Happy reading^^
Bantu tandain yachh kalo ada yang nyelip xixixi
🍂🍂🍂
"Kayaknya stamina gue abis deh, udah lowbatt nih gue." keluh Javier begitu panggilan video itu berakhir.
Nadine tersenyum samar meski ada sedikit rasa khawatir, "Duh, lowbatt ya? Mau gue charge? Tapi lobang lo tipe-c kan?"
"Sialan, lo kata kakak lo ini hape?!"
"Makanya, Kak, lo paling bisa ngomelin orang 'jangan maksain, jangan maksain', tapi lo sendiri? Lo baru aja bangun, Kak. Sistem motorik lo masih lemah."
"Iya deh iyaa jangan ngomel dulu, gue mau tidur."
Nadine mengangkat bahu kecil sambil mengambil selimut yang mengerut di ujung kaki Javier, lalu menutupi tubuh kakaknya dengan gerakan hati-hati.
"Tidur yang nyenyak, Kak, gue tetep disini kok, kalau di mimpi lo ada bidadari, kabarin ya, soalnya itu gue yang lagi nyamar."
Javier mendesah pelan sambil memejamkan mata. "Lo emang paling bisa bikin orang bingung mau kesel apa ketawa."
Nadine tersenyum kecil, memutar kursi ke arah jendela yang menghadap ke taman rumah sakit.
Beberapa menit berlalu dalam keheningan, tapi pikiran Nadine sibuk.
Wajah Javier, setelah selama satu bulan lamanya mendiami alam mimpi, yang kini jauh lebih tirus terus terbayang di benaknya. Dia menggigit bibir bawahnya, menahan rasa khawatir yang terus menggerogoti.
"Nad..."
Suara pelan itu membuat Nadine menoleh, "Ya, Kak?" Nadine langsung mendekat, berpikir Javier membutuhkan sesuatu.
Tapi Javier hanya membuka mata setengah sambil tersenyum samar, "Makasih, ya."
"Makasih buat apa?" Nadine mengernyit bingung.
"Buat tetep jadi adik yang ngeselin, tapi nggak pernah ninggalin gue."
Nadine sempat terdiam, lalu pura-pura memutar bola mata. "Alah, jangan drama deh. Tidur sana!" di sudut bibirnya, senyuman tipis tetap muncul.
Mata Javier kembali terpejam, suara rintik hujan yang sedikit demi sedikit berjatuhan di luar, menarik kesadarannya ke alam mimpi.
🍂
Siang itu hujan turun cukup deras, yang padahal mereka—para tamu tak diundang— sudah berdiskusi lewat telepati, mereka sepakat untuk pulang.
Kanaya dan Dita terlihat girang, dua gadis SMA itu dengan cepat berlari menuju halaman. "Udah lama gak hujan-hujanan!" pekik Kanaya, kebetulan dia juga belum sempat mandi tadi pagi.
"RIP jemuran gue." desis Julio, sebelum Ragas menariknya ke halaman.
Ketiga gadis yang lain— Windy, Mia, dan Salsa, juga ikut berbaur. Mereka melompat-lompat di bawah guyuran hujan, menghasilkan percikan-percikan air.
Diyaz hanya bisa melihat pemandangan itu melalui jendela, sesaat kemudian, dia baru menyadari ada satu orang lagi yang tak ikut.
"Lo gak join sama mereka?" tanya Diyaz, dia masih terpaku di depan jendela.
Gina yang duduk lesehan itu menoleh singkat, "Mau sih, tapi gak dulu deh. Gue lagi red day." cicitnya.
Diyaz mengangguk paham, dia berjalan mendekat dan duduk di sofa single. "Kalau lagi red day begini, lo sering ngerasain nyeri juga gak? Gue gak bermaksud apa-apa, kalau Kanaya biasanya iya, dia sering ngeluh ke Bunda."
"Sering sih, tapi gue tahan aja. Tapi kadang emang gak tahan juga."
"Sekarang juga kerasa nyeri?" tanya Diyaz lagi yang kemudian di angguki Gina, "Berarti lo dari tadi nahan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Siblings Runner - [BaeSure] On Going (Revisi)
FanfictionTreasure hyung line ft. Pharita Rora Ruka Asa Just for fun 乁| ・ 〰 ・ |ㄏ
![Siblings Runner - [BaeSure] On Going (Revisi)](https://img.wattpad.com/cover/369957523-64-k594118.jpg)