Hai, Gracianners👋
Apa kabarnya nih? Masih nunggu Gracianna update kah?
Author mohon maaf untuk ketidakpastian update ya, guyss.
Happy reading...
🎀🎀🎀
Hari menjelang sore dan Grace baru mengabari Bryan bahwa kelasnya telah usai sejak lima belas menit yang lalu.
"Grace, gue pulang duluan ya? Udah ditungguin soalnya." pamit Rania.
"Gue juga balik duluan deh, Grace. Mau jemput adek gue latihan taekwondo." timpal Celia.
"Santai aja. Gue aman kok." ucap Grace pada kedua temannya.
Setelah kedua temannya berlalu, Grace melangkahkan kakinya menuju kantin fakultas untuk menunggu Bryan.
Sesampainya di kantin fakultas, Grace segera memesan jus jeruk dan menduduki salah satu bangku yang tersedia di sana.
Kantin fakultas ini tidak bisa dikatakan sepi, tidak pula bisa dikatakan ramai. Karena nyatanya di kantin tersebut masih ada beberapa mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Sembari menunggu Bryan, Grace memainkan ponselnya untuk meminimalisir rasa bosannya.
Tak lama setelahnya dia dihampiri oleh seorang mahasiswa dari Fakultas Teknik, yang tak lain gak bukan orang itu adalah Danu Raga Bimantara.
Danu merupakan salah satu dari beberapa mahasiswa di fakultasnya yang mengagumi keindahan paras dari seorang Gracianna Eleanor Kyle.
Harus ia akui, bahwa kecantikan Grace memang sangat memesona bagi siapapun yang melihatnya.
Namun mereka harus menelan kenyataan bahwa Grace merupakan sahabat masa kecil dari seseorang yang eksistensinya juga sangat dipuja-puja di universitas ini.
Bisa dikatakan bahwa Grace dan Bryan merupakan pasangan yang cukup serasi apabila mereka menjalin hubungan.
Namun rumor bahwa Grace dan Bryan menjalin hubungan tak pernah terdengar di universitas mereka.
"Hai, Grace. Sendirian aja?" sapa Danu basa-basi .
"Menurut lo?" tanya Grace sembari mengangkat sebelah alisnya.
"Galak amat." ujar Danu terkekeh.
"Mau balik bareng gue nggak?"
"Kenapa gue harus balik lo? Gue pikir kita nggak sedekat itu sampe gue harus balik bareng lo." sarkas Grace.
"Ya makanya gue mau ngedeketin lo. Biar kita bisa balik bareng." jawab Danu secara terang-terangan.
"Sebelumnya gue mau bilang terima kasih karena lo nawarin tumpangan buat gue. But, sorry to say. Gue nggak bisa balik bareng lo, karena Bryan udah on the way kesini." tolak Grace.
"Beruntungnya Bryan bisa deket sama cewe sesempurna lo." timpal Danu seraya menatap lurus ke arah Grace dengan menyunggingkan senyum miringnya.
Grace mengerutkan keningnya pertanda ia tidak mengerti dengan ekspresi yang Danu berikan. Hal itu dikarenakan ucapan dan ekspresi yang Danu berikan tidak sinkron.
"Maksudnya?" tanya Grace ingin memperjelas arti ucapan Danu.
"Iya lah beruntung. Karena lo itu sempurna, Grace. Lo kelihatan sempurna dari segala sisi." papar Danu.
Belum sempat mencerna maksud ucapan dari pria yang duduk dihadapannya ini, Bryan datang menghampiri mereka.
"Lo ngapain di sini?" tanya Bryan sinis.
"Gue? Gue mau ketemu Grace, sekalian nawarin tumpangan ke dia." sahut Danu santai.
"Lo pikir lo siapa? Lo bukan temen atau saudaranya Grace. Jadi lo nggak perlu repot-repot buat nganterin Grace pulang." sarkas Bryan.
"Lo pikir lo juga siapa, Bryan? Lo itu cuma sahabat masa kecilnya Grace, jadi nggak usah banyak ngomong."
