29 : Ini Buruk

730 54 9
                                        

Shen Qingqiu terus menggigit ujung kukunya. Kipas yang biasanya menjadi penutup segala emosi terlempar di atas tempat tidur secara sembarang. Dia tidak berhenti mondar mandir di samping tempat tidurnya karena gelisah.

Tidak sekalipun dia menunjukkan tindakan gelisah penuh impulsif seperti ini. Hanya karena kata-kata Shen Wei dan perasaannya yang abu-abu membuatnya frustasi.

"Bagaimana bisa peri iblis melakukan ini padanya? Kalau begitu, Liu Shidi?"

Dia menggelengkan kepalanya. "Tidak boleh, tidak boleh, keadaan sekarang seperti di ujung tanduk. Luo Binghe tidak lagi seperti dulu, tapi bagaimana dengan Qingge? Dia sudah lama memikul dendam dan sakit hati. Tidak mungkin baginya melepaskan musuh begitu saja"

Terus menggumam tanpa henti. Mengabaikan suara pintu yang berdecit sejak lama. Luo Binghe telah memperhatikannya dengan teduh.

Setiap mendengarkan seruan lirih Shen Qingqiu terhadapnya membuatnya gila karena telah begitu mencintainya.

Shizunnya yang cantik melebihi peri ini begitu murah hati padanya. Perasaannya meluap-luap, menggetarkan hatinya dan membuatnya gila karena begitu mencintainya.

Tapi setiap kali dia ingin mengklaimnya seperti dulu, mimpi buruk menghantuinya.

Bagaimana darah Shizunnya bergelinang di telapak tangannya. Bagaimana ketika Shizunnya memohon dan memekik kesakitan. Juga bagaimana ketika Shizunnya tidak lagi bergeming padanya.

Tubuh dingin yang pernah dia rasakan di bawah telapak tangannya masih membekas. Membeku seolah tidak pernah hilang.

Dia ingat jelas tubuh asli Shen Qingqiu. Tiap jengkal dan tiap luka yang dia torehkan.

Namun tubuh itu bersih tanpa luka. Tapi di mata Luo Binghe, setiap luka yang dia torehkan membayangi setiap kali dia melihat Shizunnya yang cantik ini.

Dia ingin mati. Apakah dengan begitu hutangnya terbayar, penebusannya pada Shizunnya selesai?

Namun mengapa setiap kali dia berpikir demikian, dirinya menemukan wajah khawatir Shen Qingqiu yang mengganggunya.

Dia ingin memiliki Shen Qingqiu seutuhnya, tapi dia takut. Dia takut mimpi buruknya terulang dan dia takut merasakan tubuh dingin di bawah telapak tangannya.

Sekarang tidak ada lagi kekuatan super mega Peri Iblis. Jika Shen Qingqiu mati, hanya pecahan jiwanya yang bisa dia kumpulkan.

Bahkan jika dia mengumpulkannya, jiwa Shizunnya telah rusak. Peri Iblis mengatakan bahwa Shizunnya terlalu banyak luka di jiwanya hingga merusak siklus reinkarnasi dan begitu rapuhnya hingga bisa hancur kapan saja.

Dalam tubuh Shen Qingqiu dunia lain yang dipakai Shizunnya ini, hanya terdapat sebuah jiwa rusak. Sebuah lentera hidup yang rapuh, yang cahayanya lebih redup namun satu-satunya yang bisa menerangi gelapnya hatinya.

Dia mendekati Shen Qingqiu, memeluknya tanpa permisi. Luo Binghe menelusup di antara leher jenjang Shen Qingqiu.

"Shizun, tidak apa. Jika aku mati kamu tidak terluka, itu tidak apa. Aku berjanji padamu bahwa aku tidak akan melepaskanmu selama aku hidup meskipun Liu Qingge mendeklarasikan perang terhadapku"

Shen Qingqiu melepaskan pelukan Luo Binghe. Menatap wajah mantan muridnya. Dan ketika bibirnya terbuka untuk mengajukan sesuatu, Luo Binghe menyambarnya.

Ada kemarahan di mata Shen Qingqiu terhadap kalimat Luo Binghe.

Lalu untuk melepas ciuman halus itu, Shen Qingqiu menggigit bibir Luo Binghe hingga berdarah.

"Apa-apaan!"

Luo Binghe tersenyum padanya.

"Kamu tidak bisa menyakitinya"

Shizun, Sorry Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang