Ashley berjalan di kerumunan, melihat ke segala arah sebelum berbelok masuk ke sebuah gang. Di depannya kini beberapa orang tengah duduk lesehan di tanah, baju mereka compang-camping dan wajah mereka kotor.
Alea yang berada di penginapan menggenggam kedua tangan erat. Rasa khawatir membuat nya tidak bisa diam di tempat. Menghembuskan nafas kasar Alea memutuskan untuk keluar.
Dia menyusuri jalan yang di lalui beberapa orang, hari sudah sore dan langit telah gelap menunjukkan akan turun nya hujan.
Alea tidak tau harus berjalan ke arah mana, hanya mengikuti langkah kaki nya pergi entah kemana.
"Sst!".
"Sst!".
Alea melirik ke segala arah. Hingga pandangan nya jatuh pada dua orang pria dengan perbandingan tubuh yang sangat kentara duduk di kedai pinggir jalan. Yang satu bertubuh besar berpakaian oblong, sementara yang lainnya layaknya pemuda bangsawan terlihat rapih dan mempesona.
"Kau..." Alea menatap nya kesal, baru akan berbalik pria itu tiba-tiba berbicara.
"Nona nona... Aku punya informasi, mungkin kau akan tertarik."
Alea segera berbalik, melihatnya dengan gamang sebelum mendekat dan duduk di hadapan mereka.
"Apa yang kau tau? ".
"Pemuda Harem mu, aku tau."
Saat Charles mengungkit kata harem ekspresi nya berubah suram, tapi saat mendengar dia tau sesuatu tentang salah satu pemuda yang dekat dengan nya Alea langsung teringat pada Jaden.
"Katakan."
Charles tersenyum, matanya melirik Gorgon yang diam memperhatikan.
Ashley kembali ke penginapan dengan sebuah kantung makanan yang dia beli di luar, namun pengurus penginapan menghadangnya.
"Tuan, nona yang datang bersamamu menitip kan surat."
Dahinya mengerut. Firasat buruk tiba-tiba dia rasakan, menerima surat dan langsung membuka nya.
"Kapan dia keluar?".
Pengurus penginapan tampak berpikir.
"Sebelum hari gelap dia telah pergi."
Ashley meremas kertas nya, memberikan kantung makanan pada pengurus penginapan dan pergi keluar.
Sementara itu Alea menatap kesal Charles. Baju nya telah berganti menjadi pakaian layaknya bangsawan. Gaun sutra putih dengan hiasan mutiara, rambutnya tergerai dan di tata ke belakang dengan sebuah jepit bunga teratai.
"Kalau rencana mu gagal, aku akan menghabisi mu di tempat."
Charles tersenyum.
"Nona...kau sangat pendendam. Yang lalu biarlah berlalu, sebagai permintaan maaf aku akan membantu mu."
"Bagus, kalau kau tau salah." Alea masih merasa kesal jika mengingat saat Jaden melawan Gorgon di arena dan Charles dengan enteng nya berteriak menyuruh Gorgon menghabisi Jaden.
Dia pikir nyawa bisa dengan mudah dia hancurkan hanya dengan beberapa kata. Sebenarnya pemikiran Charles saat itu terlihat kejam. Tapi lihat lah sekarang, dia malah membantu Alea. Sedikit nya Alea tetap harus waspada.
Mereka berjalan mendekati pintu gerbang sebuah kediaman berukuran besar.
Alea melirik Charles yang tampak santai. Lalu Gorgon berdiri di depan gerbang, mengetuk keras gerbang kediaman hingga seorang pria berpakaian pengawal membukakan pintu.
"Tuan muda..."
Mengabaikan ekspresi terkejut Alea, Charles tersenyum miring dan masuk dengan santai di ikuti Gorgon dan Alea.
"Kau... Apa maksudmu ?". Alea menarik lengan nya dan berbisik dengan geram.
"Sudah ku bilang aku akan membantu mu, tapi kamu harus bersedia jadi kekasih ku. Bukan kah kamu setuju?".
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Man! (End)
General FictionAlea adalah gadis modern.Namun sebuah kalung peninggalan leluhurnya membawanya menuju ke dunia lain.Dunia yang benar-benar berbeda.
