32

16.1K 988 93
                                        

Di atas batu di tengah sungai Alea membersihkan luka Ashley. Lalu melihat botol kecil yang terbuat dari tanah liat yang di berikan Ashley.

"Ada apa?".

"Ini...obat luka?".

"Ya, bubuk obat."

Alea mengangguk lalu membuka tutup botol dari gumpalan kain merah berisi batu dan menuangkan bubuk obat di atas luka Ashley secara perlahan.

Sesekali melirik Ashley untuk memastikan apakah luka nya terasa perih. Tapi, ekspresi nya tetap utuh dengan wajah dingin andalan nya.

Alea mendengus pelan, membalut luka dengan kain bersih dan mengikatnya.
'Aku sangat khawatir, tapi orang yang terluka bahkan tidak terlihat kesakitan.'

"Sudah." Alea berniat beranjak tapi tarikan di tangan membuat nya kembali duduk.

Mereka saling bertatapan. Entah kenapa, untuk saat ini Alea merasa tidak terlalu gugup. Mungkin karena rasa kesal juga khawatir melihat nya yang terluka membuat Alea di landa rasa bersalah.

"Jika nanti bertemu Harles, usahakan hindari dia." Ashley ingat perkataan Harles yang juga menginginkan Alea dan berniat merebut nya.

Entah itu hanya provokasi semata untung memancing nya atau memang ada maksud lain. Untuk saat ini Ashley hanya bersikap waspada, jangan sampai Alea yang merasa di rugikan.

" Aku tau." Alea melihat aliran sungai dalam diam.

Begitu kembali menatap Ashley baru sadar jika Ashley terus menatapi nya, bahkan tidak mengalihkan pandangan sama sekali.
"Bagaimana bisa kau mengenal pria seperti dia?".

"Tertarik?". Sebelah alisnya terangkat dengan nada menggoda. Tapi Alea tidak yakin, ekspresi Ashley tetap sama datar nya.

Alea memalingkan wajah dengan dengusan kesal.
"Lebih tertarik dengan mu." Lirih Alea hampir tidak terdengar. Melewatkan sudut bibir Ashley yang berkedut yang tidak dia sadari, Alea sendiri tidak berharap Ashley akan mendengar nya.

Keheningan menyapa, Alea melihat air sungai dalam diam. Hingga seekor ikan melewati kaki nya.
"Ikan..."

Srakk!

Alea mengerjap, dalam satu kedipan mata ikan telah berada dalam genggaman Ashley.

"Mau?". Ekspresi nya tampak datar seakan apa yang dia lakukan adalah hal biasa.

Alea tidak tau harus berkata apa, tapi dia juga merasa lapar dan pada akhirnya mengangguk.

Ashley mengeluarkan pisau yang sebelumnya di pakai Harles dan membelah perut ikan. Membersihkan kotoran dan mencucinya.

"Tangan mu..."

"Hanya luka kecil."

Alea mengatupkan bibir. Ya sudahlah, ke khawatiran nya benar-benar tidak diperlukan. Lihat, Ashley bahkan tampak biasa saja akan luka yang dia dapat.

Api menyala, Alea duduk di atas rumput menunggu ikan matang. Begitu ikan matang Ashley meniupi ikan agar tidak panas, lalu mencubit sedikit ikan untuk dia berikan pada Alea.
Ragu-ragu Alea membuka mulut dan memakan nya.
"Enak." ' Padahal tidak pakai garam, apa karena di suapi pria tampan?'. Dalam hati Alea menertawakan pikiran nya sendiri.

Saat Ashley akan kembali menyuapi nya Alea segera menyela.
"Aku bisa sendiri, bagi dua saja."

"Untuk mu." Tapi Ashley memberikan nya utuh.

Alea menerima dengan ragu, sesekali melirik Ashley yang masih menatapi nya yang tengah makan.
"Kau...mau?".

Ashley menggeleng.

Big Man! (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang