"Ashley?".
Suara langkah kaki mengalihkan perhatian Alea dan Ashley. Mereka menatap pintu dan seseorang mengetuk pintu.
"Nona muda, Tuan muda menyuruh saya untuk mengirim selimut tambahan. Hujan turun, di malam hari akan terasa dingin."
Alea melihat Ashley, segera berdiri dari tubuh Ashley dan membuka pintu sedikit.
"Baik, terimakasih." Pelayan menunduk hormat dan pergi. Alea menutup pintu dan menguncinya dengan kayu balok yang melekat di pintu. Begitu dia berbalik Ashley tengah duduk dengan pandangan kosong menatap ke arah tangan Alea.
"Bagaimana kau bisa tau aku disini?". Alea berjalan mendekat, meletakkan selimut di samping Ashley dan berdiri menunggu jawaban Ashley.
"Ash.."
Ashley yang terdiam mengangkat wajah. Menatap Alea dengan datar.
"Apa kau akan menikah?".
Alea mengernyit.
"Apa maksudmu?".
Ashley melirik selimut lalu kembali menatap Alea.
"Seorang gadis lajang mengikuti seorang pria bahkan menginap di rumah nya. Itu artinya kau setengah istri nya."
Alea terdiam kaku.
"Bagaimana bisa? Aku hanya pura-pura jadi kekasihnya. Lagi pula bagaimana kau tau aku menjalin hubungan dengan Charles? ".
Urat-urat di lengannya terlihat menonjol begitu tangan itu terkepal erat.
Ashley menunduk.
"Ganti baju mu, kita akan kembali."
"Tidak, Jaden..."
"Itu urusan ku."
"Tapi itu juga urusanku, Jaden tertangkap karena aku yang tidak jujur." Karena emosi Alea mengatakan hal yang langsung dia sesali.
Ashley mengerutkan kening.
"Apa maksudmu?".
"Aku..." Alea tercekat.
"Aku tidak bisa mengatakan nya sekarang, kita harus membebaskan Jaden lalu kembali ke desa. Setelah itu aku akan memberitahu mu." Ini adalah keputusan yang telah dia pertimbangkan beberapa hari ini.
Dia akan jujur, meski akhirnya nanti Jaden Ashley maupun bibi Lia akan menganggap nya aneh. Setidaknya Alea tidak akan membuat mereka kembali dalam bahaya.
"Kita pergi."
Ashley menarik lengan Alea, membuka pintu dan melihat keadaan di luar. Lalu mereka berjalan mengendap dengan Alea yang mengikuti dengan pasrah.
Sementara di sebuah ruangan, Jaselyn menuangkan teh dan meminumnya secara perlahan. Di depannya, Sorang pelayan duduk di lantai menunggu perintah. Di belakang pelayan ada seorang pengawal bertekuk lutut penuh hormat.
"Apa ada kabar?".
"Mata-mata saya melihat Calon Suami nona telah memasuki kota. Dia menginap di penginapan Pinus bersama seorang gadis."
"Oh, adik nya." Jaselyn menyesap teh perlahan.
"Tapi nona ini menurut pendapat saya, maaf jika saya lancang."
"Katakan."
"Ini...menurut saya, mereka sebagai saudara namun hubungan mereka terlihat canggung. Mungkinkah... "
Jaselyn menyimpan gelas teh ke meja. Tatapannya tertuju pada pengawal.
"Pergilah."
Pengawal pergi, Jaselyn menghela nafas pelan.
"May...apa aku tidak pantas memiliki seorang pria?".
May yang duduk di lantai menunduk.
"Hamba tidak berani."
"Katakan saja."
May menggigit bibirnya, ragu-ragu.
"Menurut hamba, itu hanya sebuah ramalan tidak berdasar. Nasib tidak ada yang tau. Tapi..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Man! (End)
Fiksi UmumAlea adalah gadis modern.Namun sebuah kalung peninggalan leluhurnya membawanya menuju ke dunia lain.Dunia yang benar-benar berbeda.
