Nalendra Saka Kalegra berusaha menemukan pembunuh orang tuanya membuat dia bertemu dengan seorang gadis yang menjadi kunci dari semua teka teki yang ada di hidupnya.
Alena Cahyarani, gadis misterius yang secara tidak sengaja dipertemukan dengan Nal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Enigmatic You |Bagian 11|
•••
Nalen masih sangat terkejut, bahkan tak menyangka ada orang bisa tanpa hati berniat menabrak tubuh nya dengan mobil yang melaju dengan kecepatan luar biasa.
Nalen bisa saja mati saat itu jika Galan tak menariknya ke pinggir jalan.
Dengan pandangan kosong nya Nalen mengikuti Galan yang menarik pergelangan tangan nya, masih sangat terkejut dengan kejadian tadi.
Namun kesadaran nya kembali saat dirinya dan Galan sudah tiba di dekat motor sport milik pemuda itu.
"Naik" titah Galan dengan nada dingin nya.
Nalen menggelengkan kepalanya pelan kemudian mundur beberapa langkah menjauhi Galan.
"Gue bilang naik Nalen!" tegas Galan dengan intonasi sedikit tinggi.
"Gue gak mau pulang" kata Nalen membuat Galan mengeraskan rahangnya.
"Gue gak minta persetujuan lo buat ini, jadi sekarang cepet naik" jawab Galan.
"Lo gak bisa paksa gue bang!" tolak Nalen.
"Apa yang lo dapetin dari kabur kaburan kayak gini ha?!" bentak Galan yang sudah kehilangan kesabaran.
"Gue jelasin beribu kali pun, kalian semua gak bakal ngerti" jawab Nalen.
"Iya karena pemikiran lo itu aneh Nalen! Gunain otak lo, apa yang lo dapet dari ini semua?! Cukup turutin perintah keluarga lo apa susah nya sih?! Toh itu semua demi kebaikan lo" kata Galan.
"Kebaikan gue lo bilang?" desis Nalen sambil menatap tajam Galan dan menggelengkan kepala nya tak percaya.
"Lo semua nyiksa gue bangsat! Gue bukan hewan yang bisa kalian kurung seenaknya, gue punya hak buat bebas! Salah gue nuntut hak gue?! Kalian semua yang harus gunain otak kalian, berhenti egois, gue punya hak buat ngatur hidup gue sendiri!" bentak Nalen dengan tajam.
"Becus lo ngatur hidup lo ha?!" tanya Galan tak kalah sinis.
"Oh tentu, bahkan gue lebih bahagia tanpa kalian yang cuma anggap gue hewan peliharaan kalian" jawab Nalen sambil terkekeh remeh.
"Jaga omongan lo Saka!" desis Galan dengan aura yang menakutkan. Nalen sangat hafal jika Galan sangat marah padanya maka pemuda itu memanggil nya 'Saka'