"Senggaknya gue masih punya hubungan sama dia. Nggak kaya lo yang cuma orang asing." ujar Bryan dengan nada dinginnya.
Grace yang melihat mereka beradu mulut pun gelagapan. Satu-satunya cara agar mereka berhenti melempar argumen adalah membawa Bryan pergi dari sini.
"Udah udah. Danu, makasih untuk tawarannya. Dan Bryan, mendingan kita pulang sekarang."
Grace melerai mereka berdua dan membawa Bryan menjauh dari tempat itu.
"Lo kenapa, sih? Nggak bisa santai gitu mukanya." tanya Grace sesampainya mereka di mobil Bryan.
"Lo ngapain juga ngobrol sama dia?" sinis Bryan.
"Lah, kan gue cuma ngobrol bentar sama Danu. Salahnya dimana? Toh dia tadi juga cuma nawarin gue buat balik bareng." sanggah Grace.
"Tapikan masalahnya lo udah janji buat balik bareng gue, Gracianna." tukas Bryan yang merasa gemas sendiri dengan jawaban yang dilontarkan Grace.
"Berarti kalo tadi gue belum ngabarin lo, nggak masalah dong kalo gue balik bareng Danu?" sahut Grace.
Grace sebenarnya tahu Bryan akan memberikan jawaban seperti apa dan akan menunjukkan ekspresi yang bagaimana bila ia mengajukan pernyataan seperi ini.
"Lo tau jawabannya, Grace." sahut Bryan singkat.
"Mending lo cari cewe deh, Bry. Biar lo nggak posesif ke gue gini."
"Kapan-kapan."
"Kapan-kapan mulu jawaban lo. Nggak pernah ada jawaban lain selain 'kapan-kapan'."
"Ya itu lo tau jawaban gue. Ngapain lo buang-buang energi buat nanya hal nggak penting kaya gitu." sinis Bryan.
"Lagian kalo semisal nanti gue punya cewe, lo cemburu." imbuhnya.
"Dih, pede gila lo!" sentak Grace
Namun lain di mulut lain juga di hati 'kan? Grace bisa saja mengatakan bahwa ia tidak cemburu jika Bryan memiliki pacar nantinya, namun tidak ada yang bisa menebak isi hati manusia bukan?
"Alah, ngaku aja deh lo. Gak usah malu-malu gitu." cibir Bryan.
"Lo makan apa sih hari ini? Kenapa jadi ngeselin gini?" ujar Grace tak habis pikir.
"Makan bibir lo." jawab Bryan dengan santainya.
"Mulut lo kaya nggak pernah di sekolahin ya, Bry."
Bryan terkekeh mendengar jawaban dari Grace. Baginya, menggoda Grace adalah kesenangan tersendiri untuknya.
"Gue suka deh cewe kaya lo. Galak di luar, tapi liar di dalam." bisik Bryan tepat di telinga Grace seraya meniup telinga Grace sensual saat mobil yang mereka tumpangi berhenti di lampu merah.
"Apa sih! Mesum!" hardik Grace.
"Lo juga kenapa suka gue mesumin." sahut Bryan seraya menunjukkan smirk-nya.
Grace kalah telak kali ini. Ia tidak memiliki argumen apapun untuk menyangkal kalimat yang baru Bryan lontarkan.
🎀🎀🎀
To be continued....
Seperti biasa, mohon tandai typo.
Terima kasih sudah turut meramaikan lapak Gracianna.
Hope u enjoy the story guyss✨
See you on the next chapter, my lovely Gracianners🤍
KAMU SEDANG MEMBACA
GRACIANNA
RomanceGracianna Eleanor Kyle, adalah seorang gadis bar-bar anti menye menye. Selama hidupnya ia tidak pernah memiliki ketergantungan terhadap seorang pria. Bahkan ia belum pernah memiliki kekasih. Namun ia memiliki seorang sahabat yang sedari kecil sudah...
