentuhan Bryan seolah membangkitkan gejolak gairahnya.
"Lo ada kuliah hari ini?" tanya Bryan mengalihkan pembicaraan.
"Gue ada kelas siang nanti. Mungkin bakal selesai sore." ujar Grace sembari menata sarapannya di meja pantry.
"Gue anter nanti." tukas Bryan.
"Lo nggak ada kelas?"
"Nggak ada. Makanya gue nyantai hari ini." sahutnya.