Extra part (2)

7K 456 23
                                        


Suara musik mengalun dengan meriah, suasana putih melambangkan kesucian dan kemakmuran.

Acara pernikahan di hias sedemikian rupa bagai pernikahan kerajaan.

Di altar Ashley menunggu sang mempelai wanita naik ke pelaminan dengan diantarkan Reja.

Tangan mereka bersentuhan, lalu saling meraih dan mengunci dengan remasan.

Ashley menatap lembut manik mata Alea yang telah tampil dengan gaun pengantin yang begitu indah dan menakjubkan.

"Kau selalu terlihat indah..." Lirih Ashley di telinganya.

"Itulah alasan kenapa kamu tidak bisa melepas ku." Balas Alea lirih penuh kebanggaan.

Ashley mendengus geli.
"Baik, sekarang kamu milikku."

"Tuan, aku selalu menjadi milikmu." Goda Alea.

"Tentu saja."

"Ehm." Pastor berdehem memutus perbincangan penuh romansa mereka.

Lalu membimbing mereka mengucapkan janji suci pernikahan.

"Saya bersedia."

"Aku bersedia."

Di kursi tamu barisan belakang, sosok Jaden hadir dengan Hana yang melambaikan tangan kala Alea melihat ke sekitar.

Janji suci telah di lafalkan.

Kehidupan pernikahan akan segera mereka jalani.

Jaden menatap Hana yang tampak cantik dengan gaun silver nya.
"Kapan kita menyusul?"

Hana tertegun.

.....

Mobil pernikahan pergi meninggalkan gedung acara.

Membawa mereka menuju villa dengan panorama senja dan lautan biru.

Mereka masuk ke dalam lift, tatapan Ashley dan Alea saling terkunci. Mengaitkan jari-jari mereka menghantarkan arus listrik hangat.

Ashley melangkah semakin dekat.
"Sekarang...bisakah?"

"Ini masih di lift, jika ada pelayan..."

"...hmmfpt."

Tautan bibir mereka terlepas, dahi mereka saling bersentuhan.
"Aku ingin memiliki mu seutuhnya." Nafas nya berat, suara nya penuh Geraman seakan tengah menunggu hari ini setelah sekian lama.

Alea tertegun takjub.
"Apakah aku sangat berarti untukmu?" Mata nya berbinar menatap Ashley penuh dengan keinginan tahuan yang dalam.

"Sangat."

"Bagaimana dengan mu? Apakah aku sudah cukup baik untuk memiliki mu seutuhnya?" Tanya Ashley.

"Menurut mu?" Goda Alea.

Ashley mengalihkan pandangan dengan ketidak berdayaan.

"Sangat baik." Bisikan halus di telinga nya dan sentuhan kecil di bahu nya membuat Ashley bergetar.

Lift terbuka, Ashley mengecup dahi Alea cepat. Lalu menggendong Alea di antara kedua tangan nya.

Perjalanan mereka menuju kamar di villa terasa mendebarkan dan penuh gairah.

Sepanjang perjalanan Alea menatap penuh romansa bagaimana Ashley yang dengan tidak sabar mengetatkan rahang saat tak kunjung sampai.

"Bagaimana bisa kamar kita sejauh ini?" Heran Alea.

"Jangan salahkan ayah mertua...yang memasang banyak cctv di villa dan menempatkan kamar kita di lantai sepuluh. Semua kamar di lantai ini bahkan dikunci dengan kartu akses." Geram Ashley.

Alea terkejut.
"Bagaimana kamu tau?"

"Dia sendiri yang memberi tahu ku. Ini adalah ujian yang dia berikan untuk menyiksaku."  Gertak Ashley.

Alea tersenyum dengan geli.
"Apa masih jauh?"

"100 langkah lagi."

"Ini bukan villa, rumah sebesar ini tidakkah menurut mu ini kastyl?" Canda Alea.

"Ku pikir juga begitu."

Alea bersandar di dada Ashley. Tatapannya jatuh pada bagian atas villa yang memang terpasang cctv di setiap sudut.

Jika tidak, Ashley mungkin sudah dari tadi menerkam nya mengingat sejauh mana kamar mereka di tempatkan.

Hingga akhir nya usaha tidak pernah mengkhianati hasil, Ashley menyeringai menatap pintu kamar di depannya.

Dalam sekali tendangan pintu yang terkunci terbuka membuat Alea terpaku dalam gendongan nya.

Dalam sekejap dia telah didorong ke dinding. Dan daging basah yang lembut dan kasar telah menghujani nya dengan hasrat yang menggebu.

Alea meremas rambut Ashley.

Tersenyum di antara sela ciuman panas mereka. Tertawa geli di setiap sentuhan nya saat bagaimana melihat hasrat yang tertahan membuat Ashley mencumbu nya dengan penuh geraman.

Benang saliva menjadi tali ikatan di antara mereka. Dahi mereka saling bersentuhan. Api hasrat berkobar di antara mereka.

"Apa aku menyakiti mu?". Nafas Ashley terengah-engah.

Alea tersenyum maklum.
"Tidak. Aku senang melihat mu begitu menginginkan ku."

"Yah...aku sangat-sangat menginginkan mu."

Tirai kelambu jatuh, Ashley membaringkan Alea di atas ranjang. Melepas satu persatu hiasan di kepala nya, mengusap lembut sisi wajah Alea hingga turun di bawah dagu nya.

Jarinya yang besar dan lebar mengangkat dagu Alea yang kecil dan cantik.
"Aku sangat mencintaimu, sangat menginginkan mu...jika aku tidak terkendali kau bisa memukulku."

"Hm?". Alea memiringkan kepala nya bingung.

Ashley tersenyum penuh damba dan hasrat yang menjadi satu.

"Kau benar-benar indah."

Detik berikutnya suara erangan menjadi musik dalam hasrat yang berkobar.

Bulan perak menjadi saksi asmara mereka yang telah bersatu baik tubuh maupun jiwa mereka.

"Hahh...Ash."

"Hmm.."

"Malam ini...akan sangat panjang." Bisik Ashley di sela-sela keringat mereka yang menyatu.

.....




🤣🤣🤣Tau lah, bagus atau nggak. Ane ketawa2 sendiri bikinnya...wkwk.



Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 23, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Big Man! (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang