42

10.5K 876 93
                                        


Alea menatap kosong punggung Morano yang menjauh dan hilang dalam kegelapan malam.

Suara napas panas berhembus menusuk telinga nya. Sementara sebuah tangan menekan bahu nya dari belakang.
"Kau meninggalkanku."

Ashley merengkuh tubuh Alea dalam dekapan nya. Mencium aroma yang dia pikir akan hilang meninggalkan nya.

"Jangan pergi lagi..."

"Tidak ada orang lain selain dirimu..."

Tubuh Alea bergetar mendengar nya.
"Kenapa?".

Ashley melepas pelukannya, membalik tubuh Alea dan menatap nya lekat.
"Karena, alsanku disini karena mu, Ae."

Alea tertegun.

"Ae...kau..." Mata Alea bergetar.

"Bagaimana bisa...tidak mungkin, kau..."

Ashley tersenyum tipis. Jari-jarinya meraih helain rambut Alea dan mencium aroma harum yang selalu dia rindukan.
"Kau sangat harum Ae, tidak pernah berubah."

Alea terpaku dan bayangan seorang pria yang duduk di brangkar rumah sakit terpampang didepan nya.

Ingatan Alea.

"Ae... Kemari."

Disana Alea yang di panggil Ae berjalan mendekat, menatap pria di atas ranjang rumah sakit penuh kesedihan dan rasa sakit yang membakar jiwa.
"Kau terluka..."

"Demi kamu." Pria itu meraih helain rambut Alea, menariknya pelan untuk dia sesap aroma khas yang selalu menjadi favoritnya.

"Kenapa kau selalu melindungi ku."

Pria itu menggeleng kan kepala nya, menghapus jejak-jejak air mata yang meleleh dari manik mata secoklat madu yang indah.
"Karena ku, kau harus menderita. Ini tidak sepadan dengan keberanian mu untuk tetap bersama ku."

"Tapi aku mencintaimu."

"Aku lebih lebih mencintai mu." Sela pria itu.

Bayangan nya menghilang. Ingatan nya berpindah dimana Alea melihat nya penuh kecewa.
"Kau jahat!! Kau membunuhnya!"

Pria itu terpaku dengan sebuah golok tajam yang jatuh dari tangan nya. Sementara seorang remaja dengan seragam sekolah nya tergeletak dengan bersimbah darah.

"Aku tidak percaya, orang yang selalu melindungi ku. Kau...kau menjadi pembunuh..." Disana Alea mundur dengan frustasi. Berbalik dan berlari keluar dari pekarangan rumah berlantai dua.

Seakan tersadar pria yang tadi berdiri kaku segera mengejarnya.
"Ae! Tunggu!"

"Ae!"

Di bawah selimut Alea terisak, mengabaikan ayah angkat nya yang terus mengetuk pintu. Dia tau pria itu ada di sana. Dia disana menunggu nya keluar untuk menjelaskan.

Tapi rasa takut dan ngeri melihat nya yang membunuh dan mencincang sahabat nya membuat alea bergetar ketakutan.

Dan kesadaran nya terkikis seiring kegelapan yang merenggut nya.

Dia tak sadarkan diri.

Dan setelah itu, pria itu menghilang. Menghilang dari pandangannya dan kehidupan nya.

.......
Masa kini.

"Ae..."

Alea tersadar dengan cepat mundur dan menatap nya ngeri.

"Kau...dia, tapi wajah mu..."

"Bagaimana....bagimana itu bisa kau..." Alea tidak tau harus bagaimana. Pikiran nya terasa kacau, jantung nya berdetak kencang penuh kewaspadaan.

Big Man! (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang