34

17.3K 1.1K 124
                                        

Percikan air jatuh beriringan dengan hembusan angin sejuk, jubah nya teronggok asal di atas batu pinggir sungai.

Alea melangkah mendekati air terjun dan mengulurkan tangan. Kaki hingga setengah pinggang nya tenggelam dalam air.

"Bagus... kehidupan di sini benar-benar asri." Alea melihat sekitar dengan takjub. Pepohonan dan rumput hijau tampak segar dan memanjakan mata bagi dirinya yang telah bersatu dalam polusi udara di dunia asal nya.

Sayang nya disini benar-benar jauh dari dunia modern nya, tidak ada internet atau alat elektronik untuk mengambil gambar.

Air menetes dari baju basah nya yang mengaliri perut nya yang terekspos. Membuat nya tampak memukau dan eksotis secara bersamaan.

Dari belakang terdengar suara langkah dalam air. Begitu berbalik Ashley berdiri di aliran sungai dalam dengan tombak bambu di tangan nya.
Alea dengan penasaran mendekat melihat Ashley yang fokus melihat air di bawah nya dengan tombak bambu yang tiba-tiba meluncur dan menusuk sesuatu.

Alea terbelalak.

"Ikan?".

Mendengar suara Alea, Ashley melihat nya.
"Mau?".

Senyuman tak tertahankan tidak bisa terbendung. Dengan semangat segera mengangguk dan berjalan semakin mendekat. Tapi tiba-tiba Ashley memberi isyarat jari telunjuk di depan bibir.

"Jangan berisik."

Alea mengangguk dengan jantung bertalu-talu. Suasana menjadi menegang kan, Alea mengernyit.
"Jika berisik, ikan akan kabur." Lanjut Ashley.

"Oke." Senyum Alea, tidak berani bergerak dari tempat nya.

Waktu berlalu, mereka duduk dengan api berkobar membakar lima ekor ikan dengan tusukan bambu. Alea menunggu dengan sabar, ikan sungai tampak lebih lezat dengan pemandangan air terjun dan tumbuhan hijau.

Begitu salah satu ikan matang dengan antusias Alea mengulurkan tangan dengan penuh harap di bawah tatapan Ashley.

Mata hitam nan tajam nya terpaku pada binar antusias hingga membuat nya mengerjapkan mata dengan kebingungan.

Dan begitu ikan berada di tangan nya Alea hampir memekik girang.

"Masih panas."

"Aku tau, enak."

"Ashley, benar yang di katakan Jaden. Kamu sangat ahli menangkap ikan." Di antara kunyahan nya Alea bercerita.

"Kau tau? Saat itu di air terjun desa kehidupan, aku dan Jaden menangkap ikan tapi kami berdua sangat payah. Coba kalau saat itu kau..." Alea terdiam.

Saat itu Ashley memang tidak terlihat, tapi begitu Ashley datang langsung mengambil keperawanan bibir nya tanpa bertanya. Em, lebih tepatnya Alea juga terbawa suasana dan ikut menikmati.

Alea menunduk menatap ikan di tangan dengan perasaan campur aduk.

Sesaat, ragu akan dunia mereka yang berbeda.

Dalam sekejap menikmati dan menerima Ashley untuk memasuki kehidupan nya.

Dan sekarang Alea tidak tau antara keraguan dan keinginan nya, manakah yang lebih besar?

Bagaimana jika suatu hari dirinya kembali ke tempat asalnya? Maka akan ada perpisahan dan akan meninggalkan luka bagi kedua belah pihak.

Sebuah jari terulur mengambil sedikit daging di sudut bibirnya dan memakan nya dengan ringan. Mata mereka saling beradu dengan keterkejutan yang tidak bisa Alea tutupi.

"Ashley...ada yang ingin aku katakan."

Ashley mengambil ikan lainnya yang telah matang, berdehem sebagai jawaban jika dia akan mendengar kan.

Big Man! (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang