Haiii....
Balik lagi sama Gracianna. Maaf yaa temen temen semuanyaa, untuk ketidakpastian update. Terima kasih untuk semua readers yang sudah bersabar nunggu cerita ini update.
Semoga kalian nggak bosen yaa sama Gracianna. Terima kasih banyak juga untuk support kalian semua dalam cerita ini.
Mohon diperbanyak lagi vote dan comment kalian. Jujur aku suka banget bacain komen kalian. Jadi tolong perbanyak lagi vote dan comment-nya bair Author makin semangatt🩷🫶🏻
🎀🎀🎀
Grace kebingungan harus memberi jawaban yang seperti apa. Di lain sisi ia amat senang dengan pengakuan Bryan. Namun di lain sisi juga ia merasa bahwa ia ragu.
Banyak hal yang ia pikirkan saat ini. Belum lagi soal pengaruh afrodisiak sialan yang tengah dialami Grace saat ini. Ia butuh pelepasan secepatnya. Namun Bryan malah dengan sengaja mengulur waktunya.
Ah, persetan dengan apa yang akan terjadi nantinya. Biarlah urusan ini menjadi tanggung jawabnya hari ini. Untuk masalah esok, ia pikirkan nanti. –pikir Grace.
"I need your answer, Babe." ujar Bryan dengan membelai lembut pipi Grace.
Siapa yang tidak terbuai dengan perlakuan Bryan saat ini? Jujur saja, Grace sendiri pun bahkan tidak pernah melihat sikap Bryan yang terlalu lembut seperti ini.
Grace yakin, para penggemar Bryan akan rela menyerahkan diri jika mendapat perlakuan selembut ini dari idola mereka.
"I do, Bryan." jawab Grace lirih, bahkan hampir menyerupai bisikan.
Tak butuh waktu lama untuk Bryan mencumbu bibir manis itu lagi. Dengan gerakan yang lebih brutal dari sebelumnya, ia tak segan untuk membelit lidah Grace dan mengabsen deretan gigi rapi gadis itu.
Tangannya pun tak tinggal diam. Mereka bekerja sama mengusap dan meraba seluruh bagian tubuh Grace tanpa terlewat satu pun. Tak hanya meraba dan mengusap, kedua tangan Bryan dengan lincah melepaskan seluruh benang yang menempel di tubuh Grace.
Hingga kini tubuh Grace sudah benar-benar polos tak tersisa satu helai benang pun di tubuhnya.
Bryan bangkit dari atas tubuh Grace untuk melihat mahakarya yang sungguh menawan terpampang nyata di depan matanya saat ini.
Satu kalimat yang bisa menggambarkan gadis itu sekarang "Grace terlihat sangat indah." pikirnya.
"Damn, you look so gorgeous, Grace!" puji Bryan sungguh-sungguh.
"Stop it, Bry! Jangan liat gue kaya gitu!" ujar Grace seraya merapatkan kedua kakinya dan kedua tangan yang menutupi payudaranya.
Lihatlah wajah Grace yang memerah menahan malu. Sungguh menggemaskan di mata Bryan.
"Kenapa ditutupin sih? Kan gue udah liat." ucap Bryan dengan entengnya.
"Udah pernah megang juga." imbuhnya seraya menyentuh salah satu payudara Grace yang terlihat menyembul.
"Ah!" Grace segera menutup mulutnya karena tak sengaja mengeluarkan desahannya.
Bryan sialan! Ia tau bahwa dirinya sedang berada di bawah pengaruh obat, namun dengan sengajanya ia malah menyentuh bagian paling sensitifnya.
"Mau banget gue sentuh kaya gini?" tanya Bryan dengan tidak sopannya meraba bagian inti Grace.
"Bryan, please! Udah deh, kalo lo nggak mau bantuin gue, mending lo pergi aja sana!" sentak Grace.
Bayangkan saja, ia sedang berada di puncak gairahnya dan Bryan malah dengan tidak sopannya mempermainkan Grace.
"Calm down, Babe. Pacar gue nggak boleh marah-marah. Nanti cantiknya berkurang."
KAMU SEDANG MEMBACA
GRACIANNA
RomanceGracianna Eleanor Kyle, adalah seorang gadis bar-bar anti menye menye. Selama hidupnya ia tidak pernah memiliki ketergantungan terhadap seorang pria. Bahkan ia belum pernah memiliki kekasih. Namun ia memiliki seorang sahabat yang sedari kecil sudah...
