"Bagaimana, lebih baik?".
Alea memegang erat gelas bambu berisi air hangat di tangan nya. Menunduk dan mengangguk malu.
Hana tersenyum kecil melihat nya.
"Kau hebat juga, kau tau... Ashley pandai dalam berburu. Kau bisa memanah, ku pikir kalian cukup cocok."
Alea meliriknya sesaat, sebelum mengalihkan perhatian dan melihat dinding gua yang berlumut. Begitu terbangun dari pingsan, mereka telah berada di dalam mulut gua dengan suara air hujan di luar.
"Alea, lain kali jika kita berburu aku akan mengajak mu." Suara Jaden terdengar menggema, dia tersenyum dan melempar setumpuk ranting pada perapian.
"Benar juga. Kau sepertinya baru kali ini membunuh binatang, kau tampak terkejut hingga pingsan tadi." Ujar Hana.
Alea meringis malu, menggosok dahi nya dengan jari dan menatap perapian.
Ashley datang dari gua terdalam setelah memastikan jika gua benar-benar kosong juga aman dan tak ada hewan yang berbahaya.
Dia berjalan mendekat yang membuat Hana beranjak dan duduk di samping Jaden. Langkah nya tampak berjinjit karena luka gigitan dari harimau.
Tubuh Alea terbalut selimut dari kulit hewan, membungkus tubuh nya yang memakai gaun putih terbuka. Ashley membenarkan selimut di tubuh Alea dan mengambil gelas di tangan nya yang telah habis.
Lalu mengeluarkan bingkisan dari balik baju di dada nya. Begitu di buka terdapat kue kering di dalamnya.
"Makan."
Alea mengambil satu dan merasakan manis di mulut nya.
"Enak, apa bi Lia yang membuat nya?".
"Tidak, dari warga yang tengah ada acara."
"Oh..."
Setelah itu hanya ada keheningan. Hana tampak beranjak dan berdiri di bibir gua melihat rintikan hujan deras, tidak memperdulikan percikan airnya yang membasahi kaki.
"Kenapa?". Jaden berjalan mendekat.
Sekilas Hana melirik Ashley dan Alea sebelum kembali melihat air hujan.
"Ashley sangat menjaga nya."
"Tentu saja, dia adalah orang yang Ashley tunggu."
"Hm?". Hana menatap nya bingung.
"Jodoh. Seperti aku yang menunggu jawaban dari mu." Lanjut Jaden yang membuat Hana termangu dan dengan patah-patah mengalihkan pandangan.
Jaden menghela nafas pelan melihat nya. Menatap rintik hujan bersama dalam keheningan.
Dia teringat saat tiga tahun yang lalu dirinya pernah mengutarakan perasaan nya pada Hana, tapi Hana selalu menghindar tanpa jawaban.
Dan keesokan harinya mereka bertemu seakan tidak ada hal yang terjadi.
Tatapan Ashley jatuh pada punggung Jaden dan Hana.
"Ada apa?". Suara Alea membuat Ashley segera mengalihkan pandangan.
"Tidak."
Tapi Alea tau, itu pasti berhubungan dengan Jaden dan Hana terlihat dari sorot mata nya yang terus menatap mereka berdua.
"Hubungan mereka, rumit?". Alea membuka suara.
Ashley mengangkat tangan nya dan meraih pipi Alea untuk dia usap pelan.
"Tidak serumit kita." Lirih nya.
Alea mengernyit, tapi Ashley seakan tau dia ingin bertanya dan mencoba menghindar. Beranjak mendekati kuda yang di ikat di batu dan memeriksa kuda Jaden yang terluka karena serangan harimau saat itu.
"Rumit?". Jika dia pikirkan memang sangat rumit. Dunia mereka berbeda, mungkin itu yang di maksud Ashley.
Alea menghela nafas kasar menatap langit-langit gua yang suram dengan perasaan berkecamuk. Tangannya meraih liontin ungu di lehernya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Man! (End)
Ficción GeneralAlea adalah gadis modern.Namun sebuah kalung peninggalan leluhurnya membawanya menuju ke dunia lain.Dunia yang benar-benar berbeda.
