SR/05 [Double up ⬇️]

291 42 23
                                        

Gina melirik Ragas. Di ponselnya, laki-laki itu membuka satu aplikasi.

"Nonton apa lo, Kak?"

Ragas masih fokus pada layar ponselnya, lalu bergumam pelan saat Gina mendekat.

"Rainbow Rusdi."

"Rainbow Rusdi!?"

Ragas hanya mengangguk tanpa memalingkan wajahnya dari layar ponsel.

Tawa keras Gina terdengar, dia juga menepuk-nepuk bahu Ragas, "Wah, gak nyangka Kakak gue yang sok cool ini nontonnya yang begituan."

"Jangan bilang lo juga suka nonton Titiping." lanjutnya.

Ragas mendecak pelan dan hanya melirik Gina sekilas lalu kembali lagi pada layar ponsel, "Kalau iya emang kenapa?"

Gina cengo, komuk julidnya nyaris tak terkontrol "Gak sekalian lo nonton mamah dedeh!?"

Decakan terdengar lagi, Ragas mempause video yang di tontonnya, "Mamah dedeh siapa njing? Berisik banget bacot lo, gue mau nonton si rusdi jadi gak fokus nih!"

"Aduh, Kak, wawasan lo tentang sinetron-sinetron tetangga sebelah ternyata kurang luas." ucap Gina sambil tersenyum jahil.

Gina kemudian menjulurkan tangan untuk merebut ponsel Ragas, "Coba gue liat deh, sekalian kasih rekomendasi."

Ragas cepat-cepat menggeser ponselnya menjauh. "Gak usah! Lo gak ngerti selera gue!"

Gina tertawa karena Ragas yang terlihat defensif. Ini bisa jadi konten 'when your style doesn't match your show', gaya Ragas tak sesuai dengan apa yang di tontonnya.

"Gak salah sih lo pacaran sama Kak Mia, ceweknya feminim, cowoknya gaya rock star tapi tontonannya Rainbow Rusdi sama Titiping. Dah, matching banget dah tuh."

Setelah berujar demikian, Gina beranjak meninggalkan Ragas. Sedang Ragas kembali pada layar ponselnya dan mulai lanjut nonton dengan anteng, tak memperdulikan ucapan Gina.

Tak memperdulikan, tapi bibirnya tersenyum tipis mengingat komentar Gina soal kecocokannya dengan sang kekasih.

"Bisa aja si kumbang kokomelon. Gue sama Mia tuh emang klop banget," bisiknya sambil tertawa pelan, "Konfigurasi kecocokan hampir 100%." ucapnya lagi dengan bangga, kemudian mengubah posisi agar lebih nyaman, meski agak kesulitan.

"Hhh, nanti gue tunjukkin ke Gina kalo Rainbow Rusdi sama Titiping itu seru. Mana mukanya imut kiyut lagi."

Setelah monolog singkatnya, Ragas kembali  pada layar ponsel, tapi kali ini dengan fokus dan semangat baru. Tatapannya lebih serius, seolah-olah ingin benar-benar mendalami tiap adegan yang ditampilkan.

🍂

"Dingin."

Julio hanya mengangguki gumaman Javier tanpa bicara, matanya tetap menatap keluar jendela, seolah tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Malam ini, hujan turun dengan deras. Rintik-rintik air sebesar biji jagung menghantam genteng rumah, menciptakan irama monoton yang terpantul dari langit kelam.

Julio dan Javier masih stay di ruang tamu, sengaja tetap terjaga untuk berjaga-jaga takutnya ada sesuatu yang berbahaya di tengah malam yang di iringi hujan lebat ini.

Sedangkan Dita dan Nadine, sudah pergi ke kamar, mereka sudah tidur kurang lebih 15 menit yang lalu.

"Untung tadi sore kita udah benerin genteng, coba kalo nggak? Lengah dikit ini kontrakan jadi kolam renang."

Javier tertawa sambil mengangguk setuju, suara tawanya tersamarkan oleh suara guntur dan kilat yang menyambar.

"Banyak petir gini maenin hape, gak takut kesamber?" celetuk Julio membuat Javier seketika mematikan ponselnya.

Siblings Runner - [BaeSure] On Going (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang