"Eyy watssap!"
"Apa kabar bro!?"
"Anj- gue kira Sheila sama Ghea." gumam Javier, eksistensi Ragas dan Julio yang muncul itu mampu menghilangkan ekspresi tegang di wajahnya.
Tangan Javier terangkat pelan tatkala Ragas dan Julio mengajaknya melakukan high five secara bergantian. "Gak ekspek ni dua curut bakal dateng, gue kira tadi yang dateng bukan kalian." iya, Javier beneran wanti-wanti takutnya Sheila atau Ghea atau bahkan Haris juga.
"Ya kali. Begitu nyokap lo ngabarin gue langsung gas kesini, gak taunya nih landak juga mau sekalian ikut."
Para anak-anak gadis mulai menyingkir memberi sedikit ruang untuk 'dua curut' itu. "Eh, kita keluar dulu deh ya. Sekalian cari makan." usul Nadine.
Ragas menoleh kemudian berujar. "Gue nitip minum ya, rasa antaka balado."
"Apasi?! Muka lo tuh gue baladoin! Yang aneh-aneh aja kalo ngomong."
Keasbunan Ragas itu langsung disewotin Gina, sebelum akhirnya mereka benar-benar pergi meninggalkan ruangan.
Ragas tertawa kecil, lalu duduk di kursi dekat ranjang Javier, Julio menyusul duduk diantara Ragas dan Diyaz.
Alis Javier bertaut samar, "Lo gak kerja, Jul?"
"Gak, sore ini free dulu." jawab Julio, "Kerja itu formalitas, tapi kalo bestod tuh prioritas."
"Formalitas?" tanya Diyaz dengan nada remeh. "Gak takut di pecat lo?"
"Chill, gue udah minta izin kok." jawab Julio dengan tenang so swag.
"Eh, terus gimana, kontrakan? Aman?" tanya Julio lagi.
"Aman," jawab Julio singkat sambil menggibaskan tangan.
"Ada satu yang gak aman." Ragas menyahut.
"Apaan tuh?" tanya Julio dan Javier bersamaan.
"Sembako naek," jawab Ragas, "Minyak naek, beras naek, cabe naek," sambungnya, tangannya bergerak dengan gestur menghitung.
"Bawang?"
"Bawang juga naek kayaknya." ucap Ragas lagi.
"Ah, iya bener bener."
"Cabe sama bawang sih yang paling ngelonjak, sekilo berapa coba?" tanya Ragas secara tak langsung menyuruh ketiga temannya menebak.
Julio memberi gestur berfikir, Javier juga tengah menerka-nerka, sedangkan Diyaz hanya mengedikkan bahu karena memang tak pernah berbelanja perdapuran.
Hingga akhirnya Ragas kembali berujar, "Sekilo ya sepuluh ons, anjim."
"Tholol!"
🍂
Sebelum hari semakin gelap, masing-masing dari mereka mulai berpamitan pulang. Kanaya dan Diyaz juga langsung pamit setelah sholat maghrib di masjid rumah sakit.
Sandara, Javier dan Nadine tak lupa mengucap terima kasih karena sudah datang membesuk.
Sejenak, mereka merasa tenang, Javier sudah bangkit. Itu artinya perkumpulan orang-orang absurd akan kembali hadir menemani hari-hari mereka. Meskipun mereka sendiri tak pernah tahu akan kemungkinan lain yang bisa saja terjadi di luar dugaan.
Sebelum benar-benar berpisah di tempat parkir, Julio dan Ragas juga mengucap terima kasih pada Diyaz karena sudah mau di repotkan membawa Dita dan Gina, padahal Diyaz sendiri tak merasa di repotkan sedikitpun.
Diyaz dan Kanaya bergegas pulang setelah percakapan singkat itu usai, begitu pun dengan Ragas dan Gina serta Julio dan Dita yang sebelumnya di tawari tumpangan oleh Ragas. Mereka pulang bersama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Siblings Runner - [BaeSure] On Going (Revisi)
FanfictionTreasure hyung line ft. Pharita Rora Ruka Asa Just for fun 乁| ・ 〰 ・ |ㄏ
![Siblings Runner - [BaeSure] On Going (Revisi)](https://img.wattpad.com/cover/369957523-64-k594118.jpg)