Udah tiga kali double up nih
Semoga gak gumoh yaa ^^
🍂🍂🍂🍂
"Udah jam kerja nih," bisik Julio dengan nada sedikit kecewa, menatap sekeliling ruangan yang masih dipenuhi suara tawa.
Javier mengangguk.
"Btw guys!" seruan Javier membuat mereka serempak mengalihkan atensi. "Ada satu hal yang mau gue sama Julio bicarain ke kalian."
Julio mengulum bibirnya sebelum menyahut, "Ini soal kerjaan kita."
"Iya, gue sama Julio niatnya mau nyari kerja tambahan."
Dita dan Nadine sebagai yang berperan sebagai adik dari dua orang itu hanya bisa saling pandang. Tak ada satu pun dari mereka yang berniat menyela.
"Karena itu, mungkin kita bakal jarang ngumpul bareng lagi kaya gini. Bahkan dari hari sebelum-sebelumnya juga kita udah jarang ada waktu kan?" ujar Julio di angguki yang lain.
Javier tersenyum sekilas pada Kanaya, inilah 'rencana' yang mereka maksud.
Javier kemudian menoleh pada Diyaz. "Yaz," panggilnya, Diyaz menjawab dengan dehaman singkat, "Kalau gue lagi di tempat kerja, gue boleh titip Nadine?"
"Gue juga mau nitip Dita, Yaz, boleh?" sahut Julio.
"Mereka kan perempuan, di kontrakan cuma berdua. Kalau gue sama Julio gak ada, takutnya ada apa-apa, makanya gue sama Julio minta izin buat nitip Nadine sama Dita ke lo."
Diyaz menatap Javier, kemudian beralih pada tiga orang yang namanya di sebut tadi dengan alis mengerut samar, "Kenapa harus izin? Nadine sama Dita juga adek gue, bukan cuma Kanaya, Gina juga."
"Adek kalian ya adek gue juga, gimana sih? Pasti gue jagain lah," ucap Diyaz meyakinkan teman-temannya bahwa secara tak langsung mereka adalah keluarga.
"Gue juga siap kalau misalnya kalian minta anter jemput sekolah, gak masalah." kalian yang di maksud Diyaz merujuk pada adik-adik mereka.
Hening sesaat melingkupi mereka.
Sudah dipastikan sebelumnya bahwa Diyaz akan setuju. Karena memang, jika urusannya dengan orang lain, Diyaz akan lebih terbuka, lebih bisa menaruh perhatian dibanding pada adiknya sendiri.
Dan, disinilah point utamanya. Diyaz akan lebih dekat dengan Dita, Gina, dan Nadine. Itu artinya dia akan lebih akrab juga dengan Kanaya, kira-kira seperti itulah rencana mereka.
"Iya, gue tau mungkin kalian ngerasa aneh, wajar. Karena emang biasanya gue asik sama dunia gue sendiri."
"Tapi buat sekarang dan seterusnya, gue gak mungkin bisa seneng-seneng di luar kalau temen-temen gue aja lagi pada sibuk kerja, ngorbanin waktu buat hal yang bener-bener lebih penting dibanding nongkrong gak jelas."
Penuturan panjang Diyaz membuat hati Kanaya terenyuh, otaknya mulai menunjukkan tanya apakah ini sebuah awal menuju perubahan yang Kanaya inginkan sebelumnya?
Semoga.
Dan setelah ini, dia akan berterima kasih banyak pada Javier atas ide dan rencana yang dibuatnya.
Julio mengangguk-anggukkan kepala, respect pada apa yang di ucapkan Diyaz. "Thanks, Yaz, buat pengertiannya. Gue harap ini gak ngerepotin lo."
"Gak sama sekali Jul, gue sama sekali gak ngerasa di repotin. Gue udah bilang, adek kalian adek gue juga. Kita keluarga 'kan?"
"Majja yoo," sahut Nadine, kemudian terkekeh di ikuti yang lain.
Javier mengangguk setuju, "Iya, kita keluarga, Julio sebagai kakak tertua di antara anak laki-laki, Nadine yang tertua diantara anak perempuan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Siblings Runner - [BaeSure] On Going (Revisi)
Fiksi RemajaTreasure hyung line ft. Pharita Rora Ruka Asa Just for fun 乁| ・ 〰 ・ |ㄏ
![Siblings Runner - [BaeSure] On Going (Revisi)](https://img.wattpad.com/cover/369957523-64-k594118.jpg)