26 : Kerinduan

563 43 8
                                        

Luo Binghe membawa Shizunnya keluar. Mereka pergi dari dunia bawah untuk berjalan jalan menikmati udara. Disini keduanya berada di keramaian malam.

Shizunnya menutupi wajahnya dengan kipas lipatnya. Mengikuti langkah Luo Binghe yang antusias.

"Shizun ingin melihatnya?"

Shen Qingqiu menggeleng pelan. "Setelah bersenang-senang kita bisa mengunjungi mereka"

Luo Binghe mengangguk. Sudah cukup lama dia mengajak Shen Qingqiu keluar. Selama Shen Qingqiu tidak lagi takut padanya, Luo Binghe menjadi memanjakannya.

Luo Binghe menarik tangannya yang kosong. Membawanya mengunjungi kios makanan atau pertunjukan jalanan.

"Shizun Shizun!"

Topeng yang bersarang di wajah Raja Iblis tampan ini agak seram hingga Shen Qingqiu agak terkejut.

Melipat kipasnya, Shen Qingqiu memukul ringan kepalanya.

"Jangan mengejutkanku"

"Hehe~ Shizun aku mencintaimu aku mencintaimu"

Orang ini adalah penguasa dunia bawah. Namun ketika bersamanya, waktu membuatnya menjadi sosok yang berbeda.

Begitu gigih mencari pengampunan darinya. Tidak mengatakan apapun, namun dia jelas seperti seseorang yang tenggelam dalam cinta.

Terkadang Shen Qingqiu seolah kehilangan oksigen setiap melihat matanya yang memandang dirinya dengan begitu dalam.

Luo Binghe berbahaya. Untuk hatinya, dia berbahaya.

Bagaimana bisa dia melupakan sosok tercinta dan kekasih hatinya dulu.

Setiap kali Shen Qingqiu hanyut dalam pikirannya, dia merasa buruk terhadap dirinya sendiri.

Perasaan ini tabu, salah, dan tidak bermoral.

Dia mencoba menghianati Liu Qingge.

"Shizunmu ini sangat memalukan, bahkan sampai akhir hanya akan membuat semuanya rumit. Jangan jatuh cinta padaku, hubungan kita tidak boleh lebih dari sebuah timbal balik"

Luo Binghe menjadi orang yang tidak tau malu dalam menunjukkan tanda cintanya. Seperti sekarang, dimana semua orang mungkin bisa mendengar ocehannya.

Tapi sejak kapan mereka peduli pada orang lain. Shen Qingqiu tau dia tidak bisa membalas perasaannya. Tapi sejak awal, hubungan mereka memang tidak sehat.

Jadi dia menerima ciuman mendadak Luo Binghe.

Beberaoa orang mencuri pandang dan tersipu. Beberapa ada yang meninggalkan kritikan pedas. Tapi tidak dipedulikan.

Luo Binghe memegang pinggang ramping Shizunnya.

"Shizun aku merasa aku akan gila karena begitu mencintaimu. Kamu begitu indah, adalah aku yang begitu bodoh karena tidak pernah menyadarinya sejak awal"

Dia berbisik tepat di sebelah telinga Shen Qingqiu. Berakhir dengan menyandarkan kepalanya di ceruk leher Shizunnya.

"Shizun aku benar-benar menginginkan cintamu kembali. Aku sangat ingin kamu membalasku. Permintaan ini memang terlalu lancang dan memalukan untukku. Tapi Shizun, aku sekarat. Bukan hanya tubuhmu, bukan hanya kebaikanmu. Aku menginginkan cintamu kembali. Aku–"

Shen Qingqiu melepaskan pelukannya. Dia memalingkan wajah dan bergegas melangkah pergi lebih dulu.

Tidak berani melihat Luo Binghe yang menunduk begitu lama disana.

Dia membuka lipatan kipasnya. Menutupi wajahnya dengan perasaan sakit.

"Aku akan pergi menemui mereka"

Shizun, Sorry Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang