24

1K 87 10
                                        

Sebelumnya aku mau mengucapkan terimakasih banyak buat yang udah dukung cerita ini..

Maaf banget aku belum bisa istiqomah update hehehe

💕 H A P P Y  R E A D I N G 💕

Mobil Rey melesat di jalanan sepi pagi ini, dengan kecepatan penuh. Pikirannya kalut, memikirkan bagaimana nasib putra bungsunya selama ini. 5 tahun bukanlah waktu yang singkat. Jika istrinya telah pergi, lantas dengan siapa Arka hidup? Siapa yang melindunginya?

Tanpa sadar, Rey telah menerobos lampu merah. Beruntung ia tak tertabrak kendaraan dari arah lain, namun baru saja ia selamat dari maut, peristiwa lain terjadi.

BRAK!

CKIITT

Tubuh itu terpental, menabrak bangunan di dekat jalan raya, membuat orang disekitanya berteriak histeris.

Segera Rey menghentikan mobilnya. Sial, ia telah menabrak seseorang yang tengah menyebrang jalan. Lampu menyebrang memang menyala, hanya saja Rey yang sedang mengebut tak melihat itu. Ia ingin cepat-cepat bertemu Raja, agar mendapat informasi.

Rey turun dari mobil, ia segera menelepon ambulans rumah sakit miliknya, tak peduli dengan umpatan orang di sekelilingnya.

Ekor mata Rey menangkap sosok yang tak asing. Raja keluar dari sebuah tempat, berlari menuju kerumuman orang yang berusaha menolong sosok yang telah ia tabrak.

Kenapa putra sulungnya terlihat tegang? Ia langsung mengikuti Raja, menerobos kerumuman itu.

Tubuh Rey melemas seketika. Meski wajah sosok itu bersimbah darah, tak dapat dipungkiri wajah itu persis seperti istrinya. Pria itu bersimpuh di depan sosok yang telah ia tabrak.

"Hey, Arka? Bangun, abang mohon"

Tebakan Rey sepenuhnya benar, ia mengusap lembut puncak kepala Arka, membuat Raja mendongak, melihat siapa yang berani menyentuh adik kecilnya.

"Putra ayah.."

Kedua mata sayup itu tertutup kembali, tubuh Arka mengejang. Rey menggeleng, ia menangkup wajah penuh darah Arka dengan kedua tangannya.

"Tidak, jangan tidur nak, bangun.."

••••••••••••••••••••••••••••••

Raja dan Rey menunggu di depan ruang operasi. Keduanya terlihat cemas. Sudah hampir 10 jam, namun mereka tak kunjung keluar dari ruang operasi.

Raja mondar-mandir di depan pintu, sesekali ia berusaha mengintip kondisi di dalam sana. Berbeda dengan Rey yang menatap kosong kedua tangannya. Darah itu, darah Arka yang menempel di tangannya belum ia bersihkan.

Drap

Drap

Drap

Suara langkah tergesa itu menggema di lorong rumah sakit. Raja menatap sekilas arah datangnya suara langkah itu, rupanya itu Karan yang baru saja datang. Sejak tadi Raja kalut dalam khawatirnya sampai-sampai tak terpikir untuk mengabari Karan dan yang lain, bahkan ia baru saja memberi tau Karan bahwa Arka mengalami kecelakaan 15 menit yang lalu.

"Raja"

Karan datang bersama ketiga putranya, Pria itu segera menghampiri Raja, "bagaimana Arka?"

Raja menggeleng, "mereka belum keluar"

Karan melihat waktu operasi yang sudah berlangsung selama 9 jam 50 menit, "kenapa baru memberi tau?"

Raja menunduk, tanda penyesalannya. Ia lupa, sungguh tak terpikir olehnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 08, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Arka PutraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang