Mereka berjalan menelusuri hutan, hingga Alea berhenti begitu melihat pohon rindang penuh dengan buah.
"Ashley, itu.."
"..apa itu buah mangga?".
"Hm." Setelah nya Alea menyaksikan Ashley yang memanjat pohon mangga tanpa banyak kata.
Melihat nya Alea meringis.
"Peka sih...tapi cukup mengejutkan."
Di lihat nya Ashley yang memasukkan buah yang dia petik ke dalam tas kulit yang dia bawa dan tidak membutuhkan bantuan nya, Alea memutuskan mencari hewan di sekitar.
Busur dan anak panah telah siap di tangan nya. Seekor rusa tengah memakan rumput tidak menyadari jika dirinya telah di intai.
Alea menyeringai.
Sett!!
"Sial, meleset!"
Seakan memiliki kepekaan yang tinggi rusa itu langsung berlari sebelum anak panah mengenai tubuh nya.
Alea menarik anak panah yang tertancap di pohon. Berdecak dan melihat sekitar.
Dia baru tau berburu hewan liar yang memiliki kepekaan tinggi begitu sulit.
Dia pikir akan mudah. Mungkin harimau yang pernah dia bunuh dengan anak panah nya hanya sebuah kebetulan.
Alea melihat semak-semak yang bergerak, berfikir mungkinkah itu kelinci atau ayam hutan? Tapi bagaimana jika itu ular.
Alea baru akan mendekat begitu suara Ashley menyela.
"Alea..."
"Ashley, aku lihat semak itu terus bergerak. Mungkin kah ada kelinci atau ayam hutan?".
Ashley mengernyit melihat semak belukar yang tertiup angin. Hingga langkah kaki membawanya mendekati semak-semak Alea segera mengikuti.
"Ashley, bagaimana jika itu ular?".
Mereka berdiri di depan semak-semak. Ashley mengulurkan tangan dan menyibak ilalang secara perlahan.
"Ashley, itu..."
"Ayam hutan." Melihat mata nya yang berbinar sorot mata nya meneduh.
"Ashley... ayam hutan pasti sulit di tangkap, bagaimana menangkap nya? Kau tau, tadi aku membidik rusa tapi rusa itu memiliki kepekaan tinggi. Panah ku meleset dan rusa itu juga pergi."
"Ku ajarkan." Ashley menarik lengan Alea agar berdiri di dalam dekapannya.
Meraih tangan Alea yang memegang busur dan anak panah. Seketika jantung Alea berdebar dengan tidak aman.
"Perhatikan mata ayam, apakah menurut mu dia menyadari kehadiran kita?".
Alea menyipitkan mata.
"Iya, mata nya tampak melihat sekitar."
"Bagaimana dengan ayam satu lagi?"
Alea melihat ayam berbulu coklat ke emasan tengah mematuk tanah mencari cacing.
"Seperti nya, tidak."
"Kalau begitu panah dia."
Alea membeku.
"Jadi begitu trik nya?". Alea berbalik dengan binar di matanya.
"Untuk pemula." Suara Ashley selanjutnya membuat bibir Alea maju.
Ashley mengusap rambut nya dengan lembut.
"Sekarang, panah."
"Baik..."
Alea bersiap dengan busur dan panah nya. Sesaat dia sadar jarak mereka begitu dekat, tapi tangan Ashley memeluk pinggang dan memegang bahu nya.
' Tidak membantu, tapi cari kesempatan.'
Sett!
Panah melesat jauh, menembus angin dan berputar menuju target. Seketika ayam hutan dengan cacing di paruh nya menghantam pohon dengan anak panah yang tertancap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Man! (End)
General FictionAlea adalah gadis modern.Namun sebuah kalung peninggalan leluhurnya membawanya menuju ke dunia lain.Dunia yang benar-benar berbeda.
