Alea berlari dengan pikiran berkecamuk. Perasaan ini terasa aneh, dia menyukai nya tapi tidak mungkin untuk memiliki nya. Jika saja, jika saja dirinya memang berasal dari dunia ini atau Ashley yang berasal dari dunia nya. Semua ini tidak akan menjadi rumit seperti ini.
Sekarang dia tau, Ashley menyukai nya dan Alea pun sama. Tapi dia terlalu takut merasakan luka jika tiba saat nya dia harus kembali ke dunia asal nya.
Alea berhenti, nafasnya terengah dan terdengar cepat. Dia menatap sekitar dengan linglung. Begitu tersadar dia sudah terlampau jauh dari Ashley.
"Shit!".
Alea bersandar pada pohon dan menengadahkan kepala.
"Ini salah Ashley, menyatakan perasaan di hutan. Dan sekarang...Lihat, aku kabur dan tidak tau jalan."
Alea melihat sekeliling dengan kesal juga bingung, pada saat itu terdengar suara ranting yang di injak membuat Alea waspada dan segera bersembunyi di balik pohon.
Suara langkah kaki terdengar mendekat dan berhenti tepat di belakang pohon. Alea meneguk ludah gugup dan mengambil ranting di bawah kaki nya untuk di jadikan senjata.
'apa itu binatang buas?'
Tiba-tiba terdengar suara.
"Bagaimana bisa kau membiarkan Alea pergi sendiri? Sekarang kita tidak tau dia dimana."
Alea tertegun.
Itu suara Jaden.
Alea menghela nafas lega, membuang ranting dan segera keluar dari balik pohon.
Bruk!
Shit!
Sebuah tangan menahan pinggang nya yang terhuyung, begitu mendongak Ashley berada tepat di depan nya.
Mereka saling terpaku, di belakang Ashley ada Jaden yang juga tampak terkejut.
"Ehem!". Suara Jaden membuat Alea tersadar, dengan cepat mendorong dada Ashley tapi lengan besar yang melingkari nya kembali mengerat.
Nafasnya terasa tercekat, Alea tidak berani melihat Ashley bahkan tangan nya yang berada di dada Ashley terasa kaku.
"Ash..." Suara Jaden seolah menegur nya. Perlahan Ashley melonggarkan tangan nya di pinggang Alea, tapi tidak berniat melepaskan nya.
"Kita pulang." Tangan yang memegang pinggang Alea terlepas dan berganti menarik pergelangan tangan nya, lalu meninggalkan Jaden yang menghela nafas pasrah di belakang.
Sepanjang perjalanan hanya di isi keheningan, Alea terus menunduk dan tangannya terasa dingin karena terlalu gugup. Alea harap Ashley sedikit nya peka dan melepaskan tangan nya. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, dia semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Alea.
Di belakang mereka Jaden mengikuti dan melihat kepala Alea yang tertunduk hanya bisa mendengus melihat tautan tangan mereka.
"Makan." Ashley memberikan nya buah apel merah yang mereka petik tadi. Alea menerimanya dan hanya diam menatapi buah di tangan.
Kejadian tadi, kecupan... tidak, itu adalah ciuman hingga membuat nya sesak nafas. Alea meneguk ludah, di bawah lirikan Ashley Alea menggigit buah apel dalam diam.
Mereka tiba di rumah bi Lia, dan Alea yang terbebas dari Ashley langsung masuk ke kamar dan menutup pintu kayu rapat.
Di luar pintu Ashley dan Jaden terdiam.
"Kau menakuti nya." Kesal Jaden melirik Ashley.
"Hm." Ashley pergi ke belakang, sementara Jaden mendesah malas.
Lalu dia mengetuk pintu kamar Alea.
"Al...lapar tidak?".
Di balik pintu Alea yang tengah bersandar pada pintu menggigit bibir nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Man! (End)
General FictionAlea adalah gadis modern.Namun sebuah kalung peninggalan leluhurnya membawanya menuju ke dunia lain.Dunia yang benar-benar berbeda.
