SR/08

273 43 52
                                        

Kalian tim mana nih?
-tim vote dulu baru baca atau..
-tim baca dulu baru vote?

atau tim yang gak pernah vote? Awokawokawok
candaa.. peace ✌🏻

🍂🍂🍂🍂

Julio menguap lebar sambil meraih handuk yang tergantung di belakang pintu.

Javier, yang masih mengumpulkan nyawa, meliriknya sekilas dengan mata setengah tertutup, "Mau kemana lo, Jul? Keliatannya buru-buru banget?" tanyanya dengan suara serak khas orang bangun tidur.

Julio menoleh, matanya juga masih menyipit karena belum sepenuhnya terjaga. "Mandi lah, kita kan harus kerja."

Javier menggeliat, "Hhkkk...Ahh. Hari ini libur anjir, paling nanti siang kita kerjanya. Lo lupa apa gimana dah?" ucapnya sambil garuk-garuk leher.

Julio terdiam sejenak, matanya berkedip-kedip pelan, jelas masih bingung. Keningnya mengerut, mencoba mencerna ucapan Javier barusan.

"Libur?" gumamnya pelan, alisnya terangkat sedikit.

Julio menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu memandang Javier yang sudah berjalan keluar kamar dengan santai menuju dapur.

"Oh iya, bener." Julio menghela napas panjang, menaruh kembali jaketnya, wajahnya berubah dari tegang jadi lega.

"Gue kira hari ini masih masuk OB."

Julio mulai berjalan mengikuti Javier ke dapur.

Javier hanya tertawa kecil, menoleh sebentar sebelum membuka kulkas. "Makanya, Jul, nyawa tuh suruh ngumpul dulu."

"Lo mau buat apa?" tanya Julio, dia sudah membasuh wajahnya.

"Fried rice and egg eye cow." jawab Javier dengan raut wajah bangga dan penuh percaya diri.

Julio tertawa mendengar Bahasa Inggris Javier yang rada nyeleneh. "Telur mata sapi maksud lo?"

"Yes sir."

"Gue bantu ya."

"Oke sir, with happy heart."

Julio kembali tertawa, diikuti Javier. Dia juga sadar bahasa yang di gunakannya sangat tidak sesuai.

Dapur mulai diisi suara peralatan dapur yang beradu, di padukan dengan suara tawa Julio dan Javier yang muncul secara alami akibat obrolan random mereka. Sesekali di selingi dengan obrolan serius soal pekerjaan yang cukup menguras waktu.

Bagaimana tidak menguras waktu? Anggaplah Julio dan Javier haus akan pekerjaan. Pagi-pagi mereka akan mengawali hari sebagai office boy, siang hari sebagai tukang steam, iya, orang-orang yang bekerja mencuci motor ataupun mobil. Lanjut sore hari bekerja sebagai waiters.

Karena itu, selagi ada waktu luang, terkadang mereka memilih untuk kumpul bareng, tak lupa memberi perhatian lebih pada adik-adik mereka yang sempat terhalang jam kerja.

"Lanjutin bentar, Jul, gue mau bangunin princess-princess kita dulu." ujar Javier, dia langsung pergi menuju kamar yang isinya Nadine dan Dita.

Tapi dua princess itu rupanya sudah bangun, mereka tengah duduk mengumpulkan nyawa.

"Ayo sarapan, abis itu siap-siap sekolah biar gak telat."

Nadine dan Dita hanya mengangguk lalu beranjak mengekori Javier ke arah dapur.

"Cuci muka dulu sana, cuci tangan." saran Julio sambil meletakkan piring berisi telur mata sapi ke atas meja.

Sarapan kali ini cukup hening, tak ada suara selain sendok yang beradu dengan piring. Bukan karena apa-apa, hanya saja mereka memang belum menemukan topik.

Siblings Runner - [BaeSure] On Going (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang