36

14K 1.1K 63
                                        

Alea mengulum senyumannya melihat Ashley yang tengah memupuk barang pada tas kulit yang dia taruh di atas kuda.
"Ash...bisakah aku mengendarai kuda sendiri?".

"Sayang sekali, aku akan ikut. Kau harus terus bersama Ashley, Lea." Suara Jaden penuh godaan, dia datang dari halaman belakang menuntun kuda coklat kemerahan.

Dan di atas kuda juga ada Hana.

Alea mengerjap.

" Semalam bibi bilang kalian akan pergi jauh untuk berlibur. Aku juga mau ikut, Alea...kau tidak akan bosan dengan Ashley yang kaku karena ada aku." Kedip Hana.

"Ayo." Ashley mengulurkan tangan dan degan pasrah Alea mendekat. Tiba-tiba Ashley menunduk dan berbisik.

"Aku lelah, kau yang kendarai kuda." Detik berikutnya Alea menjerit tertahan kala tubuh nya terangkat dan jatuh di atas kuda.

Ashley duduk di belakang nya, memeluk pinggang Alea dan memberikan tali kekang kuda pada nya.
"Ayo."

Alea yang masih terkejut menghela nafas pasrah.
"Kau mengejutkanku." Decak Alea. Tapi senyuman mulai terlukis sementara tangan nya memegang tali kuda dengan erat.

Hana dan Jaden saling berpandangan dengan gurauan.

"Cha!"

"Cha!"

Sepanjang perjalanan Alea tidak berhenti tersenyum. Di depan mereka Jaden dan Hana memimpin jalan. Sesekali Alea merasakan sebuah tangan mengambil sejumput rambut nya yang terbawa angin dan di simpan ke belakang telinga.

"Cha!"

Mereka berhenti setalah matahari mulai berada di atas kepala. Meminum air dari wadah bambu dan membiarkan kuda memakan rumput.

Alea duduk di samping Hana. Jaden di seberang mereka bersandar pada pohon. Sementara Ashley berkeliling memastikan sekitar aman dari binatang buas.
"Alea, kau hebat sekali." Tiba-tiba Hana memecah keheningan.

"Hm?". Alea jelas menatap nya tak mengerti.

"Menaklukkan Ashley." Senyum Hana.

Alea melihat Ashley yang berdiri di samping kuda.
"Dia pria kaku. Tapi entah kenapa dia lebih menaruh perhatian padamu." Lanjut Hana.

"Karena kita sepasang kekasih."  Jujur Alea.

Hana menatap nya rumit.
"Aku baru tau, ternyata hubungan kalian sudah tahap ini. Baguslah, tapi kamu juga harus berhati-hati."

Alea tidak mengerti apa maksud Hana. Detik sebelum nya nada nya terdengar menyindir, lalu merasa kagum dan kini terlihat misterius seakan tengah memberi nya teka-teki.

"Apa..."

"Nanti kau akan tau." Hana melirik kedalam hutan dengan misterius. Alea melihat arah pandangan Hana tapi tidak menemukan apapun selain pohon rindang.

Mengedikkan bahu acuh, Alea kembali meminum air.

Cuaca sedang panas-panasnya. Tapi beberapa jam lagi mereka akan sampai di hutan salju. Memikirkan air es dengan sari apel, Alea menjilat bibirnya. Dan sebuah jari menarik dagu nya sebelum sepasang daging menubruk bibir merah Alea dan menekannya dalam.

Alea mematung, begitu ciuman terlepas Ashley menjentik kecil hidung nya.
"Kau..." Alea segera melihat sekitar dan menemukan Jaden maupun Hana yang akan menaiki kuda langsung mengalihkan pandangan ke arah lain seakan tidak melihat apapun.

Wajahnya langsung merah padam dan menunduk memilin jari.

"Ayo." Ashley membantu nya naik tak mengindahkan kegundahan Alea yang malu setengah mati.

Big Man! (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang