31

13K 834 12
                                        

Alea menunduk, bahkan pertarungan yang katanya adalah hiburan di sini terasa tidak menarik lagi untuk nya.

Hanya karena Hana berdiri di samping Ashley, Alea merasa risih. Padahal Jaden juga berada di sisi lain Hana.

Rasa nya dia ingin berdiri di tengah-tengah Hana dan Ashley. Alea tanpa sadar mengeratkan kepalan tangan nya. Dia merasa menjadi posesif sekarang, sedangkan mereka bahkan tidak memiliki hubungan apapun meskipun hati mereka menyimpan rasa yang sama.

"Wee... Ashley, apa dia kekasihmu?". Seorang pria bertelanjang dada dengan celana berwarna coklat tua tiba-tiba berdiri di samping Alea, dengan cepat Ashley menarik Alea ke samping lainnya.
Pria itu tampak menatap remeh Ashley yang membuat Alea bingung.

"Ya, milikku. Pergi." Suara Ashley terdengar lebih dingin.

Alea mendongak hanya untuk menemukan rahang Ashley yang tampak menegang.

"Tapi aku juga tertarik dengan kekasih mu, mau bertarung?".

Deg!

Alea merasa sesak, bukan nya merasa senang karena di inginkan banyak pria tapi dia malah merasa ucapan pria di depan mereka seakan menganggap nya wanita murah yang akan langsung berpaling jika ada yang lebih kuat.

Siapa sebenarnya pria ini?

Tanpa sadar Alea memegang lengan Ashley dengan kedua tangan nya dan perlahan bergerak mundur menyembunyikan diri di belakang Ashley.

Ashley yang merasakan pergerakan Alea semakin mengeraskan rahang, seketika hawa di sekitar terasa dingin.

"Jaden..." Hana juga bergeser mendekati Jaden dengan risih. Dengan cepat Jaden menyembunyikan Hana di belakang nya, dia juga tampak takut jika Hana pun akan di jadikan incaran pria itu.

Alea tidak mengerti, dari mana datangnya pria dengan bekas luka wajah di depan mereka. Alea bahkan tidak sadar pertarungan telah selesai dengan si pemenang adalah pria yang merupakan kekasih dari wanita yang di perebutkan.

Kini kerumunan orang melihat ketegangan di antara Ashley dan Alea juga Jaden dan Hana.

"Ashley...dia siapa?". Tanya Alea pelan.

Pria dengan bekas luka di wajah tampak mendengar pertanyaan nya, bahkan memiringkan kepala untuk mengintipnya yang bersembunyi di belakang Ashley.

"Nona...aku Harles, bagaimana? Tertarik dengan ku?".

"Jaga bicaramu." Ashley segera memberi nya peringatan.

Harles mengedikkan bahu acuh.
"Kalau begitu, ayo bertanding. Yang menang akan mendapatkan nona cantik ini."

"Aku baru tau, di desa kita...ternyata ada gadis seputih ini." Lidahnya menjilat bibir dengan penuh keinginan.

Detik berikutnya Harles telah tersungkur sejauh dua meter dengan Ashley yang tampak terengah menahan amarah nya. Urat-urat di nadi nya terlihat jelas seberapa kuat dia menahan emosi nya kali ini.

Di belakang nya Alea terpaku, dia bahkan belum sempat bereaksi begitu Ashley telah membuat Harles tersungkur dalam sekejap. Alea melirik ekspresi Ashley yang gelap.

'Ashley...apa dia, cemburu?'.

Kali pertama melihat Ashley semarah ini, Alea tanpa sadar meneguk ludah nya kaku.

Harles memegangi perut nya sambil meringis, tapi senyuman penuh ejekan masih dia tampilkan. Seakan kemarahan dan pukulan yang Ashley berikan hanyalah lelucon.

Apa pria ini waras?

Sebenarnya seberapa kuat Harles.

"Di katakan jika Harles adalah orang terkuat kedua setelah Ashley. Melihat nya yang masih bisa tersenyum setelah di pukul seperti itu, tampak nya rumor bukan hanya sekedar rumor."

Big Man! (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang