Rohingya Rich✨
Nadine
guys.. nanti besok jadwal kak javier latihan jalan, belio pengen di temenin katanya. pada dateng yaa ke kandang kak jav, tysm
siap.
besok gue pasti bakalan dateng
buat semangatin javier,
jangan dulu mulai sebelum gue dateng
Julio menatap layar ponselnya lama, membaca ulang chat semalam. Julio hanyut dalam pikirannya yang berkecamuk atas apa yang baru saja terjadi selama ini.
Skenario? Belajar mandiri? Omong kosong. Entahlah, semua yang semula hilang telah kembali. Tapi alih-alih merasa senang, justru ada hal lain yang membuat Julio merasa tak tenang sama sekali.
Bayang-bayang Ragas yang kini mungkin tengah meringkuk kedinginan di dalam sel, membuatnya sedikitpun tak berkeinginan untuk kembali. Dia memilih menetap di kontrakannya yang kumuh, begitu pun Dita.
"Semuanya udah balik, skenario yang Daddy buat udah selesai tapi nggak dengan skenario Tuhan."
Lamunan panjangnya itu kembali teralihkan pada grup chat.
Dia tahu seharusnya dia senang, dan hari ini dia harus ada di sana. Tapi ada satu masalah besar. Bagaimana cara Julio memberi tahu Javier dan yang lain kalau Ragas sekarang ada di balik jeruji besi?
Julio menghela napas panjang, kepalanya mendongak ke langit. Beban yang dia pikul terasa semakin berat.
Apa yang harus dia lakukan? Javier butuh dukungan mereka, tapi bagaimana dia bisa berpura-pura semuanya baik-baik saja sementara Ragas terjebak sendirian di sana?
"Menurut lo, lebih baik kasih tau mereka atau nggak?" tanya Julio pada Dita yang sejak tadi berdiri di ambang pintu.
Dita langsung mengerti kemana arah pertanyaan itu, dia merenung sejenak, "Kasih tau aja, tapi jangan buru-buru. Kasih tau mereka pas latihan Kak Javier selesai."
Julio mengangguk setuju dan dengan cepat mereka pergi ke tempat tujuan.
Setibanya di rumah sakit, mereka melihat Javier duduk di kursi roda dengan senyum tipis dan semangat yang terpancar wajahnya.
"Akhirnya kalian dateng juga," Javier menyapa kedatangan Julio dan Dita, "Ragas sama Gina mana, ya? Gue kira mereka juga bakal dateng."
Pertanyaan itu langsung membuat Julio terdiam, namun akhirnya terkikik samar lalu mencoba menjelaskan couple tai dan laler ijo itu mungkin tengah ada urusan mendadak.
Tapi Javier menunjukkan reaksi yang kurang memuaskan, Julio jadi harus berpikir keras, kiranya jawaban apa lagi yang harus dia lontarkan.
Javier sendiri tipikal orang yang curigaan—ralat, lebih tepatnya khawatir, bukan curiga.
"Ey, C'mon Jav. Kehadiran kita aja gak cukup nih, buat bikin lo semangat? atau mungkin gue harus nyewa cheerleaders? Atau girl group korea? Itzy misalnya?"
Tawa Javier, Nadine, dan Dita terdengar lepas.
"Ya udah, maafin deh. Tapi serius, kalau gue nanya kenapa mereka gak dateng, itu bukannya gue gak menghargai lo berdua. Gue cuma kepikiran aja, gitu."
Julio merasa ada beban besar. Javier pantas tahu kebenarannya, tapi Julio belum siap untuk menghancurkan kesenangan Javier hari ini.
Tak lama setelahnya, perawat datang untuk membimbing proses latihan sistem motorik. Mereka berpindah ke ruangan khusus.
Persis seperti yang dikatakan Javier, kakinya gemetar saat mencoba berdiri dengan bantuan alat penyangga, dia menoleh pada tiga temannya dengan senyum lebar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Siblings Runner - [BaeSure] On Going (Revisi)
Fiksi RemajaTreasure hyung line ft. Pharita Rora Ruka Asa Just for fun 乁| ・ 〰 ・ |ㄏ
![Siblings Runner - [BaeSure] On Going (Revisi)](https://img.wattpad.com/cover/369957523-64-k594118.jpg)