Seseorang Yang Mencari Keberadaannya.

121 17 3
                                    

Happy Reading








Typo!




....


"By! Jawab aku. Ayo kita pergi dari sini!" Ucap Chio sekali lagi.

Ruby menggeleng pelan. "Melarikan diri bukanlah jalan yang tepat, Boy. Kita hanya akan terus merasa tidak tenang dan lelah."

"Lalu? Apa kau akan tetap bertahan disini?" Chio bertanya dengan perasaan campur aduk.

"Aku memiliki urusan, Boy! Aku bahkan masih belum pergi pada keluarga Watson dan menemui kakek. Begitu banyak hal yang masih harus aku tuntaskan. Jika aku pergi, itu sama saja dengan aku membiarkan Violette berkuasa. Anak angkat sepertinya tidak akan sadar diri jika terus dibiarkan." Ruby berkata tegas dan penuh dengan perhitungan.

"Aku ingin merubah situasi dalam keluarga Watson! Ada begitu banyak sanak-saudara dan keponakan yang pasti merasa sangat tertekan dengan seluruh aturan yang Antonio terapkan."

"Jadi maksudmu, kau ingin mengambil alih kekuasan Watson?"

Ruby mengangguk. Sejak berjalan-jalan tadi ia telah memikirkan semuanya. Dari pada terus berlarut dalam rayuan perasaan yang suatu saat akan menyakitinya lebih dalam, Ruby memilih untuk fokus membangun kembali keluarganya seperti dulu.

"Setelah nanti kondisi sudah membaik, aku akan menetap disana. Setidaknya sampai kakek memberikan keputusan!"

"Kalau begitu aku ikut! Aku akan membantumu, By." Sambar Chio penuh dengan semangat empat lima.

Ruby tersenyum, kemudian mengangguk. Karena merasa udara terasa semakin dingin saja, ia menarik satu tangan Chio untuk turun dari jembatan. Keduanya memutuskan singgah pada salah satu restaurant yang berada di dekat sana. Memesan hot pot serta beberapa cemilan ringan.

Sementara dari arah meja lain tampak sesosok pria asing yang diam-diam memotret Ruby dari samping. Wajah Chio tidak kelihatan sebab bocah tampan itu tengah menunduk menyantap hot pot panas yang sangat cocok di santap ketika cuaca dingin seperti sekarang.

"Aku yakin, Tuan pasti akan senang saat mendapatkan wanita ini kembali." Gumam pria asing itu terus mengambil lebih banyak gambar lalu mengirimkan pada rekannya yang lain.

Tepat disaat jepretan ke tujuh, tangan besar seseorang mencengkeram kameranya dari arah belakang.

"Kau___"

Prangg!!!

Benda canggih tersebut dibanting ke lantai cukup kuat hingga hancur berserakan. Seluruh pengunjung restaurant berjengit terkejut melihat kejadian itu. Siapa lagi sang pelaku yang begitu berani jika bukan Kairos! Yah, pria yang mengenakan mantel hitam serta masker tersebut telah mendidih saat ada seseorang yang terus memotret sang istri secara diam-diam kala ia baru saja tiba sesuai dari laporan yang anak buahnya berikan tadi.

"Kau merusak kameraku!!" Ucap pria asing itu masih belum menyadari siapa sosok yang sedang ia sulut emosinya.

Alih-alih menjawab, Kairos justru menarik kerah baju pria itu keluar dari restaurant. Dengan kasar ia membawanya ke area sisi yang agak gelap, mungkin ingin menghabisinya disana.

Ruby hanya melirik melalui ekor mata lalu melanjutkan makan. Dia tentu tahu betul siapa yang tengah membuat kekacauan namun sama sekali tak tertarik untuk ikut campur, begitu pula dengan Chio yang lebih memilih fokus pada makanannya.

"Mohon maaf untuk kekacauan yang baru saja terjadi, Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya. Silahkan lanjutkan makan kalian!" Sang manager restaurant turun tangan untuk menangani para pengunjung yang mulai pada bergosip.

MARRIAGE WITHOUT LOVE || 🔞Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang