45

5K 394 22
                                        

...

Langkah kaki nya membawa nya menyusuri Padang bunga. Gaun putih nya terhempas angin, rambutnya bergerak-gerak mengikuti irama angin yang meliuk-liuk.

Di depan gubuk kayu, Ashley berdiri melihat lautan Padang bunga yang indah dengan sosok Alea di tengahnya.

Begitu indah.

Berkali-kali lipat lebih cantik.

Riak di mata nya memandang penuh puja dan ketertarikan.

"Kau terlalu kaku, bagaimana bisa dia memaafkan mu. Jelaskan saja kenapa kau membunuh nya." Suara Jaden membuyarkan lamunannya.

"Ayolah...Dunia kita lebih baik, disini tidak ada kendaraan. Tidak ada jajanan dan tidak ada mall." Hana berucap malas, duduk di undakan tangga gubuk dengan jenuh.

Namun tidak ada tanggapan dari Ashley. Hanya keheningan yang menyapa mereka.

Jaden menghela nafas kasar, menepuk berulang kali pundak Ashley seolah menyemangati.

"Satu bulan lagi. Jika tidak kembali, batas waktu dunia ini akan menelan kita selamanya di sini." Peringat Hana.

"Bahkan, jika di dunia ini kita bisa bersama...lebih baik daripada kembali."

Hana memutar mata nya dengan kesal.
"Jika kau lemah seperti ini, lebih baik aku yang turun tangan. Lihat apa yang akan aku lakukan, kau diam saja di sini." Secepat gerakan Hana yang pergi, secepat itu juga Jaden menahan Ashley yang hendak menghalangi.

"Ini urusanku." Desis Ashley.

"Tapi Hana juga urusan ku." Geram Jaden.

"Biarkan sesama perempuan yang selesaikan. Kau terlalu lemah karena Alea, jika begini terus kau hanya akan terus sendirian."

Mata nya memerah, Ashley melihat bagaimana Hana melangkah semakin dekat dengan Alea.

"Serahkan pada Hana."

....

"Kau benar-benar indah, pantas saja Ashley begitu tergila-gila."

Alea berbalik dan melihat Hana yang mendekat.
"Kau sama gila nya dengan nya." Acuh Alea.

"Ya, setidaknya kau lebih baik. Aku terlalu malu menunjukkan perasaan ku pada dia."
Mereka saling berhadapan.

Mendengar nya Alea mengangkat pandangan nya dan bersitatap dengan Ashley, namun segera dia beralih pada Jaden yang berdiri di sebelah Ashley.

"Maksud mu Jaden? Kenapa? Dia tampak cukup baik."

Hana mengedikkan bahu nya.
"Ya memang. Dia tidak sekaku Ashley, tapi aku juga tidak harus selalu terlihat berani kan?".

Alea menangkap perkataan nya.
"Oh, jadi kau juga bisa jadi gadis pemalu." Heran Alea.

"Kenapa? Kau lihat aku begitu berani melawan harimau, apa aku juga tidak bisa menjadi gadis pada umum nya?". Suara Hana terdengar jengkel main-main.

"Hah, ingat...aku juga belum memaafkan mu. Kalian bersekongkol membohongi ku, kalian pikir aku senang?". Alea memutar mata nya dan meninggalkan Hana yang berkacak pinggang.

"Hei, dia juga gadis pendendam." Hana berlari menyusul Alea, merangkul pundak nya yang dengan susah payah Alea singkirkan.

Tapi hana tak menyerah terus mengikutinya dengan ekspresi jenaka.

"Sekarang aku benar-benar paham. Marah pun kau tetap terlihat cantik, pantas saja Ashley tidak bisa melepasmu."

"Itu lagi... menyingkir lah."

Big Man! (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang