Di balik jendela gubuk, Alea berdiri menatap keluar bersandar pada sudut jendela.
Sebuah tangan terulur melingkari perut nya membuat Alea tersentak.
"Ash..."
"Hm?"
"Ayo pulang."
Ashley melepas pelukannya. Alea berbalik dan memeluk Ashley.
"Ayo pulang." Ulang Alea.
"Baik, tapi tetap seperti ini. Jangan pernah menjauh lagi." Di dalam pelukan nya Alea mengangguk.
....
Cha!
Cha!
Ashley memeluk perut Alea dengan satu tangan, sementara tangan lainnya mengendalikan tali kuda.
Di depan mereka Jaden dan Hana memimpin jalan dengan masing-masing satu kuda.
"Kita tidak berpamitan dengan bibi Lia?"
"Tidak perlu, mereka termasuk program."
"Jadi mereka bukan asli?"
"Ya, hanya dunia ini yang asli. Mereka hanya program buatan."
"Bagaimana bisa?"
"Dunia yang kita tempati lahan kosong. Untuk tidak menimbulkan efek perubahan pada masalalu profesor memakai lahan kosong."
"Hebat, bisa seperti itu ternyata."
"Tentu saja. Kita juga orang pertama yang mencoba nya. Ini termasuk suatu kehormatan bagi kita yang mencoba pertama kali." Terang Ashley.
Alea mengangguk.
Mereka memasuki hutan salju. Langkah kuda semakin melambat di atas tumpukan salju yang tebal.
Hingga mereka tiba di tengah hutan, kuda berhenti dan mereka turun.
"Ini..."
"Tempat kamu pertama kali datang kesini." Ungkap Hana.
Ashley mengambil sebuah dahan seukuran dua jari. Menggali tumpukan salju hingga sebuah plat besi persegi terlihat dimata mereka.
Jaden mendekat, mengeluarkan sebuah batu lingkaran lonjong berwarna hitam dengan ukiran abstrak.
Di atas beli ada sebuah lubang bulat sama persis dengan batu hitam di tangan Jaden.
Begitu Jaden memasukkan nya ke dalam lu ang di tengah plat besi, Ashley meraih tangan Alea.
Jaden berdiri, melihat jarinya yang tersemat cincin hitam begitupun Hana dan Ashley.
Secara bersamaan cincin mereka bersinar membuat Alea takjub.
"Ini..."
"Benda yang ada di dalam kalung kamu juga." Terang Ashley.
Alea menunduk dan mendapati liontin kalung nya yang ungu juga bersinar.
Dalam hitungan detik mereka menghilang. Meninggalkan kekosongan dan beberapa ekor rusa yang tengah mencari makanan.
.....
Alea terhenyak, nafasnya menggebu dan begitu dia membuka mata nuansa putih ruangan menyapa nya.
Di luar gelap gulita, jendela belum tertutup dan memancarkan sinar rembulan yang menerangi kamar Alea yang gelap.
Alea keranjang dari ranjang menyalakan lampu kamar dan menatap keluar jendela.
"Aku benar-benar kembali..."
Senyuman terpatri di bibirnya.
Saat teringat sesuatu, Alea segera melepas cepat kalung yang dia pakai.
Menatap nya dengan bergidik.
Mata nya menangkap kotak kayu yang sebelumnya ingin dia jadikan tempat untuk menyimpan kalung. Meraih nya dan menyimpan kalung dengan rapat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Man! (End)
Narrativa generaleAlea adalah gadis modern.Namun sebuah kalung peninggalan leluhurnya membawanya menuju ke dunia lain.Dunia yang benar-benar berbeda.
