SR/16 [Extra Chapter‼️]

198 35 28
                                        

Kenapa disebut ekstra? Karena wordnya ≥3000
Bantu tandain kalo ada typo atau nama2 yg nyelip yaa^^
Happy Reading...

🍂🍂🍂

Setelah Amara dan Dani pergi, suasana kembali cukup riuh seperti semula. Mereka mulai berbincang-bincang sesuai genrenya masing-masing. Obrolan para anak perempuan tak jauh-jauh dari skin care dan film-film yang tengah ramai di bahas orang-orang.

Sedangkan sisanya, ketiga laki-laki itu membahas seorang Disk Jockey (DJ) sekaligus content creator, yang selalu dimirip-miripkan dengan Julio.

"Katanya gue mirip Hyunsuk trijur, sekarang mirip King Aloy. Gak konsisten banget."

"Yeu... kan manusia di dunia ini punya 7 kembaran. Berarti lo tinggal nyari empat orang lagi tuh, buat jadi boy grup ala-ala opah koriyah."

Julio mendecak tak ingin menanggapi omong kosong Ragas. "Eh tapi, King Aloy tuh siapa sih?"

"Hah? Serius lo gak tau?" tanya Diyaz.

"Idih. Kudet bet! Lo hidup di jaman batu apa begimana dah? King Aloy, yang nyanyi lagu Giginya ompong menggerong ranto gudelll... Jlangkong jalannya miring-miring eh dugong-"

"Doyong, Gas!" koreksi Diyaz.

"Iya itulah. Masa lo gak tau, Jul?"

"Harus banget gue tau?"

"Jul, King Aloy itu sosok yang inspiratif. Sebelum jadi terkenal kayak sekarang, dia sempat kerja serabutan juga loh."

"Bener!" sahut Diyaz, "Kayak sekarang kan lo lagi di fase kerja serabutan nih, siapa tau nanti lo jadi idol juga kayak King Aloy."

"Nanti lo di panggilnya opah. 'Opah Jul! Opah Jul...!'" suara Ragas dilembut-lembut mirip perempuan, dia ngakak karena guyonannya sendiri, kemudian melakukan tos dengan Diyaz yang juga ikut tertawa.

Obrolan dua kelompok itu terus berlangsung dengan santainya. Kadang-kadang, mereka saling mencuri perhatian. Seperti saat Julio yang tiba-tiba ikut nyeletuk, "Ciwi-ciwi kalau lagi ngumpul, yang di bahas pasti gak jauh-jauh dari soal skincare."

"Apa lagi itu tuh," Julio menunjuk adiknya sendiri dengan bibir. "Fomo banget, liat yang rame dikit langsung CO. Kadang gue kaget tiba-tiba ada kurir ke rumah nganterin paket atas nama Joanie's, mending kalo- hmmp!"

"KAKAK!" Dita menerjang dan membekap mulut Julio.

Ya, meskipun agak terlambat.

Gina dan Kanaya yang menyadari sesuatu langsung tertawa terbahak, apa lagi Gina, dia sudah siap berkata-kata di sertai tampang julidnya. "Hahhaha.. masih gamon?"

Dita menoleh tajam, wajahnya memerah seperti kepiting rebus. "Diem gak!!?"

"Username nya masih pake nama yang itu, kyaaa." Kanaya ikutan meledek

"Usn lo tuh kayak prasasti sejarah, Dit," sambung Gina, suaranya penuh keisengan. "Bukti nyata kalau cinta pertama tuh emang susah dilupain."

"Lo berdua mau gue lempar pake toples ya?!"

Julio yang berhasil melepaskan diri dari bekapan tangan Dita langsung tertawa keras sambil mengelus lehernya. "Buset! Kuat juga lo, gue sampe gak bisa nafas."

"Wah, bakal jadi highlight hari ini nih."

Dita hanya mencebik menanggapi keusilan Kanaya yang kedua kalinya.

"Duh, sayang banget ya... coba aja kalau lo balikan-"

"Gina! Big no!" Dita memotong tegas, tapi semua orang sudah tertawa lagi. Kanaya bahkan sampai menyandarkan kepalanya di bahu Diyaz karena lelah tertawa.

Siblings Runner - [BaeSure] On Going (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang