Alea menatap punggung Ashley yang tengah berbicara dengan 40 pria. 10 pria lainnya telah tewas dan akan di kuburkan di pemakaman umum.
"Bisa dibilang...mereka bawahan Ashley." Beritahu Jaden.
"Bawahan?". Bingung Alea.
Jaden terkekeh seakan membaca pikiran Alea.
" Mereka adalah orang-orang yang pernah di selamatkan Ashley. Sebenarnya dulu kami sering berkelana karena penasaran dengan dunia luar."
Salah satu dari mereka mempunyai masalah masing-masing. Entah keuangan, keluarga anarkis, kekerasan dalam rumah tangga atau korban-korban masalah lainnya.
"Mereka memohon untuk mengikuti Ashley karena melihat keahlian Ashley dalam bela diri. Ashley mengajarkan mereka beladiri setelah itu meminta mereka berpencar untuk jadi sumber informan."
Alea mengangguk paham.
"Kenapa pakaian mereka lusuh?".
"Itu tergantung informasi apa yang ingin mereka cari tahu. Sebenarnya mereka memiliki pekerjaan. Entah sebagai pedagang, pelayan ataupun pekerja di tambang."
"Oh..." Alea mengangguk paham. Begitu Ashley berbalik pria-pria itu segera pergi membawa sepuluh mayat pria untuk di kuburkan.
Alea segera mengalihkan pandangan menatap sekitar dengan kaku.
"Kita pergi." Suara Ashley menyapu pendengaran nya. Tapi melihat Alea yang asik melihat sekitar membuat Jaden maupun Ashley terdiam memperhatikan nya.
Jaden mengernyit melihat mereka berdua. Lalu mundur secara perlahan mendekati kuda nya.
"Alea.."
"..."
"Alea? "
"Eh?" Alea tersentak, melihat Ashley menatapnya segera mengalihkan pandangan kembali.
"A apa?"
"Kita Berangkat! Alea, naiklah kuda bersama Ashley!". Seru Jaden sambil tersenyum lalu mengendarai kuda meninggalkan mereka.
Alea menggigit bibirnya, ingin menghentikan Jaden tapi Jaden telah pergi dan tenggelam dalam kegelapan. Saat itu Ashley telah menaiki kuda lalu menghampiri nya.
"Ayo."
Alea menunduk dengan mata melihat ke segala arah. Ashley menghela nafas pelan melihat nya.
"Berikan busur dan anak panah nya. Aku akan membawa nya."
"Mm."
Ashley menggendong wadah anak panah dan juga busur. Kembali mengulurkan tangan dan Alea segera naik.
"Jangan gugup." Bisikan di telinga nya terdengar pelan dan halus membuat Alea menegang untuk sesaat.
"Cha!". Mereka pergi menyusuri hutan dan sebisa mungkin menjauhi wilayah gunung tempat para Bandit.
" Kau terluka?".
Alea menunduk melihat lengannya yang terdapat beberapa goresan, itu dia dapat saat melompat dari kuda dan karena gelap alea malah terperosok ke pinggir tebing. Untungnya Alea segera berpegangan pada akar merambat, jika tidak entah bagaimana jadinya.
"Hanya luka kecil."
"Apa mereka... melukai mu?".
Alea mengernyit, suara Ashley terlalu pelan membuat Alea harus menajamkan pendengarannya.
"Tidak, ini aku dapatkan saat melarikan diri dari mereka dan terjatuh."
"Cha!"
"Cha!"
Di depan, akhirnya mereka melihat Jaden yang mengendarai kuda dengan santai. Saat mengetahui Ashley dan Alea telah dekat Jaden kembali menghentak kuda dan menyusuri hutan dengan Ashley yang mengikuti dalam jarak satu meter.
Entah sudah berapa lama mereka mengendarai kuda, saat itu matahari mulai menerangi bumi dan mereka berhenti untuk beristirahat. Yang pasti mereka telah menjauhi wilayah bandit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Man! (End)
General FictionAlea adalah gadis modern.Namun sebuah kalung peninggalan leluhurnya membawanya menuju ke dunia lain.Dunia yang benar-benar berbeda.
