Di pinggir ranjang Alea duduk menatap jendela yang terbuka. Bulan bersinar terang, bulat dan indah. Pohon-pohon menjadi altar dalam bayangan kegelapan membuat kesan yang elegant dan menakutkan.
Alea mengusap tengkuknya merasa risih saat terus melihat keluar di malam hari.
Suara langkah kaki yang mendekat membuat Alea menegakkan punggung nya namun tidak berani untuk menoleh.
"Ae..."
Alea menatap bulan dengan helaan nafas berat.
"Katakan saja."
"Aku ingin mendengar nya sendiri darimu." Lanjut Alea
Ashley hendak mendekat.
"Jangan mendekat. Jelaskan saja." Sela Alea.
"Lando...dia, memotret mu yang setengah telanjang."
Alea memejamkan mata nya, sementara tangan nya terkepal erat.
"Dia menyuruhku melepaskan mu karena dia lebih dulu menyukaimu. Jika tidak...dia akan menyebarkan foto itu."
Sebelum nya....
Saat itu Ashley menghubungi Lando agar datang kerumahnya. Mencoba bernegosiasi tapi Lando hanya ingin dirinya melepaskan Alea.
"Lepaskan Alea. Aku yang lebih dulu mengenalnya dan lebih dulu menyukai nya." Jelas Lando saat itu.
"Kau hanya temannya. Lagi pula, Alea hanya milikku. Kau...tidak ada secuil pun di dalam hati nya."
Mendengar ucapan Ashley, Lando jelas tersulut emosi.
"Kalau kamu tidak mau melepas nya, jangan salahkan aku menyebarkan foto nya. Sudah ku bilang di chat...aku tidak main-main..."
Ashley mengetuk meja di gazebo, di depan nya sebuah kopi hangat masih mengepul. Sementara Lando yang sedari tadi berdiri di hadapannya tampak memerah menahan kesal.
"Hanya sebuah foto..."
"Jika hanya sebuah foto aku tidak mungkin seberani ini memintamu melepas nya." Sela Lando.
"Bukan hanya foto, vidio...rekaman suara. Bahkan saat dia tertidur tanpa sehelai baju. Kau juga pasti tau kan... bagaimana Alea berpakaian jika sedang berada di kamar nya.... sendirian?". Seringaian Lando semakin lebar. Melihat bagaimana tubuh Ashley menegang dengan tangan terkepal.
Tatapan Ashley menajam saat melirik nya.
"Kau... menguntit nya?".
"Apa beda nya dengan mu? Aku hanya diam-diam mengagumi nya. Sementara kau terus terang menyentuh nya. Harus nya aku yang berada di tempat mu." Tatapan Lando menjadi penuh rasa cemburu.
"Berikan..."
"Oh...kau belum melepas Alea."
"Dalam satu jam...jika kau tidak melepasnya, aku akan menyebarkan nya. Saat itu kau akan tau bagaimana Alea akan menderita dan itu semua karena kau...."
Bugh!
"Ugh..." Lando tersungkur.
"Brengsek! Berani kau memukulku! Alea tidak akan pernah menyukai pria kasar seperti mu!".
"Berikan."
Lando berdiri dan mengibas kan baju nya.
"Sudah ku bilang..." Lando mengangkat ponsel nya.
"Bahkan jika kau memukulku, itu tidak akan berguna. Akan ada seseorang yang menyebarkan nya dalam waktu satu jam. Jika...kau tidak melepas nya." Seringai Lando.
Lando mundur perlahan berniat pergi, tapi tiba-tiba dia berbalik mengeluarkan pisau dan hendak menusuk Ashley.
Tapi Ashley memiliki refleks yang bagus, menahan nya dan mengubah arah mendorong Lando menghantam pohon di belakang nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Man! (End)
Fiksi UmumAlea adalah gadis modern.Namun sebuah kalung peninggalan leluhurnya membawanya menuju ke dunia lain.Dunia yang benar-benar berbeda.
