Happy Reading
Typo!
..
Ruby terus mencari keseluruh sudut ruangan namun masih juga belum bisa menemukan dimana keberada Alechio. Waktu yang mereka miliki benar-benar akan habis. Para pengunjung sudah mulai digiring keluar oleh para aparat keamanan.
'Tuhan. Sekali ini saja, tolong abaikan semua dosa-dosaku dimasa lalu.' Batin Ruby menggigit bibir gelisah. Sudah tidak perduli lagi jika bra-nya sedikit turun sekarang. Beruntung dress yang dia kenakan dapat melekat dengan baik hingga menutupi area dadanya.
"Nyonya! Waktu kunjungan telah selesai. Silahkan, anda bisa kembali lagi dilain waktu nanti." Salah satu seorang aparat mendekati Ruby dengan sopan dan penuh ketegasan.
"Nyonya."
"I-itu, aku kehilangan kalung. Dan sekarang sedang mencarinya." Ruby pura-pura seolah tengah mencari kalung padahal ia tidak ada mengenakan benda semacam itu sejak awal masuk tadi.
"Kalung?"
"Iya. Kalung itu adalah pemberian dari suamiku. Bisa tolong beri aku waktu sedikit lagi saja untuk mencarinya." Pinta Ruby memelas.
"Apa anda Nyonya Kairos?"
"Y-ya, iya. Aku nyonya Kairos! Keluarga Harrison. Kalung itu benar-benar sangat berharga untukku." Jawab Ruby memanfaatkan nama sang suami.
Petugas tadi tampak terdiam. Walau mereka memang sangat patuh pada peraturan yang telah ditetapkan oleh negara, namun jika harus menyinggung salah satu orang dari keluarga Harrison rasanya sangat tidak mungkin.
"Baik. Kami akan membantu anda mencarinya, Nyonya! Tapi hanya 15 menit. Maaf, ini adalah aturan dari negara!" Ucap petugas keamanan dengan tegas.
"Terima kasih! Kalung berlian dengan liontin ruby Emerald."
"Baik. Anda bisa tunggu disini sebentar."
Ruby mengangguk. Sementara petugas keamanan itu melaporkan pada rekan-rekan dia yang lain perihal kalung milik istri dari pewaris keluarga Harrison hilang.
Mustahil wanita keras kepala seperti Ruby ini akan menuruti perintah petugas tadi, Kairos saja yang notabent suami dan seorang ketua Mafia serta milyarder terkemuka saja tidak ia hiraukan.
"Persetan dengan aturan negaramu, Sialan!" Umpat Ruby bergegas kembali melanjutkan pencarian putranya.
Dengan sisa waktu hanya tinggal 15 menit, secepat kilat Ruby memutar otak. Pergi ke area bawah tanah sesuai dengan ucapan Kairos yang mengatakan tempat pusat listrik berada.
"Chio!!" Panggil Ruby menatap lorong gelap minim cahaya tersebut.
"Alechio! Sayang, kau dimana, Nak?"
Hening.
Tidak ada sahutan sama sekali. Ruby mengetuk sebuah pintu yang terdapat disana lalu menuruni undakan tangga yang semakin condong kebawah.
"Boy. Ini aku, Ruby!" Wanita itu hampir menggila kala tidak juga menemukan apapun. Sorot matanya sudah terasa panas sekali, sedikit menekuk kedua kaki kemudian bersandar pada dinding.
"Maafkan Mommy, Chio! Mommy tidak bisa menjagamu dengan baik sejak lahir, bahkan sampai sekarangpun. Aku benar-benar ibu yang sangat buruk!" Lirihnya mengepalkan kedua tangan erat-erat.
Ruby tidak lagi dapat berpikir jernih saat ini, benar-benar merasa sangat putus asa. Terus menyalahkan diri sendiri bahkan menyesali kelalaian dia sebab telah meninggalkan sang putra.

KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIAGE WITHOUT LOVE || 🔞
ChickLitArea 21+. Terdapat adegan kekerasan fisik, ucapan, serta tindakan. Seluruh cerita ini di buat hanya untuk hiburan semata bagi para pembaca juga penulis sendiri. Kisah dan karakter yang ada didalam cerita tidak mencerminkan kehidupan asli bagi p...