40

19.7K 1.4K 506
                                        

"Alea?".

Alea mendongak. Dan di seberang sungai Irene berdiri dengan wajah tenang.
"Ikut aku."
Irene berbalik pergi, Alea melirik ke belakang sesaat baru mengikuti Irene.

Beberapa mil dari sungai Irene berhenti tanpa berbalik.
"Semalam, kau mendengar nya kan?".

Alea menunduk.
"Karena kau, Ashley meninggalkan ku."

"Apa kau tau apa yang di sukai Ashley?".

Alea tidak tau, dia semakin menunduk.

"Apa kau tau segala hal tentang Ashley?"

Alea baru dua bulan di dunia ini, dia... benar-benar tidak tau.

Irene tiba-tiba berbalik.
"Dia juga pasti tidak pernah menceritakan hubungan kita padamu kan."

Itu benar.

Irene tersenyum sinis sambil memiringkan kepalanya.
"Alea, kau masih tidak sadar? Ashley bersama mu karena dia sedang marah padaku. Sebelum nya aku telah membuat nya kecewa , tapi kini aku sudah tau salah. Menurutmu, Ashley akan tetap dengan mu?".

Alea mengepalkan tangan nya.
"Apa mau mu?"

"Pergi."

Satu kata seakan penuh racun. Dia sudah menduga tapi tetap tidak rela.
"Dari yang ku dengar kau berasal entah dari mana. Aku tau kau hilang ingatan, tapi ke tidak tahuan mu membuat semua orang mendapat masalah."

"Kau membahayakan Jaden bahkan melukai Ashley."

"Alea, aku tidak tau kau berasal dari mana. Tapi kumohon, jangan halangi hubungan kami." Sekilas kilatan tajam membayangi mata Irene.

Alea menunduk, tanpa kata dia berbalik.
"Alea..."

"Aku tau." Sela Alea, suara nya terdengar bergetar.

Irene tersenyum mendengar nya.
"Aku tidak akan membenci mu jika kau sudah tau diri. Kelak, jika kau butuh sesuatu aku akan membantu mu."

"Tapi Ashley, dia milikku."

....

"Alea?!".

Di balik pohon Alea menatap punggung Ashley yang tengah mencari nya.

Kaki nya hendak mendekat tapi dia tarik kembali.
"Dunia kita... benar-benar berbeda." Maka dari itu Alea berbalik dan hendak pergi.

"Alea! Berhenti!".

Alea mematung. Dan suara langkah kaki cepat terdengar mendekat.
"Aku mencari mu, mau kemana?".

Ashley berdiri di depannya, ekspresi di mata nya penuh ke khawatiran.
"Al..."

"Aku lapar, mencari buah."

Ashley menghela nafas pelan mendengar nya.
"Persediaan kemarin masih ada, ayo kembali." Ashley menarik tangan nya untuk pergi.

Tapi Alea tidak bergerak dari tempat nya. Mata nya menatap kosong pada tangan mereka yang saling bertaut.
"Ash..."

"Ceritakan tentang dirimu."

"Kita kembali ke gua dulu, perut mu kosong."

Alea menahan tangan nya yang tertarik.
"Aku ingin sekarang."

Ashley terdiam.

"Aku anak tunggal, kedua orang tua ku mati karena para bandit. Jaden dan aku kenal karena bibi Lia menampung kami."

"Aku sudah tau, aku ingin tau tentang kehidupan pribadi mu."

Saat ini mereka duduk di atas batu di pinggiran sungai dangkal. Duduk saling berhadapan dan mencoba menyelami mata masing-masing.
"Aku pernah menyukai seseorang."

Big Man! (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang