"Setelah Ragas, sekarang gantian gue yang gak bisa ikutan minum minuman kaleng." kata Diyaz. Dia sejak tadi hanya menyesap teh hangat yang dibuatkan Amara.
"Masih mending lo gak di julidin suruh minum susu kuda," ketus Ragas menyindir seseorang.
"Gak usah bahas, anaknya masih turu," ucap Julio kemudian melirik Nadine, "Gimana, Nad? Javier udah ada perkembangan?"
"Perkembangan? Lo kata taman?"
"Diem ya Ragas bngstt, gue lagi serius."
Reaksi Julio barusan lantas membuat Diyaz terkekeh, "Jarang-jarang loh Julio ngeluarin kata-kata mutiara."
"Sejauh ini belum ada perkembangan apa-apa, Kak. Tapi dokter bilang kondisinya stabil gak ada masalah serius. Gue juga di suruh ajak Kak Javier ngobrol terus nunggu sampe ada respon."
"Lo hebat Nad, karena udah setegar ini," puji Gina merangkul Nadine. "Gue waktu Kak Ragas kecelakaan gak sampe koma aja udah khawatir setengah mati."
"Agree," sahut Kanaya sambil mengangguk, "Kak Javier kalau tau lo sesabar ini nungguin dia siuman, pasti dia bangga banget."
"Gue juga bangga sama kalian," Diyaz ikut menyahut, "Bisa saling nguatin satu sama lain, kita udah kaya keluarga kandung."
Mereka mengangguk setuju, satu orang di antaranya tersenyum jahil, "Iya, lo bener, Yaz. Gue ngerasain hal yang sama. Ya contohnya kayak gue sama si kumbang kokomelon tuh," Ragas menunjuk Gina dengan dagu.
"Meskipun cuma adek pungut, tapi gue sayang dia kayak adek kandung gue sendiri."
"Lo emang paling bisa nistain adek lo sendiri," ucap Gina ketus.
"Gue gak asal ngomong loh, ini rijall no pake pake." sahut Ragas dengan wajah pura-pura serius.
"Mami Papi tuh nemu lo di deket sampah-sampah, di kerumunin laler ijo, iwh!" Ragas pura-pura bergidik jijik, yang lain kembali terkekeh sedangkan Gina menekuk wajah kesalnya.
"Kudunya gue panggil lo laler kokomelon, kalau kumbang terlalu imut buat lo yang amit— aduh! sakit anj-!"
Gina mencubit pinggang Ragas dengan gemas, "Lo tuh kek tai tau gak!"
Karena pertengkaran ini suara tawa kembali terdengar mengisi ruang keluarga rumah Diyaz.
"Tai sama laler emang matching banget." ucap Dita sambil menahan tawa, gelak tawa mereka terdengar menyetujui itu dan Julio mengangkat jempolnya.
Setelah tawa reda, mereka sama-sama terdiam di gantikan suara kunyahan, kecapan, dan desisan halus kala dua orang dari mereka menyesap minuman kaleng bersoda.
"Mendingan nonton gak sih?" Dita tiba-tiba berujar.
Sebelah alis Ragas terangkat, "Nonton apa nih?" m
"Horor, gimana? Malem-malem gini pas banget nonton jurig." saran Gina yang langsung mendapat persetujuan dari yang lain, ya... meskipun beberapa dari mereka agak kurang setuju karena takut, salah satunya Nadine.
Ragas tertawa kecil melihat raut wajah Nadine, "Lo yakin mau ikut nonton?" tanyanya dengan tampang meledek.
Nadine pura-pura memasang wajah tegar, "Yakin. Gue gak takut kok!" dengan keteguhan Nadine itu justru membuat yang lain tertawa, mereka tau Nadine penakut.
Sementara Kanaya inisiatif mengambil laptop di kamarnya, Ragas kembali menampilkan senyum jahil, "Dinn..."
"Aaa... diem deh, Kak..." teriak Nadine, membuat mereka tertawa lagi. Bukannya apa, suara Ragas tadi berbisik persis seperti sound horor di video-video seram.
KAMU SEDANG MEMBACA
Siblings Runner - [BaeSure] On Going (Revisi)
FanfictionTreasure hyung line ft. Pharita Rora Ruka Asa Just for fun 乁| ・ 〰 ・ |ㄏ
![Siblings Runner - [BaeSure] On Going (Revisi)](https://img.wattpad.com/cover/369957523-64-k594118.jpg)